Gubernur Sumbar Kritik Pusat Belum Dukung Sukuk Daerah, Pembiayaan Rp1 Triliun Masih Tertahan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama utusan Menteri Dalam Negeri memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat koordinasi Kabupaten/Kota Penerima Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) se-Sumatera Barat di Auditorium Istana Gubernur, Selasa (21/07/2026).(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama utusan Menteri Dalam Negeri memberikan keterangan kepada wartawan seusai rapat koordinasi Kabupaten/Kota Penerima Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) se-Sumatera Barat di Auditorium Istana Gubernur, Selasa (21/07/2026).(KOMPAS.COM/DHARMA HARISA)

Padang, APGtimes.com – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengkritik pemerintah pusat karena belum memberikan dukungan terhadap rencana penerbitan sukuk daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Menurutnya, pemerintah daerah diminta berinovasi mencari sumber pendanaan, tetapi regulasi yang ada justru menghambat langkah tersebut.

Mahyeldi menyampaikan kritik itu saat Rapat Koordinasi Kabupaten/Kota Penerima Tambahan Transfer ke Daerah (TKD) se-Sumatera Barat di Auditorium Istana Gubernur, Selasa (21/7/2026). Ia mengaku Pemerintah Provinsi Sumbar sudah beberapa kali berkomunikasi dengan kementerian terkait, namun hingga kini belum memperoleh kepastian untuk menerbitkan sukuk daerah.

Sumbar Nilai Pusat Belum Dukung Inovasi Daerah

Mahyeldi menegaskan pemerintah daerah membutuhkan ruang yang lebih luas untuk menghadirkan inovasi pembiayaan. Menurutnya, pembangunan tidak boleh terhambat hanya karena keterbatasan anggaran daerah.

Ia menilai aturan yang mengaitkan pembiayaan dengan masa jabatan kepala daerah membuat berbagai program strategis sulit direalisasikan. Padahal, pemerintah pusat dapat menerbitkan surat utang negara tanpa terikat masa jabatan presiden.

Baca Juga :  BRIN Temukan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi, Dinamai Tomiyamichthys Oriens

Karena itu, Mahyeldi meminta pemerintah pusat memberikan perlakuan yang sama kepada pemerintah daerah agar pembangunan jangka panjang dapat berjalan lebih optimal.

RPJPD Sulit Berjalan Tanpa Dukungan Pembiayaan

Mahyeldi menjelaskan Sumbar telah memiliki dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Namun, pelaksanaan program dalam RPJPD dinilai belum maksimal karena keterbatasan aturan pembiayaan.

Menurutnya, pembangunan daerah harus berlangsung secara berkelanjutan tanpa bergantung pada pergantian kepala daerah. Ia berharap kementerian terkait segera memberikan kepastian agar daerah dapat memanfaatkan instrumen pembiayaan seperti sukuk.

Kemendagri Sebut Aturan Sukuk Daerah Sudah Berubah

Dalam rapat yang sama, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan menjelaskan pemerintah telah mengubah aturan mengenai penerbitan sukuk daerah melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.

Menurut Horas, pemerintah daerah kini dapat menerbitkan sukuk meski masa pembiayaannya melampaui masa jabatan kepala daerah. Namun, pemerintah daerah tetap harus memperoleh persetujuan Menteri Keuangan setelah mendapatkan pertimbangan dari Menteri Dalam Negeri dan Bappenas.

Baca Juga :  Komdigi Temukan 156 Paket Internet Belum Lindungi Sisa Kuota Sesuai Putusan MK

Horas mengakui aturan tersebut belum tersosialisasi secara menyeluruh. Ia juga mengungkapkan DKI Jakarta dan Jawa Barat saat ini hampir menyelesaikan proses penerbitan sukuk daerah.

Sukuk Rp1 Triliun untuk Infrastruktur Sumbar

Pemprov Sumbar menyiapkan penerbitan sukuk daerah senilai Rp1 triliun sebagai sumber pembiayaan pembangunan di luar APBD. Pemerintah daerah akan menggunakan skema ijarah atau sewa sesuai arahan Dewan Syariah Nasional.

Dari total dana tersebut, sekitar Rp750 miliar akan menjadi penyertaan modal bagi Bank Nagari melalui unit usaha syariah. Sementara Rp250 miliar akan mendukung pembangunan ruang operasi RSUD Ahmad Mochtar Bukittinggi.

Pemprov Sumbar berharap pemerintah pusat segera memberikan persetujuan agar program pembiayaan tersebut dapat direalisasikan dan mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru