Jambi, APGtimes.com – Polda Jambi mengidentifikasi sebanyak 134 kelompok geng motor yang beroperasi di enam wilayah hukum di Provinsi Jambi. Polisi menyebut sebagian besar anggotanya merupakan remaja, bahkan masih berstatus pelajar.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno Halomoan Siregar memaparkan data tersebut dalam rapat koordinasi penanganan geng motor bersama Gubernur Jambi, DPRD Provinsi Jambi, Kejaksaan Tinggi Jambi, kepala daerah, dan sejumlah instansi terkait di Mapolda Jambi, Rabu (8/7/2026).
Menurut Krisno, aktivitas geng motor meningkat selama masa libur sekolah karena para senior mengajak anggota baru bergabung.
Polresta Jambi Catat Jumlah Terbanyak
Wilayah hukum Polresta Jambi menjadi daerah dengan jumlah geng motor terbanyak. Polisi menemukan 116 kelompok yang tersebar di 17 titik.
Di Muaro Jambi, aparat mencatat empat kelompok yang beroperasi di 10 lokasi. Sementara itu, Batanghari memiliki lima kelompok di tiga lokasi.
Sarolangun mencatat tiga kelompok di satu lokasi. Adapun Polres Tanjung Jabung Barat dan Polres Bungo masing-masing mengawasi tiga kelompok.
Instagram Jadi Awal Konflik
Krisno menjelaskan anggota geng motor sering memulai perselisihan melalui Instagram.
Mereka saling mengejek dan menantang lawan melalui media sosial.
Setelah itu, kedua kelompok menentukan waktu dan lokasi pertemuan dengan istilah COD untuk melakukan tawuran.
Sebelum bentrok, para anggota biasanya berkumpul di satu lokasi.
Di tempat itu mereka mengonsumsi minuman keras, bahkan narkotika, sebelum menjalankan aksi.
Polisi paling sering menemukan tawuran pada pukul 01.00 WIB hingga 05.30 WIB, terutama setiap malam Sabtu dan Minggu.
Berawal dari Komunitas Modifikasi Motor
Hasil pemetaan Polda Jambi menunjukkan banyak geng motor berasal dari komunitas modifikasi kendaraan.
Seiring waktu, sebagian komunitas berkembang menjadi kelompok yang sering melakukan aksi kekerasan.
Karena itu, Polda Jambi mengajak pemerintah daerah, sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk mencegah munculnya anggota baru.
Dua Aliansi Besar Jadi Perhatian Polisi
Polda Jambi mengelompokkan geng motor ke dalam dua aliansi besar, yakni Aliansi Awan Hitam dan Aliansi Para Bintang.
Selain membagi berdasarkan aliansi, polisi juga mengelompokkan mereka sesuai tingkat aktivitasnya.
Kelompok pasif tidak lagi melakukan penyerangan maupun provokasi.
Kelompok reaktif baru melakukan serangan setelah menerima provokasi dari kelompok lain.
Sementara itu, kelompok aktif terus melakukan penyerangan dan memancing bentrokan dengan lawannya.
Polda Jambi menegaskan penanganan geng motor akan terus menjadi prioritas untuk menekan angka kriminalitas yang melibatkan remaja di Provinsi Jambi. (de*)









