1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Mensos Siapkan Sanksi hingga Pemecatan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menghadiri MPLS SRT 1 Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026)(KOMPAS.COM/ADINDA BUNGA KUSUMA WARDANI)

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menghadiri MPLS SRT 1 Sukoharjo, Sabtu (1/8/2026)(KOMPAS.COM/ADINDA BUNGA KUSUMA WARDANI)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkap temuan 1.900 pegawai Kementerian Sosial (Kemensos) yang terindikasi bermain judi online. Bahkan, beberapa pegawai diduga mengakses judi online saat jam kerja.

Saifullah menyampaikan temuan tersebut di Kantor Kemensos Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

“Kelihatan banget namanya siapa, mainnya berapa, jam berapa dia main, bahkan ada yang main pada saat jam kantor,” kata Saifullah.

1.900 Pegawai Terindikasi Judi Online

Berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kemensos mencatat 1.900 pegawai yang masuk dalam daftar indikasi judi online.

Data tersebut mencakup 42 PNS dan sekitar 1.800 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sisanya berasal dari PPPK paruh waktu.

Baca Juga :  Prabowo Targetkan 100.000 Sekolah Diperbaiki pada 2028, 71.744 Sudah Direvitalisasi

Saifullah mengatakan pihaknya sudah mengantongi informasi mengenai dugaan pelanggaran disiplin pegawai. Tingkat pelanggaran tersebut beragam, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Menurutnya, setiap pegawai harus menjaga kepercayaan yang diberikan negara. Karena itu, Kemensos akan menjatuhkan sanksi jika pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran hukum.

Sanksi Bisa Berujung Pemberhentian

Saifullah memastikan Kemensos akan memberikan sanksi kepada pegawai yang terbukti bermain judi online.

“Saya pastikan, saya akan beri sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku, mulai dari peringatan sampai nanti mungkin juga pemberhentian. Bagi P3K, ada kemungkinan tidak akan kita lanjutkan kontraknya,” ujar Saifullah.

Saat ini, Inspektorat Jenderal Kemensos tengah memeriksa dan memvalidasi 1.900 data tersebut. Proses tersebut bertujuan memastikan siapa saja yang benar-benar terlibat.

Baca Juga :  Sudaryono Tegas Bersih-bersih BGN, ASN dan PPPK Main Judol Terancam Dipecat

“Yang awalnya terindikasi dan terbukti. Ini sedang kita verifikasi, sedang kita validasi. Jika nanti benar-benar terbukti, maka kita akan berikan sanksi,” tuturnya.

Mensos Ingatkan Disiplin Pegawai

Saifullah mengaku prihatin dengan temuan tersebut. Ia menilai pegawai Kemensos harus menjadi contoh dalam menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan.

Menurut dia, Kemensos memiliki tanggung jawab memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial kepada masyarakat.

Karena itu, pegawai Kemensos juga harus menjaga kedisiplinan dan menjalankan tugas secara bertanggung jawab.

“Paling tidak ini bisa jadi cerminan buat kita. Kita punya tugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial sesuai arahan Bapak Presiden, maka kita sendiri harus disiplin,” kata Saifullah. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB