Razia Scammer di Kamboja Picu Lonjakan, Hampir 12 Ribu WNI Minta Dipulangkan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah di Jakarta, Rabu (1/7/2026). (KOMPAS.COM/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah di Jakarta, Rabu (1/7/2026). (KOMPAS.COM/Febrianto Adi Saputro)(Febrianto Adi Saputro)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat 11.986 warga negara Indonesia (WNI) meminta bantuan pulang dari Kamboja sepanjang Januari hingga Juni 2026. Angka tersebut melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan ribuan WNI datang langsung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Phnom Penh untuk mengajukan permohonan pemulangan.

“Sebanyak 11.986 WNI datang ke KBRI Phnom Penh untuk meminta bantuan pemulangan,” ujar Heni di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Razia Scammer Picu Lonjakan Permohonan

Heni menjelaskan sepanjang 2025 KBRI Phnom Penh menerima 5.088 permohonan pemulangan.

Baca Juga :  ABK WNI Hilang Usai Serangan Drone di Yaman, Kemenlu Temui Keluarga

Namun, jumlah tersebut melonjak tajam pada semester pertama 2026.

Menurut Heni, razia besar-besaran terhadap pusat penipuan daring atau scam center di Kamboja memicu peningkatan tersebut.

Akibat operasi itu, banyak WNI memilih mengajukan permohonan pulang ke Indonesia.

Kemlu Data Ribuan WNI di Detensi

Kemlu juga mencatat 1.840 WNI masih berada di sejumlah tempat detensi di Kamboja hingga Juni 2026.

Sebanyak 200 WNI berada di Detensi Pochentong.

Kemudian, 592 WNI menempati lokasi detensi Pochentong lainnya.

Selain itu, 948 WNI berada di Detensi Banteay, sedangkan 100 WNI berada di Detensi Phnom Penh.

Baca Juga :  Destry Damayanti Calon Gubernur BI, DPR Siapkan Uji Kelayakan

Di sisi lain, KBRI Phnom Penh juga menampung sejumlah WNI sambil menunggu proses kepulangan.

Pemerintah Percepat Proses Pemulangan

Kemlu terus menerbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi para WNI yang akan pulang.

Selain itu, pemerintah juga bernegosiasi dengan otoritas Kamboja agar para WNI tidak menanggung denda keimigrasian.

Sementara itu, Kemlu tetap mendorong WNI yang memiliki kemampuan finansial untuk membiayai kepulangan secara mandiri.

Kemlu juga mengimbau masyarakat agar menggunakan jalur resmi ketika bekerja di luar negeri. Langkah itu penting untuk menghindari praktik penipuan dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB