Medan, APGtimes.com — Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf mengakui program Sekolah Rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan meski telah berjalan hampir satu tahun sejak peluncurannya pada Juli 2025.
Syaifullah menilai program tersebut berjalan cukup baik. Namun pemerintah masih perlu memperkuat beberapa aspek agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.
Sekolah Rakyat Masih Kekurangan SDM
Syaifullah mengatakan pemerintah masih membutuhkan tambahan guru di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat.
Selain guru, pemerintah juga membutuhkan lebih banyak wali asrama, wali asuh, serta tenaga kependidikan lainnya.
Menurutnya, kebutuhan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam pengembangan Sekolah Rakyat.
Ia menegaskan kekurangan tenaga pendidik tidak terjadi karena masalah anggaran.
Pemerintah Buka Rekrutmen Guru
Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, pemerintah terus membuka proses rekrutmen.
Syaifullah menyebut pemerintah saat ini membuka ribuan formasi guru untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Pemerintah juga membuka kesempatan bagi calon wali asrama dan wali asuh untuk bergabung dalam program tersebut.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan di lingkungan Sekolah Rakyat.
Tata Kelola Terus Dibenahi
Selain menambah tenaga pendidik, pemerintah juga fokus memperbaiki tata kelola Sekolah Rakyat.
Pemerintah ingin menciptakan sistem pembelajaran yang lebih tertata dan efektif, terutama setelah pembangunan gedung permanen selesai.
Syaifullah optimistis perbaikan tata kelola akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan peserta didik.
Pembangunan Gedung Permanen Berjalan
Pemerintah saat ini terus membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Syaifullah mengatakan pembangunan sudah berlangsung di puluhan titik yang tersebar di Indonesia.
Pemerintah menargetkan sebagian besar proyek selesai pada pertengahan tahun, sementara sisanya akan rampung dalam beberapa bulan berikutnya.
Target 104 Sekolah Rakyat Permanen
Pemerintah menargetkan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat berdiri pada tahun 2026.
Menurut Syaifullah, proses pembangunan sejauh ini berjalan sesuai rencana.
Ia berharap pembangunan infrastruktur dan penambahan tenaga pendidik dapat memperkuat program Sekolah Rakyat sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. (de*)








