Siapa Memimpin Kota Sungai Penuh Mendatang?

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pilkada memang masih jauh. Belum waktunya orang memasang baliho, membentuk tim sukses, apalagi mengumbar janji politik. Namun, masyarakat tidak pernah terlalu cepat untuk berpikir. Justru jauh sebelum pesta demokrasi dimulai, masyarakat perlu mulai bertanya: siapa yang layak memimpin Kota Sungai Penuh ke depan?

Pertanyaan itu penting karena pemimpin tidak lahir dalam satu malam. Ia tumbuh dari rekam jejak, pengalaman, kemampuan, ketokohan, dan tentu saja kepercayaan masyarakat.

Kalau kita menoleh ke belakang, kita tidak boleh melupakan sosok Fauzi Siin, Bupati Kerinci dua periode yang menjadi salah satu pencetus berdirinya Kota Sungai Penuh. Ia meletakkan pondasi penting bagi kota ini. Pondasi itu bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga semangat persatuan.

Kota Sungai Penuh memiliki semboyan sedenting bak besi, saciok bak ayam. Semboyan itu bukan sekadar rangkaian kata. Ia mengandung pesan tentang kebersamaan. Masyarakat harus menyatukan langkah jika ingin membangun kota.

Sayangnya, dalam perjalanan politik Kota Sungai Penuh, ada satu kenyataan yang patut kita renungkan.

Sampai hari ini, belum ada putra Sungai Penuh, Dusun Baru, dan Pondok Tinggi yang duduk sebagai wali kota. Untuk posisi wakil wali kota, beberapa putra terbaik Pondok Tinggi pernah mendapat kepercayaan masyarakat.

Lalu muncul pertanyaan sederhana: apakah tiga dusun ini kekurangan orang pintar?

Tidak.

Apakah tiga dusun ini tidak memiliki tokoh berpengaruh?

Baca Juga :  PAN Pecat Lalu Ahmad Zaini Usai OTT KPK, Jabatan Ketua DPW NTB Langsung Dicabut

Juga tidak.

Tokohnya ada. Orang berilmunya banyak. Orang yang memiliki pengalaman juga tidak sedikit. Bahkan, sebagian putra terbaik dari tiga dusun tersebut justru berhasil membangun daerah lain, bekerja di luar daerah, dan membuktikan kemampuan mereka.

Lantas, mengapa belum ada yang menjadi wali kota?

Jawabannya mungkin pahit, tetapi kita perlu berani mengatakannya: kita belum cukup kompak.

Kita sering memiliki banyak tokoh, tetapi tidak selalu memiliki satu tujuan. Tokoh masyarakat mudah dipengaruhi kepentingan sesaat. Sebagian tokoh adat mudah terbawa iming-iming. Anak-anak muda pun terkadang mudah dipecah karena perbedaan pilihan.

Politik memang selalu menawarkan banyak pilihan. Tetapi pilihan politik tidak seharusnya membuat masyarakat kehilangan persaudaraan.

Kita boleh berbeda pilihan. Kita boleh mendukung calon yang berbeda. Namun, ketika kepentingan tiga dusun bertemu dengan kepentingan Kota Sungai Penuh, kita harus mampu duduk bersama.

Karena itu, pengalaman masa lalu seharusnya menjadi pelajaran. Jangan terus mengulang kesalahan yang sama.

Sudah waktunya tiga dusun ini membangun kekuatan bersama. Bukan kekuatan untuk menjatuhkan siapa pun, melainkan kekuatan untuk melahirkan pemimpin yang mampu membawa Kota Sungai Penuh maju.

Banyak putra terbaik tiga dusun yang berada di dalam maupun di luar daerah. Mereka memiliki pendidikan, pengalaman, jaringan, dan kemampuan. Mereka telah membuktikan diri di tempat lain.

Baca Juga :  Tokoh Adat Enam Luhah Siapkan Gelar Kehormatan untuk Wali Kota Alfin, Kenduri Sko Jadi Momen Bersejarah

Sekarang pertanyaannya kembali kepada kita.

Apakah kita akan terus berkiblat ke mudik atau ke hilir?

Atau kita mulai melihat ke dalam diri sendiri dan memberi kesempatan kepada putra daerah untuk memimpin?

Tentu, memimpin Kota Sungai Penuh bukan hak eksklusif satu dusun. Siapa pun yang memiliki kemampuan, integritas, visi, dan dukungan masyarakat berhak maju. Tetapi masyarakat juga berhak membangun kesadaran politik agar putra-putra terbaik daerah tidak terus kehilangan kesempatan hanya karena masyarakat gagal menyatukan langkah.

Kita tidak perlu menunggu Pilkada semakin dekat untuk mulai berpikir. Tidak perlu menunggu baliho memenuhi jalan untuk menentukan sikap.

Mulailah sekarang. Bangun komunikasi. Satukan tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, perempuan, dan seluruh elemen masyarakat.

Bukan untuk memecah Kota Sungai Penuh, tetapi justru untuk memperkuatnya.

Sebab pemimpin yang baik tidak hanya membutuhkan kemampuan. Ia membutuhkan masyarakat yang percaya, kompak, dan berani menentukan masa depannya sendiri.

Ayo bangkit. Ayo bersatu. Jangan lagi mudah dipecah.

Kita tidak sedang memperebutkan masa lalu. Kita sedang menentukan masa depan.

Dan masa depan itu bukan untuk kita nikmati sendiri. Anak cucu kita yang akan menerimanya.

Sudah saatnya kita bertanya kepada diri sendiri: kalau bukan kita yang menentukan arah kota ini, siapa lagi? Kalau bukan sekarang kita bersatu, kapan lagi? (Suara anok ngroe)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAN Pecat Lalu Ahmad Zaini Usai OTT KPK, Jabatan Ketua DPW NTB Langsung Dicabut
Ramai Dipertanyakan, PDI-P Jelaskan Posisi Politiknya terhadap Prabowo
Karir Politik Ade Armando di PSI Tamat Setelah Laporan Polisi
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:20 WIB

Siapa Memimpin Kota Sungai Penuh Mendatang?

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:09 WIB

PAN Pecat Lalu Ahmad Zaini Usai OTT KPK, Jabatan Ketua DPW NTB Langsung Dicabut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:09 WIB

Ramai Dipertanyakan, PDI-P Jelaskan Posisi Politiknya terhadap Prabowo

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:55 WIB

Karir Politik Ade Armando di PSI Tamat Setelah Laporan Polisi

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB