Sapi Kurban 1,1 Ton Milik Rozi di Tangerang Dibeli Prabowo Rp122 Juta

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik ternak sapi, Muhammad Rozi, saat sedang mengelus badan Sambo, sapi jenis Brangus yang dipilih Prabowo Subianto untuk berqurban di Kota Tangerang.(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Pemilik ternak sapi, Muhammad Rozi, saat sedang mengelus badan Sambo, sapi jenis Brangus yang dipilih Prabowo Subianto untuk berqurban di Kota Tangerang.(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Tangerang, APGtimes.com — Peternak sapi asal Tangerang, Muhammad Rozi, menjual sapi kurban berbobot 1,1 ton bernama Sambo kepada Prabowo Subianto untuk Idul Adha 2026.

Rozi memelihara sapi jenis Brangus tersebut selama tiga tahun hingga akhirnya lolos seleksi hewan kurban presiden.

“Bobotnya sudah ditimbang 1,1 ton. Mungkin sekarang sudah lebih dari 1.100 kilogram,” ujar Rozi saat ditemui di kandangnya di Cipondoh, Kamis (14/5).

Rozi Rawat Sambo dengan Perawatan Khusus

Rozi membeli Sambo dari Jawa Timur saat sapi itu masih berusia dua tahun.

Selama masa perawatan, Rozi menjaga pola makan dan kebersihan Sambo agar pertumbuhannya maksimal.

“Makannya teratur dan kebersihannya juga teratur. Pagi kita mandikan, sore sebelum tidur kita mandikan lagi,” kata Rozi.

Rozi memandikan Sambo dua kali sehari, yakni pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB.

Untuk pakan, Sambo mengonsumsi ampas tahu, rumput, jerami, konsentrat, hingga limbah singkong.

Baca Juga :  Tito Karnavian Ungkap Kondisi Terbaru Banjir Padang, Pastikan Tak Ada Kerusakan Berat

“Kalau ampas tahu sekitar 30 kilogram sehari. Konsentrat satu kilogram, singkong bisa tiga kilogram,” ujarnya.

Selain itu, Sambo juga menghabiskan sekitar 30 liter air setiap hari.

Nama Sambo Muncul saat Kasus Ferdy Sambo Ramai

Rozi memberi nama Sambo karena bentuk tubuh sapi yang besar dan berwarna hitam. Tinggi sapi tersebut mencapai 160 sentimeter dengan panjang sekitar tiga meter.

Nama itu muncul saat kasus Ferdy Sambo ramai diberitakan pada 2023.

“Waktu itu lagi ramai di TV soal Sambo. Pas sapi saya datang, saya bilang ‘wah kayak Sambo nih, seram’. Akhirnya nama itu terus dipakai sampai sekarang,” ujar Rozi.

Meski memiliki nama yang identik dengan sosok menyeramkan, Rozi menyebut Sambo justru memiliki sifat manja dan tidak agresif.

Sambo Jalani Seleksi Ketat Hewan Kurban Presiden

Rozi mengaku sudah lima kali mengajukan sapi untuk mengikuti seleksi hewan kurban presiden.

Baca Juga :  PT Tren Gen Horizon Resmi Kantongi HAKI dari DJKI, Perkuat Bisnis Periklanan Digital

Namun, beberapa sapi miliknya gagal lolos karena masalah kesehatan dan bobot yang belum memenuhi syarat.

Menurut Rozi, petugas menjalankan proses seleksi dengan sangat ketat. Petugas memeriksa darah, air liur, hingga kotoran sapi sebelum menentukan kelulusan.

“Kalau hasil laboratorium sudah lulus baru bisa lanjut. Menjelang pengiriman juga dicek lagi kesehatannya,” tutur dia.

Sambo akhirnya lolos seleksi dan terjual dengan harga Rp122 juta. Harga tersebut menjadi yang tertinggi di kandang milik Rozi.

“Sambo Rp122 juta, alhamdulillah paling tinggi,” kata dia.

Sambo juga menjadi sapi kedua milik Rozi yang terpilih sebagai hewan kurban presiden setelah sapi jenis Limosin bernama Bruno masuk daftar hewan kurban Presiden pada 2025.

Rozi mengaku bangga karena kerja kerasnya merawat ternak selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.

“Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti enggak sia-sia merawat sapi sampai akhirnya masuk pilihan Presiden,” ucapnya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Stok Aman hingga Mei 2027
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 20:09 WIB

CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB