Purbaya Tegaskan Indonesia Tak Kekurangan Dana, Panda Bond Jadi Andalan Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Beijing pada Rabu (17/6/2026).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Keuangan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Beijing pada Rabu (17/6/2026).

Beijing, APGtimes.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kunjungannya ke China bukan karena Indonesia menghadapi tekanan pembiayaan. Pemerintah justru memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat strategi pembiayaan jangka panjang dan memperluas sumber pendanaan pembangunan.

Purbaya menyampaikan hal itu saat bertemu Menteri Keuangan China, Lan Fo’an, di Beijing, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah membahas persiapan penerbitan sovereign Panda Bond, yakni surat utang pemerintah Indonesia berdenominasi Renminbi untuk investor China.

“Kami datang ke Beijing bukan karena terdesak. Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan,” kata Purbaya.

Menurutnya, kondisi ekonomi nasional yang stabil memberi ruang bagi pemerintah untuk mengambil langkah strategis dalam memperkuat pembiayaan negara.

Pemerintah Diversifikasi Sumber Pendanaan

Purbaya menjelaskan pemerintah terus mencari alternatif sumber pendanaan agar tidak bergantung pada satu pasar atau satu instrumen pembiayaan.

Karena itu, pemerintah menyiapkan Panda Bond sebagai bagian dari strategi diversifikasi pembiayaan nasional.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi Sadikin Ditugaskan Prabowo Maju sebagai Calon Dirjen WHO

Selain memperluas basis investor, instrumen tersebut juga membantu pemerintah mengurangi ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis dolar Amerika Serikat.

Di sisi lain, pemerintah ingin membuka akses yang lebih luas ke pasar keuangan China.

Perkuat Transaksi Mata Uang Lokal

Purbaya menilai Panda Bond sejalan dengan upaya memperkuat penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral Indonesia dan China.

Melalui skema Local Currency Transaction (LCT), kedua negara dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar.

Menurutnya, Indonesia dan China perlu memperluas kerja sama keuangan karena hubungan perdagangan dan investasi kedua negara terus meningkat.

Purbaya Sebut Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

Purbaya juga membantah anggapan bahwa langkah mencari investor di China menunjukkan kondisi fiskal Indonesia sedang tertekan.

Ia menegaskan fundamental ekonomi nasional masih kuat.

Baca Juga :  Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Ekspor Sawit, Nilai Transaksi Diduga Diperkecil

Pemerintah berhasil menjaga rasio utang pada level yang terkendali. Selain itu, pemerintah juga menjaga defisit anggaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi tetap positif.

Menurut Purbaya, kondisi tersebut memperkuat posisi tawar Indonesia saat menjalin kerja sama dengan investor global.

Temui Investor dan Lembaga Keuangan

Selama berada di Beijing, Purbaya akan menemui sejumlah investor dan pelaku pasar keuangan untuk memperkenalkan Panda Bond secara langsung.

Selain itu, ia juga akan berdiskusi dengan sejumlah lembaga keuangan penting seperti People’s Bank of China, Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), dan Shanghai Cooperation Organization Development Bank.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap ekonomi Indonesia.

Purbaya menegaskan Panda Bond bukan sekadar instrumen pendanaan baru. Pemerintah menjadikannya bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan fiskal dan meningkatkan kredibilitas Indonesia di pasar keuangan global. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Berita Terbaru