Nezar Patria Sebut Algoritma Medsos Jadi Ancaman Baru di Era Digital

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenkomdigi Nezar Patria. Foto: Panji Saputro/detikINET

Wamenkomdigi Nezar Patria. Foto: Panji Saputro/detikINET

Jakarta, APGtimes.com — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan generasi muda Indonesia soal ancaman baru di era digital. Ia menilai algoritma media sosial kini perlahan memengaruhi pola pikir dan persepsi publik.

Nezar mengatakan masyarakat saat ini hidup di ruang digital yang bergantung pada platform teknologi dan algoritma media sosial. Menurut dia, kondisi tersebut membuat publik semakin sulit membedakan fakta, opini, dan manipulasi informasi.

“Hari ini platform digital memediasi hidup kita. Bahkan algoritma perlahan membentuk isi kepala kita. Platform terus menampilkan hal yang kita sukai, sementara pandangan lain menghilang,” ujar Nezar dalam siaran pers, Selasa (26/5/2026).

Nezar menilai fenomena tersebut memicu ancaman serius bagi masyarakat. Algoritma media sosial memperkuat polarisasi sosial, mempercepat penyebaran misinformasi, dan melemahkan kemampuan berpikir kritis generasi muda.

Baca Juga :  Program MBG Kembali Disorot, Massa Desak Pemerintah Hentikan Pelaksanaannya

Ia juga mengutip laporan World Economic Forum yang menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global terbesar pada 2026.

“Sekarang orang lebih dulu percaya sentimen dibanding fakta. Kalau suka langsung percaya, kalau tidak suka langsung menolak. Ini yang berbahaya,” tegasnya.

Selain menyoroti dampak algoritma media sosial, Nezar juga mengingatkan perkembangan artificial intelligence (AI) yang bergerak sangat cepat. Teknologi seperti generative AI, agentic AI, hingga physical AI berbasis robotika kini terus berkembang di berbagai sektor.

Nezar mengatakan dunia saat ini memasuki fase baru persaingan global. Negara-negara besar kini berlomba menguasai data, komputasi, semikonduktor, dan talenta digital.

“Hari ini perang yang paling penting adalah perang chip AI dan penguasaan teknologi. Kalau Indonesia hanya menjadi pengguna teknologi, bonus demografi kita akan hilang tanpa dampak besar,” katanya.

Baca Juga :  Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT

Meski begitu, Nezar menilai Indonesia memiliki peluang besar karena dukungan bonus demografi dan kekayaan mineral strategis yang dibutuhkan industri teknologi global.

Namun, ia menegaskan potensi tersebut tidak akan memberi dampak besar tanpa sumber daya manusia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Karena itu, Nezar meminta generasi muda memperkuat kemampuan science, technology, engineering, and mathematics (STEM) sekaligus meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terjebak manipulasi algoritma.

Ia juga mengajak organisasi kepemudaan dan pelajar ikut membangun kemandirian teknologi nasional serta menjaga ruang digital Indonesia tetap sehat, kritis, dan produktif.

“Kita harus masuk menjadi pemain dalam industri digital global. Jangan hanya menjadi pasar dan konsumen teknologi,” pungkasnya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RUU Reforma Agraria Bakal Jadi Aturan Khusus, Tanah LTRA Tak Lagi Tunduk pada UU Sektoral
Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Politik Prabowo: Pernah Diberhentikan, Kini Jadi Presiden
Tito Karnavian Soroti Utang Daerah, Pemda Diminta Hitung Kemampuan Fiskal Sebelum Terbitkan Obligasi
Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games 2026
Prabowo kepada Atlet Asian Games 2026: Saya Presiden, tapi Belum Bisa Seperti Kalian
Kortastipidkor Temukan 3 Masalah Besar dalam Program Kopdes Merah Putih
Kejagung Periksa 5 Saksi Kasus Korupsi MBG, Ada ASN BGN dan Pegawai BUMN
Rini Widyantini Dorong Keadilan Digital dalam Transformasi Layanan Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:09 WIB

RUU Reforma Agraria Bakal Jadi Aturan Khusus, Tanah LTRA Tak Lagi Tunduk pada UU Sektoral

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Politik Prabowo: Pernah Diberhentikan, Kini Jadi Presiden

Rabu, 16 September 2026 - 12:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Utang Daerah, Pemda Diminta Hitung Kemampuan Fiskal Sebelum Terbitkan Obligasi

Rabu, 9 September 2026 - 20:09 WIB

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Atlet Peraih Emas Asian Games 2026

Rabu, 9 September 2026 - 19:09 WIB

Prabowo kepada Atlet Asian Games 2026: Saya Presiden, tapi Belum Bisa Seperti Kalian

Berita Terbaru