Como, APGtimes.com – Como 1907 berpeluang kembali menjadi kejutan pada musim 2026-2027. Jurnalis senior La Gazzetta dello Sport, Andrea Ramazzotti, menilai tim asuhan Cesc Fabregas memiliki peluang untuk mengulang kesuksesan musim lalu.
Ramazzotti menyampaikan pandangan tersebut saat berbincang dengan KOMPAS.com di sela-sela tur AC Milan di Indonesia pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurut Ramazzotti, pencapaian musim lalu jauh melampaui perkiraannya. Klub berjuluk Il Lariani itu mampu finis di posisi keempat Serie A dan meraih tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Perkembangan Como di Serie A
Setelah kembali ke Serie A pada musim 2024-2025, Como langsung menunjukkan perkembangan positif. Klub tersebut finis di posisi ke-10 pada musim pertama setelah 21 tahun absen dari kasta tertinggi.
Performa mereka meningkat drastis pada musim berikutnya. Tim asuhan Fabregas berhasil mengakhiri Serie A 2025-2026 di posisi keempat.
Hasil tersebut membawa Como ke Liga Champions 2026-2027. Kompetisi Eropa itu menjadi pengalaman baru sekaligus ujian terbesar dalam sejarah klub.
Ramazzotti menilai perkembangan tersebut tidak terlepas dari visi Fabregas. Pelatih asal Spanyol itu mampu membangun gaya permainan yang sesuai dengan karakter tim.
Liga Champions Jadi Ujian
Tiket Liga Champions membawa tantangan baru bagi Como. Ramazzotti menilai bermain di Serie A dan kompetisi Eropa secara bersamaan membutuhkan kemampuan yang berbeda.
Jadwal pertandingan yang lebih padat dapat menguji kebugaran pemain. Kondisi tersebut juga menuntut Fabregas memiliki banyak pilihan untuk melakukan rotasi.
Persaingan di Serie A tetap menjadi prioritas. Pada saat yang sama, Como harus menghadapi lawan-lawan dengan pengalaman lebih besar di Liga Champions.
Karena itu, klub perlu menjaga konsistensi sepanjang musim. Kedalaman skuad juga menjadi faktor penting untuk menghadapi dua kompetisi dengan intensitas tinggi.
Nico Paz Dipermanenkan
Manajemen Como mulai memperkuat skuad menjelang musim baru. Salah satu langkah penting datang dari keputusan klub mempermanenkan Nico Paz dari Real Madrid.
Pemain tersebut tampil penting dalam perjalanan Como pada musim sebelumnya. Kehadirannya memberikan tambahan kualitas bagi lini permainan tim.
Selain Nico Paz, Fabregas juga mendatangkan beberapa pemain baru. Luis Milla, Kaiki, Mattia Liberali, Yan Couto, dan Trevoh Chalobah masuk dalam daftar rekrutan Como.
Langkah tersebut menunjukkan keseriusan Il Lariani menghadapi musim yang lebih berat. Manajemen ingin memberikan Fabregas skuad yang cukup dalam untuk menjalani kompetisi domestik dan Eropa.
Fabregas Jadi Kunci Como
Ramazzotti melihat Fabregas sebagai salah satu alasan utama yang membuat Como berpotensi kembali mengejutkan. Ia menilai mantan pemain Barcelona dan Chelsea itu memiliki visi permainan yang jelas.
Kemampuan Fabregas dalam mengembangkan pemain juga menjadi modal penting. Strategi tersebut membantu Como berkembang sejak kembali ke Serie A.
Kini, klub asal Italia itu harus membuktikan konsistensinya. Keberhasilan finis keempat musim lalu membuka peluang besar, tetapi Liga Champions akan menguji kemampuan mereka di level yang lebih tinggi.
Dengan skuad yang semakin kuat dan Fabregas sebagai pengendali tim, Como berpeluang kembali mencuri perhatian pada Serie A 2026-2027. (ac*)









