Bahlil Pastikan Indonesia Stop Impor Solar Mulai Juli 2026, Program B50 Resmi Berlaku

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah mulai menerapkan mandatori biodiesel 50 persen (B50) pada Juli 2026. Melalui kebijakan tersebut, Indonesia menargetkan menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai tahun ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional. Karena itu, pemerintah meningkatkan pemanfaatan biodiesel berbahan baku kelapa sawit.

B50 Tekan Ketergantungan Impor

Bahlil menjelaskan konsumsi solar nasional mencapai sekitar 39 juta kiloliter setiap tahun.

Sebelumnya, pemerintah menjalankan program B40 dengan mencampurkan 40 persen biodiesel berbahan baku crude palm oil (CPO) ke dalam solar.

Kini, pemerintah meningkatkan campuran tersebut menjadi B50. Dengan demikian, kebutuhan impor solar dapat berkurang secara signifikan.

Baca Juga :  Nezar Patria Sebut Algoritma Medsos Jadi Ancaman Baru di Era Digital

Selain mengurangi impor, program itu juga memperkuat pemanfaatan energi dalam negeri.

Petani Sawit Ikut Merasakan Manfaat

Pemerintah juga berharap program B50 mampu menjaga harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani.

Semakin besar kebutuhan biodiesel, semakin tinggi pula penyerapan minyak sawit dalam negeri. Karena itu, pemerintah mendorong hilirisasi industri sawit agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Impor Minyak Diperkirakan Turun

Menurut Bahlil, program B50 mampu memenuhi kebutuhan energi setara sekitar 300 ribu barel minyak per hari.

Akibatnya, kebutuhan impor minyak mentah yang selama ini mencapai sekitar 1 juta barel per hari diperkirakan turun menjadi sekitar 700 ribu barel per hari.

Baca Juga :  8 Sekolah Kedinasan Akreditasi Unggul 2026, Lulus Berpeluang Jadi CPNS dan TNI

Dengan kondisi tersebut, pemerintah berharap pengeluaran devisa untuk impor energi ikut menurun.

Pemerintah Matangkan Implementasi

Sementara itu, pemerintah terus menyelesaikan berbagai uji teknis sebelum menerapkan B50 secara penuh.

Pengujian kendaraan bermotor ditargetkan selesai pada Juni 2026. Selain itu, pemerintah juga menguji penggunaan B50 pada alat dan mesin pertanian, sektor pertambangan, perkeretaapian, serta pembangkit listrik.

Pemerintah optimistis seluruh tahapan berjalan sesuai rencana. Dengan begitu, Indonesia dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menhaj Tutup Operasional Haji 2026 dengan Sujud Syukur, Persiapan Haji 2027 Langsung Dimulai
Razia Scammer di Kamboja Picu Lonjakan, Hampir 12 Ribu WNI Minta Dipulangkan
Hari Pertama Potongan Ojol 8 Persen, Driver Mengaku Penghasilan Malah Turun
3 Kepala Sekolah Bersaksi di MK, Sebut Program MBG Tingkatkan Kehadiran dan Konsentrasi Siswa
Kapolri Ungkap Polri Selamatkan Uang Negara Rp756 Miliar dari 464 Kasus Migas
KAI Sumbar Tutup Seluruh 35 Perlintasan Liar, Keselamatan Perjalanan Kereta Meningkat
B50 Resmi Berlaku Mulai Hari Ini, Kenali Kelebihan dan Risiko untuk Kendaraan Diesel
Harga BBM Pertamina di Jambi per 1 Juli 2026, Pertamax Tetap Rp16.650 per Liter
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 21:09 WIB

Menhaj Tutup Operasional Haji 2026 dengan Sujud Syukur, Persiapan Haji 2027 Langsung Dimulai

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:09 WIB

Razia Scammer di Kamboja Picu Lonjakan, Hampir 12 Ribu WNI Minta Dipulangkan

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:09 WIB

Hari Pertama Potongan Ojol 8 Persen, Driver Mengaku Penghasilan Malah Turun

Rabu, 1 Juli 2026 - 15:09 WIB

Kapolri Ungkap Polri Selamatkan Uang Negara Rp756 Miliar dari 464 Kasus Migas

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:06 WIB

KAI Sumbar Tutup Seluruh 35 Perlintasan Liar, Keselamatan Perjalanan Kereta Meningkat

Berita Terbaru