Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, Hampir 1.500 Masih Hilang

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumah-rumah terendam sebagian dalam air berlumpur di sepanjang tepi sungai setelah banjir bandang melanda Trishuli Bazar di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar melanda Kabupaten Rasuwa di bagian utara Nepal pada 26 Agustus, merusak jalan dan infrastruktur listrik sementara pihak berwenang bergegas menilai skala kerusakan. (AFP/PRABIN RANABHAT)

Rumah-rumah terendam sebagian dalam air berlumpur di sepanjang tepi sungai setelah banjir bandang melanda Trishuli Bazar di Nuwakot, Nepal, pada 26 Agustus 2026. Banjir besar melanda Kabupaten Rasuwa di bagian utara Nepal pada 26 Agustus, merusak jalan dan infrastruktur listrik sementara pihak berwenang bergegas menilai skala kerusakan. (AFP/PRABIN RANABHAT)

Kathmandu, APGtimes.com – Banjir bandang dahsyat menerjang kawasan Nepal dan Tibet, China, pada Rabu (26/8/2026). Bencana tersebut menewaskan sedikitnya 165 orang.

Tim penyelamat masih mencari lebih dari 1.300 orang yang hilang. Reuters melaporkan, jumlah tersebut mencakup ratusan warga asing.

Air bah membawa lumpur, batu, dan material longsor dalam jumlah besar. Arus deras menghancurkan rumah, jalan, jembatan, serta sejumlah fasilitas umum.

Ratusan Warga Asing Ikut Hilang

Data terbaru menunjukkan 826 orang hilang di Nepal. Sementara itu, China mencatat 558 orang belum ditemukan di wilayah Tibet.

Bencana ini juga menyeret banyak wisatawan dan peziarah asing. Mereka datang ke kawasan Himalaya untuk berwisata maupun mengunjungi tempat-tempat keagamaan.

Baca Juga :  Polda Jatim Bongkar Penyelundupan 53 Gading Gajah, Dititipkan di Koper Jemaah Umrah

Jumlah orang hilang masih dapat berubah. Petugas terus mencocokkan data dari berbagai wilayah terdampak.

Bukan Gempa, Ini Dugaan Pemicu Banjir

Laporan awal sempat mengaitkan bencana dengan gempa. Namun, kajian terbaru menunjukkan penyebab utama berasal dari runtuhnya gletser di kawasan Himalaya.

Runtuhan gletser membawa es, batu, dan lumpur ke aliran sungai. Kondisi itu kemudian memicu banjir besar dalam waktu sangat singkat.

Air sungai bahkan naik hingga sekitar sembilan meter dalam waktu 30 menit. Kecepatan tersebut membuat warga sulit menyelamatkan diri.

Baca Juga :  Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Tim SAR Berpacu dengan Waktu

Militer dan polisi Nepal terus mencari korban di berbagai lokasi. Tim penyelamat menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit dilewati melalui jalur darat.

China juga mengerahkan personel penyelamat ke wilayah Gyirong, Tibet. Lumpur tebal dan kerusakan jalan membuat proses pencarian berjalan lambat.

Petugas juga mengawasi kemungkinan banjir susulan. Material yang menutup aliran sungai dapat memicu kenaikan air secara tiba-tiba.

Hingga Kamis (27/8/2026), pencarian masih berlangsung. Pemerintah Nepal dan China terus memperbarui data korban sambil mempercepat evakuasi warga di wilayah terdampak. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Trump Klaim “Mission Accomplished” di Iran, Tapi Tujuan Perang AS Dipertanyakan
Iran Terancam Krisis, Harga BBM Bisa Naik hingga Rp 11.000 per Liter
4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Rabu, 2 September 2026 - 15:09 WIB

Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu

Selasa, 1 September 2026 - 19:09 WIB

Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?

Berita Terbaru