Pertalite Langka Usai Harga Pertamax Naik, Warga dan Ojol Kelimpungan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Tangerang, APGtimes.com — Kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax memicu lonjakan permintaan Pertalite di sejumlah SPBU. Kondisi ini membuat stok BBM bersubsidi tersebut cepat habis dan memicu antrean panjang pengendara.

Salah satu SPBU yang mengalami kondisi tersebut adalah SPBU 34.151.16 Raden Saleh, Karang Mulya, Kota Tangerang. Pada Jumat (12/6/2026), pengelola memasang pemberitahuan bertuliskan “Pertalite Habis” setelah stok BBM subsidi itu ludes lebih cepat dari biasanya.

Shift Leader SPBU 34.151.16, Nurohman, mengatakan kenaikan harga Pertamax menjadi Rp16.250 per liter langsung memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

Menurut dia, penjualan Pertamax turun sekitar 20 persen setelah kenaikan harga berlaku. Sebaliknya, sebagian besar pengendara beralih menggunakan Pertalite karena harganya lebih terjangkau.

“Sesudah kenaikan kemarin, anjlok turun lagi Pertamax sekitar 20 persen. Akhirnya ramainya pindah ke Pertalite,” ujar Nurohman.

Lonjakan permintaan membuat antrean sepeda motor mengular hingga mendekati gerbang SPBU. Pada beberapa hari pertama setelah kenaikan harga Pertamax, petugas bahkan harus menutup akses masuk SPBU pada malam hari karena tingginya jumlah kendaraan yang datang.

Pasokan Terlambat, Stok Pertalite Cepat Habis

Nurohman menjelaskan, masalah tidak hanya berasal dari meningkatnya permintaan. Kendala distribusi juga membuat stok Pertalite lebih cepat kosong.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Hari Ini 10 Agustus 2026, Pertamax dan Pertalite Segini

SPBU tersebut mengajukan pasokan sebanyak 16 kiloliter (KL). Namun, pihak distribusi membagi pengiriman menjadi dua tahap masing-masing 8 KL.

Akibatnya, stok yang lebih dulu tiba langsung habis dalam waktu singkat. Sementara pasokan berikutnya baru datang beberapa jam kemudian.

“Permintaan kami 16 KL, tetapi datang bertahap. Yang pertama cepat habis, sedangkan kiriman berikutnya terlambat hampir setengah hari. Tadi sekitar pukul 10.00 WIB stok sudah kosong,” katanya.

Kondisi tersebut membuat pengelola SPBU mengalami kerugian. Selain kehilangan potensi penjualan, mereka juga harus menjaga agar tangki tidak benar-benar kosong.

Nurohman menjelaskan bahwa mesin pompa BBM berisiko mengalami kerusakan jika tangki kehabisan bahan bakar sepenuhnya.

“Kami harus menyisakan sedikit stok supaya mesin tetap aman. Kalau sampai kosong total, mesin bisa rusak dan biaya perbaikannya mencapai puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Warga Terpaksa Beli Pertamax

Kelangkaan Pertalite membuat banyak pengendara harus membeli Pertamax sebagai pilihan terakhir. Kondisi ini menambah pengeluaran harian masyarakat.

Albert (29), warga Cengkareng, mengaku sudah mendatangi beberapa SPBU untuk mencari Pertalite. Namun, seluruh lokasi yang ia kunjungi sudah kehabisan stok.

Baca Juga :  Prabowo kepada Atlet Asian Games 2026: Saya Presiden, tapi Belum Bisa Seperti Kalian

Karena harus tetap beraktivitas, ia akhirnya membeli Pertamax senilai Rp35.000. Padahal, biasanya ia hanya mengeluarkan sekitar Rp20.000 per hari untuk kebutuhan bahan bakar.

“Pusing, uang jadi cepat habis. Pengaruhnya besar ke kebutuhan sehari-hari. Sekarang saya sampai ganti merek rokok ke yang lebih murah supaya bisa tetap cukup,” kata Albert.

Pengemudi Ojol Pangkas Uang Jajan

Dampak serupa juga dirasakan para pengemudi ojek online. Mereka harus mengeluarkan biaya operasional lebih besar, sementara pendapatan tidak mengalami kenaikan.

Rizik (23), seorang pengemudi ojol, mengaku berkeliling hingga ke wilayah Gondrong untuk mencari Pertalite. Namun, usahanya tidak membuahkan hasil.

Ia akhirnya membeli Pertamax meski jumlahnya sangat terbatas. Menurutnya, kenaikan biaya bahan bakar membuat dirinya harus memangkas anggaran harian.

“Tadi isi Pertamax Rp15.000 saja belum sampai satu liter. Argo aplikasi tidak naik, tetapi biaya bensin terus bertambah. Sekarang uang jajan harian saya kurangi dari Rp50.000 menjadi Rp20.000,” ujarnya.

Warga dan pengelola SPBU berharap pemerintah serta Pertamina dapat memperbaiki distribusi BBM bersubsidi. Mereka juga meminta pasokan Pertalite tetap tersedia agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan biaya hidup. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru