Jembatan Gantung Rusak, 2.000 Warga Mukomuko Kesulitan Keluar Masuk Desa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang ibu menggendong anaknya saat melintas di jembatan gantung Desa Talang Buai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.(Asril)

Seorang ibu menggendong anaknya saat melintas di jembatan gantung Desa Talang Buai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.(Asril)

Bengkulu, APGtimes.com — Kerusakan jembatan gantung di Desa Talang Buai, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, membuat sekitar 2.000 warga mengalami kesulitan beraktivitas.

Jembatan sepanjang 80 meter tersebut menjadi akses utama yang menghubungkan Desa Talang Buai dengan sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Selagan Raya.

Kerusakan yang terjadi sejak Senin (15/6/2026) langsung menghambat aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan pemerintahan.

Distribusi Hasil Panen Terhenti

Warga Desa Talang Buai mengandalkan jembatan tersebut untuk mengangkut hasil pertanian menuju pasar dan pusat pengumpulan hasil panen.

Kerusakan jembatan membuat mobil pengangkut sawit dan padi tidak dapat melintas.

Akibatnya, petani kesulitan mengirim hasil panen keluar desa.

Kepala Desa Talang Buai, Asril, mengatakan masyarakat belum memiliki jalur alternatif yang aman untuk menggantikan akses tersebut.

Baca Juga :  Dicegat Mahasiswa di Jambi, Gibran Janji Usut Dugaan Stockpile Batu Bara di Candi Muaro Jambi

Menurutnya, sungai di bawah jembatan memiliki arus deras dan kedalaman yang cukup tinggi sehingga membahayakan warga.

Pelajar dan Guru Kesulitan Berangkat

Kerusakan jembatan juga mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Sejumlah guru yang berasal dari luar desa mengalami kesulitan menuju sekolah.

Pelajar yang menempuh pendidikan di luar Desa Talang Buai juga menghadapi kendala serupa.

Warga terpaksa menggunakan papan darurat untuk melintasi bagian jembatan yang rusak.

Mereka harus mendorong sepeda motor saat menyeberang demi mengurangi risiko kecelakaan.

Aktivitas Pemerintahan Terganggu

Selain berdampak pada ekonomi dan pendidikan, kerusakan jembatan ikut menghambat pelayanan pemerintahan.

Perangkat desa kesulitan melakukan perjalanan menuju kantor kecamatan maupun kantor kabupaten.

Baca Juga :  Janji Jangan Tinggal Janji: Kerinci dan Sungai Penuh Menunggu Bukti dari Al Haris

Kondisi tersebut membuat sejumlah urusan administrasi dan pelayanan masyarakat berjalan lebih lambat dari biasanya.

Warga Harap Perbaikan Segera Dilakukan

Asril mengatakan jembatan tersebut sudah berusia sekitar 25 tahun dan beberapa kali mengalami kerusakan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Mukomuko sebelumnya pernah melakukan perbaikan pada sejumlah bagian jembatan.

Namun kali ini, kerusakan yang muncul tergolong cukup parah sehingga membutuhkan penanganan lebih besar.

Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Mereka juga meminta pemerintah mencari solusi jangka panjang untuk menjaga akses transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian desa. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan
8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda
Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga
Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen
Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat
Kabar Duka dari PT Tren Gen Horizon, Ibu Asmeri Binti Abdullah Tutup Usia
Polda Jambi Pecat 5 Polisi Terkait Kasus Meninggalnya Brigadir Eko
Drone Terbang di Geopark Merangin, Penambang Emas Ilegal Langsung Kabur
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:09 WIB

8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:09 WIB