Jambi, APGtimes.com — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Jambi melarang keluarga menjemput jemaah haji secara langsung di Asrama Haji Jambi saat proses pemulangan berlangsung.
PPIH menerapkan aturan tersebut untuk menjaga ketertiban, memperlancar pendataan, dan mencegah kerumunan saat jemaah tiba dari Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, mengatakan proses pemulangan jemaah memiliki tingkat kerumitan lebih tinggi dibandingkan fase keberangkatan.
Ia menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Persiapan Pemulangan Jemaah Haji Debarkasi Haji Antara di Asrama Haji Jambi bersama para pemangku kepentingan, Selasa (9/6/2026).
“Pemulangan haji ini penyelenggaraannya lebih rumit daripada pemberangkatan,” kata Wahyudi.
Keluarga Sering Membawa Pulang Jemaah Tanpa Koordinasi
Wahyudi menjelaskan sejumlah keluarga langsung membawa pulang jemaah tanpa berkoordinasi dengan panitia pada musim haji sebelumnya.
Tindakan tersebut membuat petugas kesulitan mencocokkan data jemaah ketika bus mulai mengangkut jemaah menuju kabupaten dan kota masing-masing.
Karena itu, PPIH meminta seluruh keluarga mengikuti prosedur yang telah panitia susun agar proses pemulangan berjalan tertib dan lancar.
PPIH Tutup Pintu Samping Dua Jam Sebelum Kedatangan
Untuk mengendalikan kerumunan, PPIH akan menutup dan mengunci pintu samping Asrama Haji Jambi dua jam sebelum kedatangan jemaah.
Selain itu, panitia akan mengarahkan seluruh aktivitas keluar masuk melalui empat jalur teknis yang telah mereka siapkan.
Langkah tersebut membantu petugas mengatur arus kendaraan dan pengunjung selama proses pemulangan berlangsung.
PPIH juga mengingatkan seluruh petugas agar tidak membawa orang luar masuk ke area asrama.
“Maka panitia kami ingatkan untuk tidak membawa penumpang gelap dalam tanda kutip supaya lebih aman dan tertib,” tegas Wahyudi.
PPIH Atur Distribusi Bagasi Jemaah
PPIH juga memberikan perhatian khusus terhadap distribusi bagasi jemaah.
Panitia akan menyerahkan tas bagasi kepada perwakilan kabupaten dan kota dua jam setelah jemaah meninggalkan asrama.
Panitia menerapkan kebijakan itu untuk mencegah keributan dan menghindari tertukarnya barang antarjemaah dari daerah yang berbeda.
Selain itu, petugas ingin memastikan setiap daerah menerima bagasi sesuai dengan kelompok jemaah masing-masing.
Dengan cara tersebut, panitia dapat meminimalkan kesalahan distribusi barang bawaan.
Tim Medis Koordinasikan Informasi ke Keluarga
PPIH menyiapkan prosedur khusus bagi jemaah yang membutuhkan observasi atau perawatan medis setelah tiba di Jambi.
Tim medis BKK akan mengoordinasikan seluruh informasi kepada keluarga melalui satu jalur komunikasi.
Langkah itu membantu keluarga memperoleh informasi yang akurat sekaligus menghindari kesalahpahaman.
“Kita akan koordinasikan dengan cukup baik dengan suasana yang lebih tenang supaya tidak ada persoalan-persoalan,” ujar Wahyudi.
PPIH menargetkan seluruh proses penerimaan jemaah berlangsung cepat, aman, dan tertib.
Setelah menyelesaikan seluruh proses administrasi, panitia akan menyerahkan jemaah kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal.
Melalui pengaturan tersebut, PPIH berharap jemaah dapat beristirahat dengan nyaman setelah menempuh perjalanan panjang dari Tanah Suci. (de*)








