Hasan Nasbi Ungkit Perjalanan Politik Prabowo: Pernah Diberhentikan, Kini Jadi Presiden

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto di DPR, 20 Mei 2026.(YouTube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto di DPR, 20 Mei 2026.(YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta, APGtimes.com – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menyinggung perjalanan politik Presiden Prabowo Subianto saat membahas pergantian pejabat dan reshuffle kabinet.

Hasan mengatakan pergantian jabatan tidak selalu mengakhiri perjalanan politik seseorang. Ia mencontohkan pengalaman Prabowo yang pernah diberhentikan dari dinas militer sebelum akhirnya terpilih sebagai Presiden RI pada 2024.

Pernyataan itu Hasan sampaikan melalui keterangan video yang dikutip pada Rabu (16/9/2026). Ia sedang merespons rangkaian reshuffle yang dilakukan pemerintahan Prabowo maupun pemerintahan sebelumnya.

Hasan Ceritakan Perjalanan Politik Prabowo

Menurut Hasan, Prabowo pernah berada dalam posisi penting di lingkungan militer sebelum pemberhentian tersebut.

Hasan menyebut Prabowo saat itu menjadi salah satu perwira yang menonjol di TNI dengan pangkat letnan jenderal. Setelah keluar dari dinas militer, perjalanan politik Prabowo tetap berlanjut.

Baca Juga :  Warga Indonesia Desak Malaysia dan Singapura Gugat Pemerintah soal Kabut Asap

“Kalau dipikir-pikir ya dalam politik itu kita bisa hidup lebih dari sekali,” ujar Hasan.

Ia kemudian menyoroti keputusan Prabowo untuk tetap membangun kekuatan politik selama bertahun-tahun. Prabowo mengikuti sejumlah pemilu dan beberapa kali mengalami kekalahan sebelum memenangkan Pilpres 2024.

Hasan menyebut perjalanan panjang tersebut berakhir dengan terpilihnya Prabowo sebagai presiden.

Anwar Ibrahim Juga Jadi Contoh

Selain Prabowo, Hasan mengangkat perjalanan politik Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebagai contoh lain.

Hasan mengatakan Anwar pernah menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Malaysia sebelum mengalami pergantian posisi akibat perbedaan pandangan politik dengan perdana menteri saat itu.

Ia juga menyinggung masa Anwar ketika menjalani hukuman penjara. Setelah melalui periode tersebut, Anwar tetap melanjutkan aktivitas politiknya.

Baca Juga :  Ramai Dipertanyakan, PDI-P Jelaskan Posisi Politiknya terhadap Prabowo

Pada akhirnya, Anwar menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia. Hasan menggunakan perjalanan tersebut untuk menyampaikan bahwa pergantian atau kehilangan jabatan tidak otomatis mengakhiri aktivitas politik seseorang.

Pesan Hasan soal Pergantian Jabatan

Hasan mengatakan perjalanan politik Prabowo dan Anwar menunjukkan bahwa karier politik dapat berlangsung dalam waktu panjang.

“Ini perjuangan politik yang panjang, tapi memberikan bukti bahwa diberhentikan dari jabatan itu bukan akhir dari segalanya,” kata Hasan.

Ia menilai seseorang yang kehilangan jabatan masih dapat melanjutkan perjuangan politik melalui berbagai proses dan kesempatan.

Pernyataan Hasan tersebut disampaikan dalam konteks pembahasan mengenai reshuffle kabinet. Dalam beberapa tahun terakhir, pergantian pejabat pemerintahan menjadi bagian dari dinamika politik dan pemerintahan di Indonesia. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru