Balikpapan, APGtimes.com – Kodam VI/Mulawarman membeberkan kronologi meninggalnya Anisa Muyassaroh, peserta Pendidikan Dasar Militer (Diklatsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), yang menjalani pelatihan di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kodam menjelaskan Anisa mengalami gangguan kesehatan saat mengikuti pendidikan militer. Tim kesehatan kemudian memberikan penanganan awal sebelum merujuknya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan lebih lanjut.
Alami Heat Stroke Saat Pendidikan
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Anisa mengalami heat stroke atau serangan panas berat. Kondisi tersebut memicu gangguan pada sejumlah organ tubuh hingga akhirnya korban meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif.
Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Kodam juga memastikan seluruh proses penanganan medis berlangsung sesuai prosedur yang berlaku.
Lolos Pemeriksaan Kesehatan
Sebelum mengikuti Diklatsarmil, Anisa menjalani pemeriksaan kesehatan bersama seluruh peserta lainnya.
Tim medis menyatakan Anisa memenuhi seluruh persyaratan kesehatan sehingga berhak mengikuti pendidikan dasar militer.
Selama proses perawatan, Kodam bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan dan tim kesehatan untuk memberikan pendampingan kepada korban serta keluarganya.
Evaluasi Pengawasan Kesehatan Peserta
Kodam VI/Mulawarman menilai peristiwa tersebut menjadi perhatian penting dalam pelaksanaan pendidikan yang melibatkan aktivitas fisik tinggi.
Karena itu, satuan akan terus memperkuat pengawasan terhadap kondisi kesehatan peserta selama menjalani pelatihan.
Selain itu, Kodam memastikan koordinasi dengan keluarga korban terus berjalan sejak proses perawatan, pemulangan jenazah, hingga penyerahan di rumah duka.
DPR Minta Program Dievaluasi
Kasus meninggalnya Anisa menjadi salah satu dari tiga kasus kematian peserta latihan dasar militer calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di sejumlah daerah.
Menanggapi kejadian tersebut, Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin meminta pemerintah mengevaluasi materi latihan dasar militer agar keselamatan peserta tetap menjadi prioritas tanpa mengurangi tujuan program. (aw*)









