Nasib 1,6 Juta Guru Honorer Terancam, DPR Desak Prabowo Angkat Semua Jadi PNS

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi guru honorer dan tenaga pendidik di sekolah negeri saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Ilustrasi guru honorer dan tenaga pendidik di sekolah negeri saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Jakarta, APGtimes.com — Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu Hadrian Irfani, mengusulkan Presiden Prabowo Subianto mengangkat seluruh guru di Indonesia menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Usulan tersebut muncul setelah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2026 tentang Penugasan Guru Non-ASN di sekolah negeri.

Dalam surat edaran itu, pemerintah hanya memperbolehkan penugasan guru honorer di sekolah negeri hingga 31 Desember 2026.

DPR Minta Penghapusan Status Guru Honorer

Lalu Hadrian menilai pemerintah perlu menghapus pengelompokan status guru yang selama ini terbagi menjadi ASN, PPPK, hingga PPPK paruh waktu.

“Kami meminta Presiden Prabowo untuk menghapus kastanisasi guru. Tidak boleh lagi ada pengelompokan status guru yang menimbulkan disparitas,” ujar Lalu Hadrian, Senin (11/5/2026).

Ia menegaskan pemerintah sebaiknya menerapkan satu status guru nasional, yakni PNS.

Menurutnya, sistem pengelompokan status guru selama ini menciptakan ketimpangan dan ketidakpastian karier bagi tenaga pendidik.

Baca Juga :  Praktik Curang di Program MBG, KDMP, Dudung: Akan Ditindak

Karena itu, Lalu Hadrian meminta pemerintah menyusun ulang tata kelola guru secara menyeluruh, mulai dari rekrutmen hingga peningkatan kesejahteraan.

“Jika seluruh guru direkrut melalui satu sistem nasional melalui CPNS, maka distribusi tenaga pendidik, pengembangan kompetensi, serta kesejahteraan guru akan lebih terukur dan berkeadilan,” katanya.

DPR Minta Pemerintah Data Ulang Kebutuhan Guru

Selain itu, politikus PKB tersebut meminta pemerintah menghitung ulang kebutuhan guru nasional secara akurat.

Ia meminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Badan Kepegawaian Negara, dan Kemendikdasmen memperkuat koordinasi dalam menyelesaikan persoalan guru honorer.

“Kemenpan RB, BKN dan Kemdikdasmen harus sinergi mengatasi persoalan status guru ini,” ujarnya.

Menurut Lalu Hadrian, pemerintah tidak boleh hanya fokus pada perubahan istilah administratif tanpa menjamin masa depan para guru.

“Pemerintah harus menghitung ulang secara akurat jumlah kebutuhan dan ketersediaan guru di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :  Kementerian P2MI Resmi Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman

Kemendikdasmen Sebut Penataan Honorer Amanat UU ASN

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan penataan guru honorer merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Menurut Abdul Mu’ti, pemerintah wajib melakukan penataan pegawai non-ASN secara bertahap di instansi pusat maupun daerah.

“Aturan ini dirancang untuk memberikan kepastian status bagi pegawai pemerintah, termasuk guru dan tenaga kependidikan,” kata Abdul Mu’ti.

Ia memastikan guru honorer yang sudah terdata dan masih aktif mengajar tetap dapat menjalankan tugas seperti biasa.

Selain itu, Kemendikdasmen mengklaim kebijakan tersebut bertujuan menjaga keberlangsungan pembelajaran sekaligus memperbaiki tata kelola kebutuhan guru nasional.

“Melalui pembenahan tata kelola yang lebih terencana, maka kebutuhan guru di masa depan dapat terpenuhi secara tepat jumlah dan tepat sasaran,” ujar Abdul Mu’ti. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Panggil Pertamina, Waspadai Lonjakan Konsumsi Pertalite Usai Pertamax Naik
Sidang Blueray Cargo Bongkar Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar ke Bea Cukai, BPOM, dan Kemendag
Harga Pertalite Hari Ini 13 Juni 2026 Tetap Rp10.000 per Liter, Stok Dipastikan Aman
DPR Minta Audit 6.877 Dapur MBG, Potensi Pemborosan Capai Rp1 Triliun
Pertalite Langka Usai Harga Pertamax Naik, Warga dan Ojol Kelimpungan
Daftar Harga Pupuk Subsidi dan Non Subsidi Juni 2026, Urea hingga NPK Terbaru
Arab Saudi dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Pariwisata
63 Ribu Jemaah Haji Sudah Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Sampaikan Kabar Terbaru
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 15:09 WIB

DPR Panggil Pertamina, Waspadai Lonjakan Konsumsi Pertalite Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:09 WIB

Sidang Blueray Cargo Bongkar Dugaan Aliran Dana Rp91 Miliar ke Bea Cukai, BPOM, dan Kemendag

Sabtu, 13 Juni 2026 - 11:09 WIB

Harga Pertalite Hari Ini 13 Juni 2026 Tetap Rp10.000 per Liter, Stok Dipastikan Aman

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:09 WIB

DPR Minta Audit 6.877 Dapur MBG, Potensi Pemborosan Capai Rp1 Triliun

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

Pertalite Langka Usai Harga Pertamax Naik, Warga dan Ojol Kelimpungan

Berita Terbaru