DEN Sebut Pembatasan Pertalite dan Biosolar Bisa Hemat Subsidi 15 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEN Sebut Pembatasan Pertalite Bisa Hemat BBM Subsidi hingga 15%

DEN Sebut Pembatasan Pertalite Bisa Hemat BBM Subsidi hingga 15%

Jakarta, albrita.comDewan Energi Nasional menyebut rencana pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar berdasarkan kapasitas mesin kendaraan berpotensi menghemat konsumsi BBM subsidi hingga 10–15 persen.

Anggota DEN, Satya Widya Yudha, mengatakan pemerintah menghitung potensi penghematan tersebut dari total volume BBM subsidi yang saat ini beredar di masyarakat.

“Kalau pembatasannya berdasarkan CC dan jenis kendaraan itu, potensi hematnya berdasarkan hitungan kami itu 10–15 persen daripada volume,” ujar Satya dalam Sarasehan Energi, dikutip dari Antara, Selasa (12/5/2026).

DEN Siapkan Strategi Pengendalian Subsidi Energi

Satya menjelaskan pemerintah memasukkan kebijakan pembatasan BBM subsidi ke dalam strategi pengendalian subsidi dan efisiensi energi.

Baca Juga :  Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen

Pemerintah juga menyiapkan transformasi subsidi LPG 3 kilogram berbasis data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“LPG 3 kg itu transformasi ke subsidi yang berbasis orang dengan data dari P3KE dan DTKS,” kata Satya.

Pemerintah Dorong Elektrifikasi Transportasi

Selain pengendalian subsidi, pemerintah juga mendorong efisiensi energi melalui percepatan elektrifikasi transportasi.

Menurut Satya, langkah tersebut dapat membantu menurunkan konsumsi BBM nasional.

“Strategi ketiga adalah optimalisasi dari sisi pasokan,” ujarnya.

Pemerintah Targetkan Nol Impor Solar

Satya menjelaskan pemerintah akan memaksimalkan domestic market obligation (DMO) batu bara dan gas untuk menjaga pasokan energi nasional.

Baca Juga :  CNG Ganti LPG 3 Kg, Pemerintah Beri Subsidi

Pemerintah juga memperluas pemanfaatan minyak kelapa sawit melalui program biodiesel 50 atau B50.

Saat ini, pemerintah menargetkan penerapan mandatori B50 mulai 1 Juli 2026.

“Kita kurangi impor solar. Jadi, Bapak Menteri ESDM Bahlil Lahadalia beberapa kali sudah mengatakan kita akan nol impor untuk solar kalau kita tingkatkan B50,” kata Satya.

Menurut Satya, seluruh strategi tersebut menjadi langkah penting untuk menjaga ketahanan energi dan stabilitas fiskal di tengah dinamika global. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Berita Terbaru