Singapura, APGtimes.com – Timnas Singapura harus mengakhiri perjalanan di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 meski berhasil mengalahkan Thailand 2-1 pada leg kedua semifinal.
Bermain di Stadion Rajamangala, Selasa (18/8/2026) malam WIB, Singapura tetap gagal membalikkan keadaan setelah kalah 3-4 secara agregat dari Thailand.
Hasil tersebut membuat Thailand melaju ke final, sementara Singapura harus menerima kenyataan tersingkir meski tampil cukup meyakinkan sepanjang turnamen.
Gavin Lee Sebut Singapura Terus Berkembang
Pelatih Singapura Gavin Lee menilai perjalanan timnya di Piala AFF 2026 menunjukkan perkembangan positif. Ia menilai para pemain mulai memiliki kepercayaan diri untuk menghadapi tim-tim kuat di Asia Tenggara.
Singapura sebelumnya juga berhasil lolos ke Piala Asia 2027. Selain itu, The Lions beberapa kali mampu memberikan perlawanan kepada lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.
“Keyakinan dibangun berdasarkan bukti, dan saya pikir kualifikasi Piala Asia, dan kemudian dengan setiap pertandingan… kita hanya membangun lebih banyak bukti bahwa kita bisa bermain, kita bisa bersaing,” kata Gavin Lee, dikutip dari The Straits Times.
Pelatih Singapura Sebut Indonesia Tim Kuat
Gavin Lee juga menyinggung Timnas Indonesia ketika membahas persaingan sepak bola Asia Tenggara.
Menurutnya, Indonesia dan Thailand tetap memiliki kualitas tinggi meski menurunkan pemain lapis kedua atau ketiga. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan di kawasan.
“Dengan kualitas Indonesia dan Thailand, bahkan dengan pemain lapis kedua atau ketiga, mereka tetap tim yang sangat, sangat bagus,” ujar Lee.
Singapura sendiri berhasil menyingkirkan Indonesia pada fase grup Piala AFF 2026. Namun, Lee meminta publik tidak langsung memasang target tinggi terhadap skuadnya.
Ia menilai Singapura masih membutuhkan waktu untuk membangun tim yang mampu bersaing dalam jangka panjang.
Regenerasi Jadi Pekerjaan Rumah Singapura
Lee juga menghadapi tantangan regenerasi karena sejumlah pemain senior masih mengisi skuad utama Singapura.
Meski demikian, pelatih tersebut mulai memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil menghadapi lawan yang lebih kuat. Langkah itu bertujuan menambah pengalaman sekaligus menjaga struktur permainan tim.
Mantan pemain Singapura, Ramu Sasikumar, turut memberikan apresiasi terhadap performa The Lions. Ia menilai Singapura menjadi tim yang sulit dikalahkan.
Singapura bahkan mampu meraih poin ketika menghadapi Vietnam di Hanoi dan Indonesia saat bermain di Jalan Besar.
“Meskipun mereka tidak bisa bermain melawan Thailand seperti saat melawan Vietnam dan Indonesia, tim ini terorganisir dengan baik dan sulit dikalahkan secara umum,” kata Ramu Sasikumar.
Kegagalan mencapai final Piala AFF 2026 tetap menjadi pengalaman penting bagi Singapura. Tim tersebut kini memiliki modal dari perjalanan di turnamen serta keberhasilan lolos ke Piala Asia 2027 untuk membangun skuad yang lebih kompetitif. (ys*)









