Ma’ruf Amin Ingatkan NU Jangan Rebutan Tambang: “Jangan Sampai Terjerat”

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI Maruf Amin usai acara Haqalah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI Maruf Amin usai acara Haqalah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).(KOMPAS.com/Rahel)

Jakarta, APGtimes.com – Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin mengingatkan Nahdlatul Ulama (NU) agar tidak terjebak dalam kepentingan pengelolaan tambang.

Ma’ruf meminta jajaran NU tidak saling berebut kesempatan mengelola tambang. Ia juga mengingatkan organisasi tersebut agar tetap berhati-hati dalam menjalankan kegiatan ekonomi.

“Hati-hati gitu. Jangan sampai kita kena jerat tambang. Jangan rebutan tambang, noh NU itu sudah punya tambang sendiri tuh,” kata Ma’ruf saat menghadiri Haqalah Kebangsaan dan Qanun Asasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Ma’ruf Soroti Cara Memakmurkan Bumi

Dalam acara tersebut, Ma’ruf juga menjelaskan dua pandangan ulama mengenai upaya memakmurkan bumi.

Baca Juga :  Induk TikTok Siapkan AI 10 Triliun Parameter, Terbesar di China?

Pertama, manusia harus menjaga hal-hal baik yang sudah tersedia. Menurutnya, manusia tidak boleh melakukan tindakan yang merusak lingkungan dan sumber daya.

“Jadi menjaga yang baik tetap baik, dan tidak melakukan pengrusakan,” ujar Ma’ruf.

Kedua, manusia perlu meningkatkan sesuatu yang sudah baik melalui inovasi dan teknologi.

Dorong Inovasi dan Hilirisasi

Ma’ruf menilai teknologi dapat membantu masyarakat meningkatkan manfaat sumber daya alam. Ia mencontohkan sektor pertanian yang membutuhkan pengelolaan air secara lebih modern.

Baca Juga :  Kejari PPU Sita Rp2,1 Miliar dan Aset Mewah dalam Kasus Korupsi BUMDes IKN

“Melalui inovasi-inovasi, melalui hilirisasi. Yang tadinya cukup kita air hanya dari hujan dalam pertanian, kita melakukan rekayasa, membangun bendungan, membuat irigasi,” jelasnya.

Menurut Ma’ruf, pengembangan teknologi dapat membuat sesuatu yang sudah baik menjadi lebih baik. Ia menilai pendekatan tersebut penting untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat agar pengelolaan sumber daya alam tidak hanya berorientasi pada keuntungan. Masyarakat dan organisasi juga perlu memperhatikan keberlanjutan serta manfaat jangka panjang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027
DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,
Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:09 WIB

DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Berita Terbaru