Dedi Mulyadi Usul Pajak Kendaraan Dihapus dan Diganti Jalan Berbayar

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Bandung, APGtimes.com — Dedi Mulyadi mengusulkan penghapusan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat dan menggantinya dengan sistem jalan berbayar.

Usulan tersebut memicu pro dan kontra di tengah masyarakat karena menyangkut regulasi, kesiapan infrastruktur, hingga sistem penerapannya.

Dedi Mulyadi Usul Jalan Provinsi Berbayar

Dedi Mulyadi menyampaikan gagasan tersebut dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat pada Senin (11/5).

Ia meminta pemerintah menghapus pajak kendaraan bermotor dan menggantinya dengan pungutan berbasis penggunaan jalan.

“Pajak kendaraan bermotor dihilangkan, diganti dengan jalan berbayar. Jadi masuk jalan provinsi yang kualitasnya setara jalan tol, bayar,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, sistem tersebut lebih adil karena hanya pengguna jalan aktif yang membayar.

Ia menilai sistem pajak kendaraan saat ini kurang tepat karena pemilik kendaraan tetap membayar pajak meski kendaraan jarang dipakai.

“Mobil yang dipakai dan tidak dipakai bayar pajaknya sama. Kalau jalan berbayar, siapa yang menggunakan jalan provinsi, dia yang bayar,” katanya.

Baca Juga :  13 Kepala Sekolah di Muaro Jambi Mundur Usai Pelantikan, Ada Apa?

Pemprov Jabar Mulai Kaji Wacana

Meski begitu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih mengkaji wacana tersebut dan belum menjadikannya kebijakan resmi.

Dedi mengatakan pemerintah akan melibatkan akademisi, pakar transportasi, Dinas Perhubungan, hingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat dalam proses kajian.

“Ya kajian akademik dong, nanti dengan pakar transportasi dan para akademisi,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, usulan tersebut juga berkaitan dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik yang saat ini tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

Ia menilai kendaraan listrik tetap memakai jalan dan tetap memberi beban terhadap infrastruktur.

Dedi Minta Jalan Provinsi Setara Tol

Dedi menegaskan pemerintah harus meningkatkan kualitas seluruh jalan provinsi sebelum menerapkan sistem jalan berbayar.

“Seluruh jalan provinsi harus memenuhi syarat seperti jalan tol,” ucapnya.

Baca Juga :  Harimau Berkeliaran di Kerinci, Desa Ujung Ladang Minta BKSDA Jambi Segera Bertindak

Ia menilai masyarakat harus mendapatkan kualitas jalan yang baik jika pemerintah menerapkan pungutan berbasis penggunaan jalan.

Selain itu, Dedi juga menyiapkan konsep pembayaran digital tanpa sistem tempel kartu seperti jalan tol saat ini.

“Nanti ada sistem digital, teknologinya sudah ada dan dipakai di negara lain,” katanya.

Pengamat Nilai Wacana Sulit Terlaksana

Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai usulan tersebut sulit terlaksana dalam waktu dekat.

Menurut Acuviarta, pemerintah harus mengubah sejumlah regulasi nasional sebelum menjalankan sistem jalan berbayar.

“Secara regulasi tidak ada aturan hukumnya seperti itu,” ujar Acuviarta.

Ia menyarankan pemerintah lebih fokus mengoptimalkan penerimaan pajak yang sudah ada, termasuk tunggakan pajak kendaraan bermotor dan pendapatan BUMD.

Acuviarta juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan di Jawa Barat yang belum siap untuk mendukung konsep jalan berbayar. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dana BTT Rp4,68 Miliar untuk Depo Sampah Jambi Disorot, Maulana Beri Penjelasan
Polres Sarolangun Bongkar Jaringan Narkoba, Sita 53.000 Pil Ekstasi dan 897 Vape Narkoba
11 Mitra SPPG Laporkan Yayasan MBG di Jambi, Dugaan Pemalsuan Dokumen Diselidiki
ASN Jambi Viral Bahas Gaji Ke-13, Pemkot Siapkan Pemanggilan
Tiang Karamentang Tiba, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Tunjukkan Semangat Gotong Royong
Tak Terima Dipindah ke Sekolah Jauh, Sejumlah Kepala Sekolah di Merangin Pilih Mundur
Pemulangan Haji 2026, PPIH Jambi Larang Penjemputan di Asrama
Harga Sawit Batang Hari Naik ke Rp2.600 per Kg, Petani Minta Harga Tembus Rp3.000
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:09 WIB

Dana BTT Rp4,68 Miliar untuk Depo Sampah Jambi Disorot, Maulana Beri Penjelasan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:09 WIB

Polres Sarolangun Bongkar Jaringan Narkoba, Sita 53.000 Pil Ekstasi dan 897 Vape Narkoba

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:07 WIB

11 Mitra SPPG Laporkan Yayasan MBG di Jambi, Dugaan Pemalsuan Dokumen Diselidiki

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:09 WIB

ASN Jambi Viral Bahas Gaji Ke-13, Pemkot Siapkan Pemanggilan

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:09 WIB

Tiang Karamentang Tiba, Masyarakat Luhah Rio Mendiho Tunjukkan Semangat Gotong Royong

Berita Terbaru