Jakarta, APGtimes.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak menguras anggaran negara maupun menghentikan program pembangunan lain. Ia meminta masyarakat tidak mudah percaya pada narasi yang menyebut MBG menjadi penyebab berbagai proyek pemerintah terhambat.
Sudaryono menilai informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Menurutnya, pemerintah tetap menjalankan berbagai program prioritas secara bersamaan meskipun mengalokasikan anggaran besar untuk MBG.
BGN Bantah MBG Ganggu Program Pemerintah
Sudaryono mengatakan pemerintah tetap mengerjakan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga infrastruktur. Karena itu, ia menilai anggapan bahwa MBG mengorbankan program lain tidak memiliki dasar yang kuat.
Ia mengaku prihatin karena sebagian masyarakat langsung mengaitkan berbagai persoalan dengan pelaksanaan MBG. Padahal, pemerintah terus mengalokasikan anggaran untuk sektor-sektor lain secara paralel.
Pupuk, Irigasi, dan Sekolah Tetap Jadi Prioritas
Sudaryono menjelaskan pemerintah tetap memenuhi kebutuhan pupuk bagi petani. Selain itu, pemerintah juga melanjutkan revitalisasi jaringan irigasi guna mendukung produktivitas pertanian.
Di sektor pendidikan, pemerintah tetap memperbaiki sekolah yang mengalami kerusakan. Ia menegaskan kondisi sekolah rusak sudah terjadi jauh sebelum MBG berjalan sehingga masyarakat tidak bisa menyalahkan program tersebut.
Pemerintah, lanjut Sudaryono, terus mempercepat rehabilitasi sekolah secara bertahap di berbagai daerah. Di sisi lain, pemerintah juga meningkatkan perhatian terhadap kesejahteraan guru, termasuk guru honorer.
Anggaran MBG Capai Rp268 Triliun
Sudaryono mengakui MBG memang membutuhkan anggaran yang besar. Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp268 triliun untuk menjalankan program tersebut pada tahun ini.
Meski demikian, ia memastikan anggaran tersebut tidak menghentikan pembangunan di sektor lain. Pemerintah tetap melanjutkan proyek infrastruktur, memperbaiki layanan pendidikan, memenuhi kebutuhan pertanian, serta menjalankan program strategis lainnya.
Karena itu, Sudaryono mengajak masyarakat melihat kebijakan pemerintah secara menyeluruh. Ia berharap publik tidak menyimpulkan bahwa anggaran MBG otomatis mengurangi komitmen pemerintah terhadap sektor-sektor lain. (de*)









