Jiaxing, APGtimes.com – Teknologi kecerdasan buatan (AI) membantu seorang pria di China mengetahui kanker pankreas yang luput dari pemeriksaan awal dokter. Sistem AI menemukan kelainan tersebut setelah rumah sakit meninjau ulang hasil CT scan yang sebelumnya tidak menunjukkan masalah serius.
Pria bermarga Fang itu datang ke sebuah rumah sakit di Jiaxing, Provinsi Zhejiang, China timur, pada awal 2025. Ia mengeluhkan batuk yang berlangsung cukup lama.
Dokter kemudian melakukan CT scan pada bagian dada untuk mencari penyebab keluhannya. Hasil pemeriksaan awal tidak menunjukkan kelainan sehingga Fang pulang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.
Beberapa hari kemudian, pihak rumah sakit kembali menghubungi Fang. Tim medis saat itu menggunakan sistem AI untuk meninjau ulang hasil CT scan dan mencari kemungkinan kelainan yang terlewat dalam pemeriksaan pertama.
AI menemukan kelainan pada pankreas
Saat meninjau hasil CT scan, sistem AI menemukan bayangan mencurigakan pada bagian pankreas Fang. Padahal, pemeriksaan awal berfokus pada bagian dada karena Fang datang dengan keluhan batuk.
Dokter kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan. Hasilnya menunjukkan bahwa bayangan tersebut merupakan tumor neuroendokrin pankreas, salah satu jenis kanker pankreas yang tergolong langka.
Dokter menemukan tumor tersebut pada tahap yang masih memungkinkan untuk mendapatkan penanganan lebih cepat. Fang kemudian menjalani operasi minimal invasif pada April 2025 untuk mengangkat tumor.
“Tanpa peringatan dari AI tersebut, saya mungkin sudah kehilangan kesempatan,” ujar Fang, sebagaimana dikutip dari HangzhouChina.
Damo Panda bantu mencari tanda kanker
Sistem AI yang menemukan kelainan pada Fang bernama Damo Panda. Damo Academy, lembaga riset milik Alibaba, mengembangkan teknologi tersebut untuk membantu dokter mendeteksi kanker pankreas.
Damo Panda memanfaatkan hasil CT scan yang sudah dimiliki pasien. Sistem kemudian menganalisis gambar tersebut untuk mencari tanda-tanda penyakit lain yang mungkin tidak menjadi fokus pemeriksaan awal.
Metode seperti ini dikenal sebagai opportunistic screening. Pendekatan tersebut memungkinkan tenaga medis memanfaatkan data pemeriksaan yang sudah tersedia untuk mencari penyakit lain tanpa meminta pasien menjalani pemeriksaan tambahan.
Dalam kasus Fang, dokter menggunakan CT scan untuk memeriksa keluhan batuk. Namun, sistem AI justru menemukan indikasi tumor pada pankreas dari hasil pemeriksaan yang sama.
Zhang Ling, pakar algoritma senior di Damo Academy, menggambarkan kemampuan tersebut seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami. Menurutnya, AI dapat membantu dokter menemukan tanda penyakit yang sulit terlihat dalam pemeriksaan biasa.
Sudah menganalisis lebih dari 180.000 CT scan
Kemampuan Damo Panda juga terlihat dari penerapannya di Rumah Sakit Rakyat Afiliasi Universitas Ningbo, Zhejiang. Rumah sakit tersebut mulai menggunakan sistem AI itu sejak akhir 2024.
Hingga kini, Damo Panda telah membantu meninjau lebih dari 180.000 CT scan dada dan perut. Dari jumlah tersebut, sistem AI menemukan lebih dari 20 kasus kanker pankreas.
Sebanyak 14 kasus masuk kategori kanker pankreas tahap awal. Kondisi tersebut memberi peluang bagi dokter untuk melakukan penanganan lebih cepat.
“Untuk beberapa pasien ini, saya bisa mengatakan dengan pasti bahwa AI telah menyelamatkan mereka,” kata Zhu Kelei, wakil presiden rumah sakit tersebut.
Penggunaan teknologi ini juga mulai meluas ke sejumlah fasilitas kesehatan tingkat kabupaten di Zhejiang, Yunnan, Hunan, dan Shanxi.
Dapat status khusus dari FDA
Damo Panda kini telah mendapatkan status “breakthrough device” dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Status tersebut menjadi salah satu pencapaian penting bagi teknologi AI medis yang dikembangkan perusahaan teknologi China.
Pengakuan dari FDA berpotensi membuka peluang bagi Damo Panda untuk memperluas penerapannya ke layanan kesehatan di berbagai negara.
Meski demikian, teknologi AI seperti Damo Panda tetap berfungsi sebagai alat bantu bagi tenaga medis. Dokter tetap perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang sesuai. (de*)









