Owa Ungko Korban Penembakan Membaik, BKSDA Jambi Siapkan Pelepasliaran

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Owa ungko bernama latin Hylobates agilis adalah salah satu primata Indonesia yang habitatnya di hutan-hutan Sumatera.(WIKIMEDIA COMMONS/Yogi satriyo)

Owa ungko bernama latin Hylobates agilis adalah salah satu primata Indonesia yang habitatnya di hutan-hutan Sumatera.(WIKIMEDIA COMMONS/Yogi satriyo)

Jambi, APGtimes.com – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi memastikan kondisi Owa Ungko korban penembakan terus membaik setelah menjalani perawatan intensif di Tempat Penyelamatan Satwa (TPS).

Kepala BKSDA Jambi Himawan Sasongko mengatakan Asa, nama Owa Ungko tersebut, menunjukkan perkembangan kesehatan yang positif setelah operasi.

“Kondisinya sudah membaik setelah tim medis memberikan perawatan intensif,” kata Himawan, Rabu (29/7/2026).

Warga Temukan Owa Ungko Terluka

Warga menemukan Owa Ungko jantan berusia sekitar delapan tahun di Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, pada Minggu (26/7/2026).

Baca Juga :  Harga Emas Jambi Hari Ini 26 Juni 2026 Stabil, Perhiasan Rp8,55 Juta per Mayam

Karena melihat satwa itu terluka, warga langsung menghubungi BKSDA Jambi. Tim Seksi Wilayah I segera mendatangi lokasi, mengevakuasi Asa, lalu membawanya ke TPS untuk menjalani pemeriksaan.

Dokter Berhasil Angkat Empat Peluru

Tim medis memeriksa Asa menggunakan rontgen. Hasil pemeriksaan memperlihatkan empat butir peluru bersarang di tubuh primata endemik Sumatra tersebut.

Temuan itu menguatkan dugaan pelaku menembak satwa dilindungi tersebut di habitat alaminya.

Dokter lalu mengoperasi Asa pada Selasa (28/7/2026). Tim medis berhasil mengangkat seluruh proyektil. Setelah itu, kondisi Asa terus membaik dari hari ke hari.

Baca Juga :  Polda Jambi Pecat 5 Polisi Terkait Kasus Meninggalnya Brigadir Eko

BKSDA Targetkan Asa Kembali ke Hutan

Petugas kini terus memantau perkembangan kesehatan Asa setiap hari. Jika kondisinya sudah pulih sepenuhnya, BKSDA Jambi akan melepasliarkan satwa itu ke habitat aslinya.

Himawan menjelaskan Owa Ungko berperan penting menjaga keseimbangan ekosistem hutan. Primata tersebut membantu menyebarkan biji berbagai jenis tumbuhan sehingga regenerasi hutan tetap berlangsung.

BKSDA Jambi juga mengapresiasi kepedulian warga yang cepat melaporkan penemuan satwa tersebut. Selain itu, lembaga tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak memburu, menembak, atau memperdagangkan satwa dilindungi karena tindakan itu melanggar hukum. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan
8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda
Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga
Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen
Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat
Kabar Duka dari PT Tren Gen Horizon, Ibu Asmeri Binti Abdullah Tutup Usia
Polda Jambi Pecat 5 Polisi Terkait Kasus Meninggalnya Brigadir Eko
Drone Terbang di Geopark Merangin, Penambang Emas Ilegal Langsung Kabur
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo, 2 Orang Meninggal dan Warga Berhamburan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 22:09 WIB

8 Polisi di Padang Dipecat karena Narkoba, Mayoritas Berpangkat Aipda

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Harimau Sumatera di Agam Dievakuasi BKSDA Usai Memangsa 2 Kambing Warga

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Harimau Sumatera Masuk Kandang Jebak di Agam, BKSDA Bergerak Cepat

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:09 WIB