Induk TikTok Siapkan AI 10 Triliun Parameter, Terbesar di China?

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ByteDance (Carnewschina)

ByteDance (Carnewschina)

Jakarta, APGtimes.com – ByteDance, perusahaan induk TikTok, tengah mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) dengan skala yang disebut mencapai 10 triliun parameter.

Jika pengembangan ini berhasil, model tersebut akan menjadi salah satu model AI terbesar yang pernah dikembangkan perusahaan China. Skala itu juga berpotensi membawa ByteDance bersaing lebih dekat dengan perusahaan AI terkemuka dunia.

ByteDance Kembangkan AI 10 Triliun Parameter

Laporan Financial Times menyebut ByteDance masih menjalankan tahap pre-training untuk model AI tersebut. Perusahaan belum menjelaskan arsitektur model secara rinci.

ByteDance juga belum mengungkap jumlah parameter yang nantinya aktif ketika model memproses permintaan pengguna.

Angka 10 triliun parameter menunjukkan skala yang sangat besar. Sebagai pembanding, Kimi K3 dari Moonshot AI memiliki sekitar 2,8 triliun parameter.

Sementara itu, DeepSeek V4-Pro memiliki sekitar 1,6 triliun parameter. Skala model ByteDance nantinya dapat jauh melampaui kedua model tersebut jika perusahaan mencapai target 10 triliun parameter.

Jumlah Parameter Bukan Penentu Utama

Jumlah parameter yang besar tidak otomatis membuat sebuah model AI lebih pintar. Banyak model modern menggunakan arsitektur Mixture of Experts atau MoE.

Baca Juga :  Cara Atur Privasi DM Instagram Setelah Fitur Instants Resmi Meluncur

Teknologi tersebut memungkinkan model menyimpan parameter dalam jumlah sangat besar. Namun, sistem hanya mengaktifkan sebagian parameter ketika memproses setiap permintaan.

DeepSeek V4-Pro menjadi salah satu contohnya. Model tersebut memiliki sekitar 1,6 triliun parameter, tetapi hanya sekitar 49 miliar parameter yang aktif saat inference.

Artinya, kemampuan model tidak hanya bergantung pada jumlah total parameter. Kinerja juga bergantung pada jumlah parameter aktif, kualitas data, metode pelatihan, arsitektur, serta kemampuan sistem dalam menjalankan berbagai tugas.

Pengembangan Bisa Berlangsung Berbulan-bulan

ByteDance membutuhkan sumber daya komputasi yang sangat besar untuk melatih model dengan skala hingga 10 triliun parameter.

Tahap pre-training saja diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga enam bulan. Setelah itu, ByteDance masih harus menjalankan proses penyempurnaan, pengujian keamanan, dan evaluasi kemampuan model.

Jika pengembangan berjalan sesuai rencana, model tersebut berpotensi hadir paling cepat pada awal 2027. Namun, jadwal tersebut tetap bergantung pada proses pengembangan dan hasil pengujian.

Divisi Seed Jadi Pengembang Utama

ByteDance mengembangkan model tersebut melalui divisi AI Seed. Tim ini dipimpin Wu Yonghui, mantan eksekutif Google yang bergabung dengan ByteDance pada Februari 2025.

Baca Juga :  Ilmuwan OpenAI Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ini Kekhawatirannya

Seed kini memiliki sekitar 2.000 peneliti. Tim tersebut mengembangkan berbagai teknologi, mulai dari model dasar, reinforcement learning, hingga sistem multimodal.

ByteDance sebelumnya memperkenalkan Doubao Seed 2.0 pada Februari 2026. Perusahaan menghadirkan model tersebut dalam beberapa varian untuk berbagai kebutuhan AI.

Bisa Menjangkau Ratusan Juta Pengguna

ByteDance memiliki keunggulan besar dari sisi distribusi. Perusahaan dapat mengintegrasikan teknologi AI baru ke dalam ekosistem produknya, termasuk asisten AI Doubao.

Doubao tercatat memiliki sekitar 336 juta pengguna aktif bulanan pada April 2026. Angka tersebut memberikan peluang besar bagi ByteDance untuk memperkenalkan model AI baru kepada pengguna dalam jumlah sangat besar.

Jika ByteDance nantinya menggunakan model 10 triliun parameter untuk memperkuat Doubao, teknologi tersebut berpotensi menjangkau ratusan juta pengguna.

Pengembangan ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan perusahaan teknologi China dalam membangun model AI berukuran besar. ByteDance kini berusaha memperkuat posisi di tengah persaingan dengan perusahaan AI global seperti Anthropic dan OpenAI. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ilmuwan OpenAI Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ini Kekhawatirannya
iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya
China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya
HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru
Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan
John Ternus Resmi Jadi CEO Apple, Gantikan Tim Cook Setelah 15 Tahun
PS5 Kini Bisa Nonton TV Gratis, Ada Lebih dari 100 Channel
55 Persen Perusahaan Menyesal PHK Karyawan demi AI, Kini Mulai Rekrut Lagi
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:09 WIB

Ilmuwan OpenAI Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ini Kekhawatirannya

Senin, 7 September 2026 - 13:09 WIB

iPhone Lipat Apple Bisa Tembus Rp 60 Juta, Ini Bocoran Harga dan Spesifikasinya

Jumat, 4 September 2026 - 16:09 WIB

China Bikin Robot dari Otot Katak, Bisa Berenang dan Dikendalikan Cahaya

Kamis, 3 September 2026 - 15:09 WIB

HP Bekas Makin Diminati, Panel Ponsel Rekondisi Lampaui HP Baru

Kamis, 3 September 2026 - 10:09 WIB

Samsung Galaxy Book 6 Versi Murah Resmi Meluncur, Harga Rp 14 Jutaan

Berita Terbaru