Jakarta, APGtimes.com – Apple memperingatkan pasokan iPhone, iPad, dan sejumlah produk andalannya akan menghadapi tekanan lebih besar dalam beberapa bulan ke depan. Peringatan itu langsung memicu kekhawatiran investor hingga mendorong saham Apple turun lebih dari 7 persen setelah penutupan perdagangan Kamis.
Meski menghadapi tantangan pasokan, Apple tetap mencatat kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi pasar. Perusahaan membukukan pendapatan 109 miliar dollar AS atau sekitar Rp1.966 triliun pada kuartal April–Juni 2026. Angka tersebut meningkat 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Apple juga meraih laba bersih sebesar 29 miliar dollar AS atau sekitar Rp523 triliun. Penjualan iPhone dan komputer Mac yang terus meningkat menjadi motor utama pertumbuhan tersebut.
Apple Hadapi Lonjakan Permintaan
CEO Apple Tim Cook mengungkapkan perusahaan menghadapi tekanan pasokan yang lebih besar pada kuartal berikutnya. Menurutnya, kendala yang sebelumnya hanya muncul pada lini Mac kini mulai memengaruhi iPhone dan iPad.
Cook menjelaskan Apple mengalami keterbatasan kapasitas produksi sehingga perusahaan belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.
Ia menegaskan permintaan konsumen meningkat jauh lebih cepat daripada perkiraan perusahaan. Karena itu, Apple harus mengatur distribusi produk secara lebih ketat.
Apple juga menggunakan chip berteknologi tinggi yang diproduksi Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Kebutuhan chip tersebut terus meningkat seiring melonjaknya permintaan perangkat premium.
Penjualan iPhone dan Mac Terus Tumbuh
Apple mencatat penjualan iPhone naik 22 persen pada kuartal yang berakhir Juni 2026. Penjualan komputer Mac juga tumbuh 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Selain itu, Apple memperoleh tambahan margin laba sekitar dua persen setelah menerima pengembalian tarif impor dari pemerintah Amerika Serikat.
Perusahaan akan menginvestasikan kembali dana tersebut untuk memperluas kapasitas manufaktur di Amerika Serikat. Namun, Apple masih memproduksi sebagian besar perangkatnya di China.
Siri AI Siap Dorong Pertumbuhan
Apple terus mempercepat pengembangan Siri berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Saat ini perusahaan masih menguji teknologi tersebut sebelum meluncurkannya secara luas.
Cook optimistis Siri generasi terbaru akan memperkuat daya saing Apple. Selain itu, Apple terus mengembangkan teknologi AI yang dapat berjalan langsung di perangkat agar lebih cepat dan efisien.
Di sisi lain, Apple juga terus berdiskusi dengan regulator Uni Eropa agar Siri terbaru dapat meluncur secara bersamaan di berbagai negara.
Amazon Raup Pertumbuhan dari AWS
Sementara itu, Amazon juga mencatat kinerja positif pada kuartal kedua 2026. Investor merespons laporan tersebut dengan mendorong saham Amazon naik sekitar 10 persen setelah penutupan perdagangan.
CEO Amazon Andy Jassy mengatakan Amazon Web Services (AWS) tumbuh 37 persen dibandingkan tahun lalu. Capaian itu menjadi pertumbuhan tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Amazon membukukan pendapatan sebesar 200 miliar dollar AS dan laba mencapai 63 miliar dollar AS. Meski begitu, perusahaan tetap meningkatkan investasi AI hingga 220 miliar dollar AS pada tahun ini demi memperkuat daya saing bisnis cloud dan teknologi kecerdasan buatan. (yp*)








