Bengkulu, APGtimes.com — Kerusakan jembatan gantung di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, membuat sekitar 2.000 warga mengalami kesulitan beraktivitas.
Jembatan sepanjang 80 meter tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Talang Buai dengan sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Selagan Raya.
Kerusakan yang terjadi sejak Senin (15/6/2026) langsung menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan pemerintahan.
Distribusi Hasil Panen Terhenti
Warga Desa Talang Buai mengandalkan jembatan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian menuju pasar dan pusat pengumpulan hasil panen.
Kerusakan jembatan membuat mobil pengangkut sawit dan padi tidak dapat melintas.
Akibatnya, petani kesulitan mengirim hasil panen keluar desa.
Kepala Desa Talang Buai, Asril, mengatakan masyarakat belum memiliki jalur alternatif yang aman untuk menggantikan akses tersebut.
Menurutnya, sungai di bawah jembatan memiliki arus deras dan kedalaman yang cukup tinggi sehingga membahayakan warga.
Pelajar dan Guru Kesulitan Berangkat
Kerusakan jembatan juga mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Sejumlah guru yang berasal dari luar desa mengalami kesulitan menuju sekolah.
Pelajar yang menempuh pendidikan di luar Desa Talang Buai juga menghadapi kendala serupa.
Warga terpaksa menggunakan papan darurat untuk melintasi bagian jembatan yang rusak.
Mereka harus mendorong sepeda motor saat menyeberang demi mengurangi risiko kecelakaan.
Aktivitas Pemerintahan Terganggu
Selain berdampak pada ekonomi dan pendidikan, kerusakan jembatan ikut menghambat pelayanan pemerintahan.
Perangkat desa kesulitan melakukan perjalanan menuju kantor kecamatan maupun kantor kabupaten.
Kondisi tersebut membuat sejumlah urusan administrasi dan pelayanan masyarakat berjalan lebih lambat dari biasanya.
Warga Harap Perbaikan Segera Dilakukan
Asril mengatakan jembatan tersebut sudah berusia sekitar 25 tahun dan beberapa kali mengalami kerusakan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mukomuko sebelumnya pernah melakukan perbaikan pada sejumlah bagian jembatan.
Namun kali ini, kerusakan yang muncul tergolong cukup parah sehingga membutuhkan penanganan lebih besar.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas masyarakat kembali normal.
Mereka juga meminta pemerintah mencari solusi jangka panjang untuk menjaga akses transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian desa. (de*)








