Kemenkes Hidupkan Lagi Dokter Teladan Era Soeharto, Ada Beasiswa Spesialis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (27/8/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)

Suasana rapat kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Kamis (27/8/2026).(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan rencana untuk menghidupkan kembali penghargaan “Dokter Teladan” yang pernah populer pada era Presiden Soeharto.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan program tersebut dapat menjadi bentuk penghargaan bagi dokter dan tenaga kesehatan yang memilih mengabdi di daerah.

“Dulu waktu zamannya Pak Harto, nama ‘Dokter Teladan’ itu recognition-nya bagus sekali. Kita ingin membangun lagi sistem dokter-dokter teladan ini,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (27/8/2026).

Menurut Budi, pemerintah tidak ingin penghargaan tersebut sekadar memberikan apresiasi. Kemenkes juga menyiapkan sejumlah keuntungan bagi tenaga kesehatan yang mendapat predikat Dokter Teladan.

Dokter Teladan Bisa Dapat Prioritas Pendidikan

Budi mengatakan dokter yang memperoleh predikat tersebut akan mendapat prioritas untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based.

Selain itu, Kemenkes membuka peluang memberikan beasiswa khusus hingga kesempatan berkarier di rumah sakit milik Kemenkes.

Baca Juga :  BSI Buka Beasiswa 2026 untuk 5.250 Pelajar dan Mahasiswa, Ini Syaratnya

“Malah kalau perlu beasiswa pendidikan yang berbeda, dan kalau perlu saya bilang ke Pak Aco, bisa kerja di rumah sakit Kemenkes,” ujar Budi.

Langkah tersebut sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk mengatasi ketimpangan jumlah dokter antara kota besar dan daerah terpencil.

Budi menilai pemberian beasiswa harus mempertimbangkan asal daerah dokter. Dengan begitu, dokter yang mendapat pendidikan spesialis memiliki peluang lebih besar kembali mengabdi di daerah asalnya.

Dokter Daerah Akan Jadi Prioritas

Budi mencontohkan dokter asal Nias. Menurutnya, dokter dari daerah seperti Nias harus mendapat prioritas lebih tinggi ketika pemerintah membuka beasiswa.

“Kalau kita mau kasih beasiswa dokter gigi, kita nanti akan pastikan orang Jakarta susah dapatnya. Orang Jakarta yang dapat rekomendasi dari Nias, itu prioritas nomor dua. Karena biasa kan dia kabur habis lima tahun,” jelasnya.

Baca Juga :  Tito Karnavian Ungkap Kondisi Terbaru Banjir Padang, Pastikan Tak Ada Kerusakan Berat

Karena itu, dokter yang memang berasal dari daerah membutuhkan tenaga medis akan mendapat prioritas utama.

Kemenkes juga berkomitmen memperbanyak beasiswa pendidikan spesialis dan fellowship S2 bagi dokter. Pemerintah berharap kebijakan tersebut mampu memperkuat layanan kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.

Pernah Berjalan pada Era Soeharto

Program Dokter Teladan bukan gagasan baru. Pemerintah pernah menjalankannya pada era Presiden Soeharto, terutama pada dekade 1970-an hingga 1980-an.

Saat itu, pemerintah memberikan penghargaan kepada dokter dan tenaga kesehatan yang mengabdi di wilayah pelosok serta daerah terpencil.

Kini, Kemenkes ingin menghidupkan kembali konsep tersebut dengan memberikan manfaat yang lebih luas. Penghargaan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga dapat membuka peluang pendidikan dan pengembangan karier bagi dokter yang mengabdi di daerah. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi
ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun
DPR Minta Pemerintah Verifikasi 8 WNI yang Disebut Jadi Tentara Rusia
211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat
Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia
DPR Desak Pemerintah Lindungi Kelompok Rentan dari Dampak Asap Karhutla
IM57+ Soroti DPR Tak Buka Draf RUU Perampasan Aset ke Publik
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 22:09 WIB

Lowongan Kerja KAI 2026 Dibuka, Lulusan SLTA hingga S1 Bisa Daftar

Jumat, 4 September 2026 - 20:09 WIB

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi

Jumat, 4 September 2026 - 19:09 WIB

ICW Catat 56 Kasus Korupsi Kehutanan, Kerugian Negara Rp4,8 Triliun

Jumat, 4 September 2026 - 15:09 WIB

211 WNA Tinggal di Blitar dan Tulungagung, Mayoritas Menikah dengan Warga Setempat

Kamis, 3 September 2026 - 17:09 WIB

Putin Berterima Kasih kepada Prabowo, Sebut Indonesia Mitra Kunci Rusia

Berita Terbaru

Ilustrasi beli BBM bersubsidi pakai MyPertamina(Dok. Pertamina)

Otomotif

Pertamina Batalkan Rencana Wajib STNK Saat Beli BBM di SPBU

Jumat, 4 Sep 2026 - 18:09 WIB