Jakarta, APGtimes.com – Setelah dilapor ke polisi Ade Armando resmi mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Komisaris PT PLN Nusantara Power itu mengundurkan diri setelah gelombang tekanan politik terhadap dirinya, pada Selasa (5/5/2026).
Ia terlibat kasus dugaan pemotongan video ceramah Jusuf Kalla yang dilakukannya, sehingga memicu gelombang kemarahan masyarakat.
Sebanyak 40 organisasi masyarakat Islam terikat dengan Din Syamsudin membuat laporan polisi atas dugaan yang dilakukan oleh Ade Armando.
Selain itu, berbagai kelompok masyarakat dari berbagai daerah juga membuat laporan polisi.
Atas tekanan publik tersebut, Ade secara resmi menyatakan mundur dari DPP PSI, di Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).
Ia memilih mundur dari PSI, setelah dirinya tahu ada tekanan terhadap elite partai, ia juga tau ada surat yang mendesak pimpinan partai agar segera mencopot dirinya.
“Ada pihak yang menolak mendukung PSI selama saya masih di dalam,” ungkapnya.
Selain itu, ia menilai serangan tidak saja tertuju pada dirinya, tetapi juga menyasar ke PSI dengan laporan polisi.
Tekanan publik terhadap Ade melibatkan tokoh nasional serta didukung masyarakat dari berbagai daerah.
Sebalik itu, Ade malah membantah tuduhan terhadap dirinya. Ia menyebut tidak pernah memprovokasi publik terhadap JK.
“Saya tidak merasa bersalah. Saya tidak pernah mengadu domba atau memicu kebencian,” tegasnya.
Ia justru yakin ada pihak yang akan merusak karir politiknya di PSI. Ia tetap akan menjalani proses hukum.
Mundur Ade dari PSI akan berdampak terhadap arah PSI ke depan, karena selama ini Ade dikenal kontroversial. (ap)









