Rupiah Hari Ini Bertahan di Rp17.980 per Dolar AS, Simak Kurs Terbaru BCA, Mandiri, dan BNI

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pegawai menyortir uang rupiah di cash center atau pusat kas BNI di Jakarta, Selasa (4/2/2025). Bisnis/Himawan L Nugraha

Pegawai menyortir uang rupiah di cash center atau pusat kas BNI di Jakarta, Selasa (4/2/2025). Bisnis/Himawan L Nugraha

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak di level Rp17.980 per dolar AS pada perdagangan Jumat (17/7/2026) pukul 09.45 WIB. Di saat yang sama, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,43 persen ke posisi 6.134,32.

Pergerakan kurs rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar karena dolar AS tetap menunjukkan tren penguatan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, sejumlah bank nasional masih menawarkan kurs yang berbeda sesuai jenis transaksi yang dilakukan nasabah.

Berikut rincian kurs dolar AS di Bank BCA, Bank Mandiri, dan Bank BNI pada Jumat, 17 Juli 2026.

Kurs Dolar AS di Bank BCA

Bank Central Asia (BCA) menetapkan kurs e-Rate sebagai berikut:

  • Kurs beli: Rp17.950 per dolar AS
  • Kurs jual: Rp17.970 per dolar AS

Sementara itu, untuk transaksi melalui TT Counter, BCA menetapkan kurs beli Rp17.805 dan kurs jual Rp18.080 per dolar AS.

Adapun transaksi bank notes atau uang tunai menggunakan kurs beli Rp17.845 dan kurs jual Rp18.120 per dolar AS.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur

BCA menjelaskan kurs e-Rate berlaku untuk transaksi melalui layanan e-Banking. Selain itu, bank dapat mengubah kurs sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar.

Kurs Dolar AS di Bank Mandiri

Bank Mandiri menawarkan special rate dengan kurs beli Rp17.975 dan kurs jual Rp18.005 per dolar AS.

Sementara itu, transaksi melalui TT Counter maupun bank notes menggunakan kurs beli Rp17.790 dan kurs jual Rp18.090 per dolar AS.

Menurut Bank Mandiri, special rate berlaku sebagai kurs indikatif untuk transaksi valuta asing bernilai di atas 25.000 dolar AS atau nilai yang setara.

Kurs Dolar AS di Bank BNI

Bank Negara Indonesia (BNI) menetapkan special rate dengan kurs beli Rp17.930 dan kurs jual Rp17.960 per dolar AS.

Selanjutnya, BNI menetapkan kurs TT Counter pada level Rp17.820 untuk kurs beli dan Rp18.120 untuk kurs jual.

Untuk transaksi bank notes, BNI menggunakan kurs beli Rp17.860 serta kurs jual Rp18.160 per dolar AS.

Baca Juga :  IHSG Hijau Terang! Saham RICY Melonjak 34 Persen, Investor Serbu Pasar

BNI mengingatkan bahwa kurs tersebut bersifat indikatif sehingga nilainya dapat berubah mengikuti kondisi pasar maupun waktu transaksi.

Perbedaan Special Rate, TT Counter, dan Bank Notes

Setiap bank menawarkan beberapa jenis kurs sesuai kebutuhan transaksi nasabah.

Special rate atau e-Rate biasanya berlaku untuk transaksi valuta asing dalam jumlah besar maupun transaksi digital melalui layanan perbankan elektronik.

Sementara itu, TT Counter berlaku untuk transaksi yang nasabah lakukan langsung di kantor cabang melalui teller, seperti transfer atau penukaran valuta asing.

Adapun bank notes merupakan kurs yang bank gunakan untuk transaksi jual beli mata uang asing dalam bentuk uang tunai.

Karena itu, masyarakat sebaiknya membandingkan kurs di beberapa bank sebelum membeli atau menjual dolar AS. Selain memperoleh nilai tukar yang lebih kompetitif, nasabah juga dapat memilih jenis transaksi yang paling sesuai dengan kebutuhannya.

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini
Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur
Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026
ESDM Siapkan Bioetanol E20 2028, Tebu, Singkong Mukibat, dan Jagung Jadi Andalan
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Masih Stabil, Cek Daftar Lengkap di Pegadaian
Sopir Truk Mengantre Solar hingga 24 Jam, Pendapatan Tergerus dan Fisik Menurun
Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juli 2026 Naik Rp8.000, Cek Daftar Lengkapnya
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Senin, 27 Juli 2026 - 17:09 WIB

Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:09 WIB

Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:09 WIB

ESDM Siapkan Bioetanol E20 2028, Tebu, Singkong Mukibat, dan Jagung Jadi Andalan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB