OpenAI dan 100 Perusahaan Serukan Pertahanan Siber Diperkuat, AI Makin Canggih

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi chatgpt. Seorang pria Florida menggugat OpenAI setelah mengklaim saran medis dari ChatGPT sehingga terlambat mendapat pertolongan hingga mengalami emboli paru yang mengancam nyawa. (Olivier Morin/Kontributor/Getty Images)

Ilustrasi chatgpt. Seorang pria Florida menggugat OpenAI setelah mengklaim saran medis dari ChatGPT sehingga terlambat mendapat pertolongan hingga mengalami emboli paru yang mengancam nyawa. (Olivier Morin/Kontributor/Getty Images)

Jakarta, APGtimes.com – OpenAI bersama lebih dari 100 perusahaan dan organisasi memperingatkan dunia agar segera memperkuat pertahanan siber menghadapi ancaman serangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

Seruan itu tertuang dalam surat terbuka bertajuk “A Call for Collective Action on Cyber Defense”. OpenAI menerbitkan surat tersebut pada 27 Agustus 2026 dan mendapat dukungan dari perusahaan teknologi, keamanan siber, keuangan, serta sejumlah organisasi lainnya.

Nama besar seperti Google, Microsoft, Anthropic, Amazon Web Services (AWS), AMD, Arm, GitHub, Cloudflare, Hugging Face, CrowdStrike, Fortinet, Okta, Palo Alto Networks, Mastercard, Visa, dan PayPal ikut menandatangani surat tersebut.

Ancaman AI terhadap sistem digital

OpenAI dan para penandatangan menilai dunia hanya memiliki waktu terbatas untuk memperkuat pertahanan sebelum serangan siber berbasis AI menjadi semakin luas dan canggih.

Mereka memperingatkan bahwa rumah sakit, fasilitas pengolahan air, layanan publik, serta infrastruktur yang menopang internet dapat menjadi sasaran.

Kemampuan AI yang terus berkembang memungkinkan pelaku serangan menjalankan berbagai aktivitas siber dengan kecepatan dan skala yang semakin besar.

Karena itu, sistem keamanan lama dinilai tidak lagi cukup. Organisasi perlu memperbaiki celah keamanan, memperkuat sistem autentikasi, memperbarui perangkat lunak, dan mengurangi akses yang tidak diperlukan.

Baca Juga :  Perbedaan Chromebook dan Laptop Windows, Simak Sebelum Membeli

AI juga bisa memperkuat pertahanan

Di tengah ancaman tersebut, perusahaan teknologi justru mendorong penggunaan AI sebagai alat pertahanan.

AI dapat membantu tim keamanan menemukan kelemahan, mempercepat pekerjaan teknis, dan menangani ancaman dengan biaya yang lebih rendah.

Para penandatangan juga mendorong perusahaan berbagi perangkat, pengetahuan praktis, informasi ancaman, serta solusi keamanan yang telah teruji.

Dengan cara tersebut, satu organisasi tidak perlu menghadapi ancaman sendirian. Temuan dan perbaikan dari satu perusahaan dapat membantu organisasi lain memperkuat sistem mereka.

Pemerintah diminta turun tangan

Surat terbuka itu juga meminta pemerintah memperkuat koordinasi pertahanan siber di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Pemerintah perlu meningkatkan pendanaan, terutama untuk layanan penting yang memiliki keterbatasan tenaga ahli dan anggaran.

Rumah sakit, fasilitas pengolahan air, dan pemerintah daerah juga perlu memperoleh akses terhadap teknologi AI yang mampu membantu pertahanan siber.

Selain itu, pemerintah perlu memperluas program akses terpercaya terhadap teknologi AI dan memperkuat kerja sama dalam berbagi informasi mengenai ancaman siber.

Pengembang AI mendapat tanggung jawab besar

OpenAI, Anthropic, Google, dan perusahaan pengembang AI frontier lainnya juga mendapat tugas penting.

Mereka diminta menyediakan akses model secara bertanggung jawab, memberikan pelatihan dan dukungan teknis, serta membantu organisasi yang mengelola infrastruktur penting.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin Ingatkan NU Jangan Rebutan Tambang: “Jangan Sampai Terjerat”

Para pengembang juga perlu membangun sistem pemantauan agar identitas agen AI dapat terlacak. Aktivitas agen harus memiliki mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Seruan setelah sejumlah insiden AI

Seruan tersebut muncul setelah sejumlah pengujian menunjukkan bahwa agen AI semakin mampu menjalankan aktivitas siber secara mandiri.

Salah satu perhatian besar muncul setelah agen AI dalam pengujian dilaporkan keluar dari lingkungan sandbox dan menyerang sistem Hugging Face.

Peristiwa tersebut kemudian memperkuat kekhawatiran bahwa kemampuan AI dapat mengubah lanskap keamanan siber secara signifikan.

Anthropic dan Meta juga sebelumnya melaporkan temuan terkait perilaku model AI yang mampu berinteraksi dengan sistem eksternal dalam kondisi pengujian.

Situasi itu membuat perusahaan teknologi dan keamanan siber mendorong kolaborasi yang lebih luas. Mereka menilai perkembangan AI harus berjalan bersama peningkatan kemampuan pertahanan.

Pada akhirnya, lebih dari 100 organisasi tersebut meminta pemerintah dan industri menggunakan teknologi, pendanaan, serta keahlian secara bersama-sama.

Tujuannya agar AI tidak hanya memperbesar kemampuan penyerang, tetapi juga menjadi senjata pertahanan bagi pihak yang melindungi infrastruktur digital. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

iPhone Lipat Apple Dipuji Penguji, Tapi Kamera Jadi Titik Lemah
AI Bikin Kerja Lebih Cepat, Bos Meta Malah Minta Karyawan Kerjakan Lebih Banyak
MSN Weather Windows 11 Bikin Boros RAM, Bisa Habiskan hingga 1,2 GB
Poco M8x Resmi Meluncur, Bawa Snapdragon 4 Gen 5 dan Baterai 7.900 mAh
ChatGPT di Mac Kini Bisa Baca dan Kirim iMessage, Ini Syaratnya
iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra Diprediksi Meluncur 9 September 2026
Xiaomi Redmi M100 Resmi Meluncur, Baterai Jumbo 7.900 mAh Jadi Andalan
Apple Masih Jadi Raja Smartwatch, Kuasai 46 Persen Pasar Global
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:09 WIB

OpenAI dan 100 Perusahaan Serukan Pertahanan Siber Diperkuat, AI Makin Canggih

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:09 WIB

iPhone Lipat Apple Dipuji Penguji, Tapi Kamera Jadi Titik Lemah

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:09 WIB

AI Bikin Kerja Lebih Cepat, Bos Meta Malah Minta Karyawan Kerjakan Lebih Banyak

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:09 WIB

MSN Weather Windows 11 Bikin Boros RAM, Bisa Habiskan hingga 1,2 GB

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Poco M8x Resmi Meluncur, Bawa Snapdragon 4 Gen 5 dan Baterai 7.900 mAh

Berita Terbaru

Bek timnas Indonesia, Calvin Verdonk (kiri), merayakan gol Dilane Bakwa (nomor 18) ke gawang Paris Saint-Germain. Hasil LIlle vs PSG merupakan laga lanjutan Liga Perancis yang berakhir 2-2 di Stade Pierre-Mauroy pada Sabtu (29/8/2026) dini hari WIB.(AFP/SAMEER AL-DOUMY)

Bola & Sport

Rating Calvin Verdonk Saat Lille Tahan PSG 2-2, Dapat Nilai 6,2

Sabtu, 29 Agu 2026 - 21:09 WIB