Depok, APGtimes.com — Alfamart dan Alfamidi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat pendidikan vokasi dan meningkatkan kualitas lulusan SMK di Indonesia.
Kerja sama tersebut juga melibatkan BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata atau BBPPMPV Bispar.
Ketiga pihak menandatangani nota kesepahaman di Kantor BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Kamis (21/05/2026).
Program Fokus Hubungkan SMK dan Industri
Kolaborasi tersebut fokus memperkuat skema link and match antara pendidikan vokasi dan industri ritel modern.
Selain itu, program tersebut juga meningkatkan kompetensi guru dalam program Alfamart Class dan Alfamidi Class.
Saat ini, program Alfamart Class dan Alfamidi Class telah bermitra dengan 229 SMK di 23 provinsi.
Program tersebut juga memiliki sekitar 16.700 siswa aktif.
Dari jumlah itu, sekitar 7.100 lulusan sudah bekerja di Alfamart dan Alfamidi.
Guru Akan Ikut Pelatihan dan Magang
Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu mengatakan perusahaan akan memperkuat kualitas pengajar vokasi melalui program tersebut.
Menurut Sunu, sebanyak 1.373 guru produktif kini mengajar di sekolah mitra Alfamart Class dan Alfamidi Class.
Perusahaan juga akan memberikan pelatihan manajemen ritel langsung dari profesional industri.
Selain itu, para guru akan menjalani program magang langsung di gerai Alfamart dan Alfamidi.
“Pelatihan manajemen ritel akan diberikan langsung oleh para profesional Alfamart-Alfamidi,” ujar Sunu.
Program Berjalan Hingga Agustus 2026
Program pelatihan guru menggunakan sistem blended learning dan action learning.
Peserta pelatihan akan mengikuti empat tahapan, mulai dari pembelajaran daring, simulasi kelas, magang industri, hingga asesmen dan sertifikasi resmi.
Program tersebut berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026.
Kepala BBPPMPV Bispar Nana Halim mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan menciptakan keselarasan kompetensi antara pendidikan SMK dan kebutuhan industri ritel modern.
Kemendikdasmen Dorong Penguatan Kompetensi
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen Tatang Muttaqin menyambut positif kerja sama tersebut.
Menurut Tatang, guru memiliki peran penting dalam membentuk pola pikir dan kompetensi siswa vokasi.
Karena itu, ia berharap seluruh peserta pelatihan mengikuti setiap tahapan program dengan penuh komitmen dan semangat belajar tinggi.
Tatang menilai pendidikan vokasi harus terus menyesuaikan kebutuhan dunia industri yang berkembang cepat. (dr*)









