PBB Masukkan Israel dan Rusia ke Daftar Hitam Pelaku Kekerasan Seksual di Zona Konflik

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Rusia, Presiden Vladimir Putin

Pemimpin di Israel, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Rusia, Presiden Vladimir Putin

New York, APGtimes.com — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memasukkan militer Israel dan Rusia ke daftar hitam pelaku kekerasan seksual di wilayah konflik dalam laporan tahunan yang terbit pada Jumat (29/5/2026).

Keputusan itu memicu reaksi keras dari kedua negara. Selain itu, PBB untuk pertama kalinya mencantumkan Israel dalam daftar tersebut sejak lembaga itu mulai menyusun laporan pemantauan 15 tahun lalu.

PBB mengambil langkah tersebut setelah tim investigasi menemukan dugaan pola kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina di fasilitas penahanan dan wilayah pendudukan.

PBB Ungkap Dugaan Pelanggaran

Dalam laporan terbaru, PBB mencantumkan 77 pemerintah dan kelompok non-pemerintah yang diduga terlibat dalam kekerasan seksual di daerah konflik.

Tim investigasi menemukan pola kekerasan seksual yang menyasar warga Palestina, terutama tahanan asal Jalur Gaza.

Baca Juga :  Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Gaza, Israel Tak Mau Tarik Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti

Tim pencari fakta memverifikasi kasus yang menimpa 14 pria, tujuh perempuan, sembilan anak laki-laki, dan satu anak perempuan di Gaza serta Tepi Barat.

Sebanyak 13 kasus muncul sepanjang 2025.

Sementara itu, 18 kasus lainnya muncul pada periode 2023 hingga 2024.

Laporan tersebut menguraikan berbagai bentuk pelanggaran yang dialami korban.

Menurut dokumen itu, pelaku melakukan pemerkosaan, percobaan pemerkosaan, kekerasan fisik terhadap alat kelamin, pemaksaan ketelanjangan, hingga ancaman pemerkosaan.

Selain itu, tim investigasi juga menemukan dugaan pemerkosaan tunggal maupun berkelompok di sejumlah lokasi di Jalur Gaza.

Hasil penyelidikan menunjukkan para pelaku berasal dari berbagai unsur aparat keamanan Israel.

Mereka terdiri dari personel militer Israel (IDF), sipir penjara, pasukan khusus, dan aparat kepolisian.

Baca Juga :  AS dan Iran Resmi Damai, Selat Hormuz Dibuka dan Nuklir Diawasi

Rusia dan Israel Tolak Temuan PBB

Rusia dan Israel langsung menolak isi laporan tersebut.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menyebut laporan itu sebagai tuduhan tanpa dasar.

Ia menilai pihak tertentu menyusun laporan tersebut untuk kepentingan politik.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danon, melontarkan kritik keras terhadap laporan tersebut.

Politikus Israel itu juga mengkritik Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Menurut Danon, pemerintah Israel tidak akan menjalin komunikasi formal maupun informal dengan kantor Sekretaris Jenderal PBB selama Guterres masih memimpin organisasi tersebut.

Langkah tersebut menunjukkan respons diplomatik Israel terhadap laporan terbaru PBB. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan
Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB