Mensos Ungkap Masalah di Sekolah Rakyat, Guru dan Wali Asrama Masih Kurang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat diwawancarai usai mengikuti kegiatan Open House Sekolah Untuk Orangtua dan Calon Siswa di Jalan Kemenangan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan pada Senin (15/6/2026).(KOMPAS.com/GOKLAS WISELY )

Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat diwawancarai usai mengikuti kegiatan Open House Sekolah Untuk Orangtua dan Calon Siswa di Jalan Kemenangan, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan pada Senin (15/6/2026).(KOMPAS.com/GOKLAS WISELY )

Medan, APGtimes.com — Menteri Sosial (Mensos) Syaifullah Yusuf mengakui program Sekolah Rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan meski telah berjalan hampir satu tahun sejak peluncurannya pada Juli 2025.

Syaifullah menilai program tersebut berjalan cukup baik. Namun pemerintah masih perlu memperkuat beberapa aspek agar proses pembelajaran berjalan lebih optimal.

Sekolah Rakyat Masih Kekurangan SDM

Syaifullah mengatakan pemerintah masih membutuhkan tambahan guru di sejumlah lokasi Sekolah Rakyat.

Selain guru, pemerintah juga membutuhkan lebih banyak wali asrama, wali asuh, serta tenaga kependidikan lainnya.

Menurutnya, kebutuhan sumber daya manusia menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam pengembangan Sekolah Rakyat.

Ia menegaskan kekurangan tenaga pendidik tidak terjadi karena masalah anggaran.

Baca Juga :  Mensos Gus Ipul Ungkap Strategi Baru Perlindungan Sosial, Warga Didampingi Sejak Lahir hingga Lansia

Pemerintah Buka Rekrutmen Guru

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, pemerintah terus membuka proses rekrutmen.

Syaifullah menyebut pemerintah saat ini membuka ribuan formasi guru untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Pemerintah juga membuka kesempatan bagi calon wali asrama dan wali asuh untuk bergabung dalam program tersebut.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan di lingkungan Sekolah Rakyat.

Tata Kelola Terus Dibenahi

Selain menambah tenaga pendidik, pemerintah juga fokus memperbaiki tata kelola Sekolah Rakyat.

Pemerintah ingin menciptakan sistem pembelajaran yang lebih tertata dan efektif, terutama setelah pembangunan gedung permanen selesai.

Syaifullah optimistis perbaikan tata kelola akan meningkatkan kualitas pendidikan dan kenyamanan peserta didik.

Baca Juga :  BLT Kesra Rp900.000 Mei 2026 Kembali Ramai, Ini Cara Cek dan Daftarnya

Pembangunan Gedung Permanen Berjalan

Pemerintah saat ini terus membangun gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai daerah.

Syaifullah mengatakan pembangunan sudah berlangsung di puluhan titik yang tersebar di Indonesia.

Pemerintah menargetkan sebagian besar proyek selesai pada pertengahan tahun, sementara sisanya akan rampung dalam beberapa bulan berikutnya.

Target 104 Sekolah Rakyat Permanen

Pemerintah menargetkan 104 gedung permanen Sekolah Rakyat berdiri pada tahun 2026.

Menurut Syaifullah, proses pembangunan sejauh ini berjalan sesuai rencana.

Ia berharap pembangunan infrastruktur dan penambahan tenaga pendidik dapat memperkuat program Sekolah Rakyat sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mensos Gus Ipul Ungkap Strategi Baru Perlindungan Sosial, Warga Didampingi Sejak Lahir hingga Lansia
Tukin TNI Naik hingga Rp48 Juta, Kesejahteraan Guru dan Dosen Kembali Jadi Sorotan
Daftar Pinjol Resmi OJK Agustus 2026, Cek 94 Aplikasi Pinjaman Online Legal
BGN Tegaskan MBG Tak Habiskan Anggaran Negara, Program Pemerintah Lain Tetap Berjalan
Resmi Turun! Harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Green 95 Berlaku Mulai 1 Agustus 2026
33.785 Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Lulus, Siap Jalankan Program Nasional
DPR Desak Pemerintah Segera Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan
Semen Langka di Aceh, Proyek Pemerintah Serentak Bikin Harga Tembus Rp120 Ribu per Sak
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Mensos Gus Ipul Ungkap Strategi Baru Perlindungan Sosial, Warga Didampingi Sejak Lahir hingga Lansia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Daftar Pinjol Resmi OJK Agustus 2026, Cek 94 Aplikasi Pinjaman Online Legal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:09 WIB

BGN Tegaskan MBG Tak Habiskan Anggaran Negara, Program Pemerintah Lain Tetap Berjalan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Resmi Turun! Harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Green 95 Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:09 WIB

33.785 Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Lulus, Siap Jalankan Program Nasional

Berita Terbaru