Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Jakarta, APGtimes.com — Nilai tukar rupiah menguat tipis pada akhir pekan perdagangan, Sabtu (6/6/2026), setelah sebelumnya sempat mengalami tekanan di pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp18.036 per dollar Amerika Serikat (AS). Posisi tersebut menguat 13 poin atau 0,07 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sementara itu, sejumlah platform perdagangan global mencatat pergerakan yang berbeda karena mengikuti transaksi pasar internasional yang masih berlangsung setelah pasar domestik tutup.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menunjukkan kurs rupiah berada di level Rp18.039 per dollar AS pada Jumat dan relatif stabil dibandingkan hari sebelumnya.

Meski mencatat penguatan tipis, nilai tukar rupiah masih berada di atas level psikologis Rp18.000 per dollar AS.

BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan pemerintah dan bank sentral terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga :  Wako Alfin Terima DPD RI dan OJK, Dorong Penguatan UMKM Sungai Penuh

Menurut Perry, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci dalam menghadapi tekanan global yang memengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah.

Ia menegaskan koordinasi tersebut tidak hanya berfokus pada stabilitas ekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Koordinasi fiskal dan moneter terus kami perkuat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan,” ujar Perry.

Fokus Tarik Kembali Modal Asing

Pemerintah dan Bank Indonesia kini memprioritaskan dua langkah utama untuk memperkuat rupiah.

Langkah pertama yaitu meningkatkan daya tarik instrumen keuangan domestik agar investor asing kembali menanamkan modal di Indonesia.

Menurut Perry, kenaikan suku bunga di sejumlah negara telah mendorong arus keluar modal dari pasar keuangan Indonesia.

Kondisi tersebut memengaruhi pasar saham dan Surat Berharga Negara (SBN).

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp17.861 per Dolar AS, Pengrajin Tahu Keluhkan Harga Kedelai Naik

Karena itu, pemerintah dan BI berupaya menjaga tingkat imbal hasil atau yield agar tetap kompetitif di mata investor global.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap aliran modal asing dapat kembali masuk dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Rupiah Masih Hadapi Tantangan Global

Meski menunjukkan penguatan, rupiah masih menghadapi berbagai tantangan eksternal.

Tekanan berasal dari tingginya suku bunga global, ketidakpastian ekonomi dunia, serta meningkatnya tensi geopolitik di sejumlah kawasan.

Faktor-faktor tersebut membuat pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, tetap berada dalam tekanan.

Bank Indonesia memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai instrumen kebijakan yang tersedia.

Selain itu, pemerintah dan BI berkomitmen menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia di tengah dinamika pasar global.

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta
Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya
Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Prabowo, Pekan Depan Bisa ke Rp17.700
Bank Danamon Ungkap Kunci Ekonomi RI Tembus 6 Persen: Investasi Harus Ciptakan Lapangan Kerja
Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, Antam Tembus Rp2,8 Juta per Gram
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2,71 Juta
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:59 WIB

Mulai Oktober 2026, QRIS Bebas Biaya untuk Semua Merchant hingga Rp100.000

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp37.000, Cek Daftar Terbarunya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Prabowo, Pekan Depan Bisa ke Rp17.700

Berita Terbaru