Tangerang, APGtimes.com — Peternak sapi asal Tangerang, Muhammad Rozi, menjual sapi kurban berbobot 1,1 ton bernama Sambo kepada Prabowo Subianto untuk Idul Adha 2026.
Rozi memelihara sapi jenis Brangus tersebut selama tiga tahun hingga akhirnya lolos seleksi hewan kurban presiden.
“Bobotnya sudah ditimbang 1,1 ton. Mungkin sekarang sudah lebih dari 1.100 kilogram,” ujar Rozi saat ditemui di kandangnya di Cipondoh, Kamis (14/5).
Rozi Rawat Sambo dengan Perawatan Khusus
Rozi membeli Sambo dari Jawa Timur saat sapi itu masih berusia dua tahun.
Selama masa perawatan, Rozi menjaga pola makan dan kebersihan Sambo agar pertumbuhannya maksimal.
“Makannya teratur dan kebersihannya juga teratur. Pagi kita mandikan, sore sebelum tidur kita mandikan lagi,” kata Rozi.
Rozi memandikan Sambo dua kali sehari, yakni pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB.
Untuk pakan, Sambo mengonsumsi ampas tahu, rumput, jerami, konsentrat, hingga limbah singkong.
“Kalau ampas tahu sekitar 30 kilogram sehari. Konsentrat satu kilogram, singkong bisa tiga kilogram,” ujarnya.
Selain itu, Sambo juga menghabiskan sekitar 30 liter air setiap hari.
Nama Sambo Muncul saat Kasus Ferdy Sambo Ramai
Rozi memberi nama Sambo karena bentuk tubuh sapi yang besar dan berwarna hitam. Tinggi sapi tersebut mencapai 160 sentimeter dengan panjang sekitar tiga meter.
Nama itu muncul saat kasus Ferdy Sambo ramai diberitakan pada 2023.
“Waktu itu lagi ramai di TV soal Sambo. Pas sapi saya datang, saya bilang ‘wah kayak Sambo nih, seram’. Akhirnya nama itu terus dipakai sampai sekarang,” ujar Rozi.
Meski memiliki nama yang identik dengan sosok menyeramkan, Rozi menyebut Sambo justru memiliki sifat manja dan tidak agresif.
Sambo Jalani Seleksi Ketat Hewan Kurban Presiden
Rozi mengaku sudah lima kali mengajukan sapi untuk mengikuti seleksi hewan kurban presiden.
Namun, beberapa sapi miliknya gagal lolos karena masalah kesehatan dan bobot yang belum memenuhi syarat.
Menurut Rozi, petugas menjalankan proses seleksi dengan sangat ketat. Petugas memeriksa darah, air liur, hingga kotoran sapi sebelum menentukan kelulusan.
“Kalau hasil laboratorium sudah lulus baru bisa lanjut. Menjelang pengiriman juga dicek lagi kesehatannya,” tutur dia.
Sambo akhirnya lolos seleksi dan terjual dengan harga Rp122 juta. Harga tersebut menjadi yang tertinggi di kandang milik Rozi.
“Sambo Rp122 juta, alhamdulillah paling tinggi,” kata dia.
Sambo juga menjadi sapi kedua milik Rozi yang terpilih sebagai hewan kurban presiden setelah sapi jenis Limosin bernama Bruno masuk daftar hewan kurban Presiden pada 2025.
Rozi mengaku bangga karena kerja kerasnya merawat ternak selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.
“Alhamdulillah, rasanya bangga. Berarti enggak sia-sia merawat sapi sampai akhirnya masuk pilihan Presiden,” ucapnya. (dr*)









