Gedung Putih Bongkar Dugaan Asal-usul Covid-19, Sebut Berasal dari Laboratorium Wuhan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Covid-19. Varian baru Covid-19 bernama Stratus menyebar di Inggris dengan gejala khas suara serak, dan disebut berpotensi menular tinggi meski tidak menyebabkan gejala lebih berat.(canva.com)

Ilustrasi Covid-19. Varian baru Covid-19 bernama Stratus menyebar di Inggris dengan gejala khas suara serak, dan disebut berpotensi menular tinggi meski tidak menyebabkan gejala lebih berat.(canva.com)

Washington DC, APGtimes.com – Gedung Putih kembali memicu perhatian dunia setelah merilis pernyataan resmi yang menyebut pandemi Covid-19 kemungkinan besar berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, China.

Pemerintah Amerika Serikat menegaskan dugaan tersebut bukan lagi sekadar teori konspirasi, melainkan berdasarkan hasil penyelidikan yang mereka lakukan.

Dalam laman resmi Gedung Putih, pemerintah AS menyatakan virus SARS-CoV-2 diduga muncul akibat insiden penelitian gain-of-function di Institut Virologi Wuhan (Wuhan Institute of Virology/WIV). Penelitian itu memodifikasi virus untuk mempelajari perubahan sifat biologisnya.

Gedung Putih Paparkan Temuan Baru

Gedung Putih mengungkap sejumlah peneliti di laboratorium Wuhan mengalami gejala menyerupai Covid-19 pada akhir 2019. Gejala tersebut muncul beberapa bulan sebelum otoritas China mengumumkan kasus pertama.

Pemerintah AS juga menyebut laboratorium Wuhan merupakan pusat penelitian virus corona terkemuka di China. Menurut mereka, laboratorium itu menjalankan riset gain-of-function dengan standar keamanan hayati yang belum memadai.

Baca Juga :  Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selain itu, Gedung Putih menilai pola penyebaran awal Covid-19 mendukung dugaan kebocoran laboratorium.

Pemerintah AS menyebut kasus awal berasal dari satu peristiwa penularan ke manusia, berbeda dengan wabah zoonosis sebelumnya yang biasanya terjadi melalui beberapa kali penularan dari hewan.

Berdasarkan Penyelidikan Kongres

Gedung Putih menjelaskan seluruh pernyataan tersebut mengacu pada hasil penyelidikan House Oversight Committee dan Select Subcommittee on the Coronavirus Pandemic.

Tim penyelidik memulai investigasi sejak 2023. Mereka mengirim lebih dari 100 surat investigasi, melakukan puluhan wawancara, menggelar berbagai sidang, dan memeriksa lebih dari satu juta halaman dokumen.

Pemerintah AS menyimpulkan hasil penyelidikan itu memperkuat dugaan bahwa kebocoran laboratorium menjadi penyebab paling mungkin munculnya pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Perang Iran Memasuki Bulan Keenam, Trump Hadapi Dilema Besar Jelang Pemilu AS

Fauci dan Pendanaan Riset Ikut Disorot

Gedung Putih juga mengkritik mantan pejabat kesehatan Amerika Serikat Anthony Fauci. Pemerintah menilai Fauci mendorong publikasi ilmiah yang menguatkan teori asal-usul alami virus.

Selain itu, Gedung Putih menyoroti aliran dana penelitian dari National Institutes of Health (NIH) melalui EcoHealth Alliance ke Institut Virologi Wuhan. Pemerintah AS menilai pengawasan terhadap penelitian tersebut tidak berjalan optimal.

Kebijakan Pandemi Era Biden Dikritik

Gedung Putih turut mengkritik sejumlah kebijakan penanganan pandemi pada masa Presiden Joe Biden. Pemerintah mempertanyakan efektivitas aturan jaga jarak, lockdown, penggunaan masker, hingga kewajiban vaksin.

Menurut Gedung Putih, kebijakan tersebut menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi, pendidikan, dan kesehatan mental masyarakat.

Pemerintah AS juga menilai pembatasan terhadap pandangan berbeda mengenai asal-usul Covid-19 menghambat diskusi ilmiah selama pandemi berlangsung. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Thailand Perketat Senjata Api Usai Penembakan Sekolah, Izin Pembelian Ditangguhkan
Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang
Netanyahu Tolak Rencana 15 Poin Gaza, Israel Tak Mau Tarik Pasukan Sebelum Hamas Dilucuti
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:09 WIB

108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal

Berita Terbaru

Ilustrasi Arktik (Kredit: Pixabay/CC0 Public Domain)

Internasional

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Senin, 17 Agu 2026 - 15:09 WIB