Defisit APBN 2027 Diproyeksi Rp669 Triliun, Banggar DPR Ungkap Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.(DOK. Istimewa)

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah.(DOK. Istimewa)

Jakarta, APGtimes.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah memproyeksikan defisit APBN 2027 berada di kisaran 2,4 persen. Proyeksi tersebut mengacu pada Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Said menilai target defisit nol persen merupakan cita-cita yang baik. Namun, kondisi ekonomi dan tekanan global membuat pemerintah sulit mencapai target tersebut dalam waktu dekat.

Menurut Said, dinamika geopolitik global serta kebijakan moneter Amerika Serikat menjadi sejumlah faktor yang perlu pemerintah perhatikan.

“Keinginan defisit nol persen itu manusiawi karena setiap presiden ingin punya legacy. Namun, melihat faktor eksternal geopolitik hingga sikap hawkish The Fed, hitungan kami di Badan Anggaran defisit itu sekitar Rp669 triliun,” ujar Said dalam video yang diterima Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Defisit Bisa Mencapai Rp669 Triliun

Said menyebut angka Rp669 triliun mencerminkan batas atas proyeksi defisit APBN 2027. Angka tersebut setara dengan 2,4 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai rentang defisit yang berada pada kisaran 1,8-2,4 persen.

Baca Juga :  Pemprov Jambi Tak Buka CPNS 2026, Ribuan Honorer dan PPPK Jadi Prioritas

Ia menilai pemerintah perlu menjaga ruang fiskal agar tetap mampu membiayai berbagai kebutuhan negara.

“Kalau tidak mengambil batas atas, kemampuan untuk memfasilitasi penerimaan negara tidak akan cukup,” kata Said.

DPR Dorong Optimalisasi Penerimaan Negara

Untuk mengimbangi defisit, Said mendorong pemerintah memperkuat penerimaan negara melalui pajak, cukai, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Meski demikian, ia meminta Direktorat Jenderal Pajak tidak menggunakan cara yang justru membuat masyarakat dan pelaku usaha merasa tertekan.

Said juga mengingatkan aparat pajak agar menjalankan tugas sesuai aturan dan tidak menargetkan wajib pajak kecil secara berlebihan.

“Pajak itu ada titiknya. Jangan sampai kita menakut-nakuti masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  Jepang Resmi Siapkan Pajak Makanan 1 Persen, Warga Dapat Keringanan Besar Mulai 2027

Menurut Said, pemerintah perlu meningkatkan penerimaan tanpa menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Ia menilai langkah tersebut penting agar aktivitas ekonomi tetap berjalan dan kepatuhan pajak tumbuh secara sehat.

Banggar Dukung Dividen Danantara Masuk Kas Negara

Selain penerimaan pajak, Said menyoroti peluang peningkatan penerimaan negara melalui dividen BUMN yang dikelola Badan Pengelola Investasi Danantara.

Ia mendukung wacana Kementerian Keuangan untuk menyalurkan sebagian dividen Danantara ke kas negara. Menurutnya, langkah tersebut dapat membantu menjaga kondisi fiskal pemerintah.

“Kami di Banggar mendukung hal itu, ketimbang seluruh dana ditahan di Danantara saat mereka masih mendesain ulang rencana ekspansinya,” ujar Said.

Said menilai sebagian dividen tersebut dapat pemerintah gunakan untuk memperkuat kesehatan fiskal, sementara Danantara tetap memiliki ruang untuk menjalankan agenda investasinya. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia
Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi
Natalius Pigai Usul Pendidikan HAM Punya Kurikulum dan Buku Khusus
Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT
Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla
KPK Pastikan Mahasiswa Terkait Kasus Korupsi Unsoed Tetap Bisa Kuliah
Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA
Prabowo Kerahkan TNI-Polri Tangani Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:59 WIB

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Natalius Pigai Usul Pendidikan HAM Punya Kurikulum dan Buku Khusus

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat meninjau salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).(Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB