Jambi, APGtimes.com — Polda Jambi mengusut laporan dugaan pemalsuan dokumen yang menyeret salah satu yayasan pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi. Polisi saat ini mengumpulkan informasi dan dokumen untuk mendalami laporan yang diajukan sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih menjalankan tahap penyelidikan.
“Masih dalam proses penyelidikan oleh Ditreskrimum,” kata Erlan, Senin (15/6/2026).
Sebelas Mitra Laporkan Yayasan
Kuasa hukum pelapor, Ramos Hutabarat, menyebut sedikitnya 11 mitra SPPG mengajukan laporan terhadap Yayasan Nuansa Mitra Sejati.
Menurut Ramos, para pelapor menemukan sejumlah dokumen yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dokumen tersebut berkaitan dengan administrasi dapur SPPG yang masuk dalam program MBG.
Para pelapor kemudian meminta aparat penegak hukum memeriksa seluruh dokumen yang digunakan yayasan dalam proses administrasi program.
Pelapor Persoalkan Klaim Kepemilikan Dapur
Ramos menjelaskan yayasan mencantumkan keterangan yang menyatakan bangunan dapur dan fasilitas pendukung berada di bawah kepemilikan yayasan.
Para pengelola dapur membantah keterangan tersebut. Mereka menegaskan kepemilikan bangunan dan fasilitas operasional tetap berada di tangan pengelola dapur masing-masing.
Menurut Ramos, perbedaan data tersebut memicu keberatan dari para mitra karena menyangkut legalitas dan status kerja sama dalam program MBG.
Kuasa Hukum Soroti Tiga Yayasan
Ramos juga menyoroti keberadaan tiga yayasan yang memiliki hubungan keluarga dalam struktur pengelolaannya.
Ia mempertanyakan keterlibatan sejumlah pihak dalam pengelolaan yayasan yang menjalankan program MBG di Jambi.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.
Mitra Minta Transparansi Anggaran
Para pengelola dapur mengaku kesulitan mengawasi penggunaan anggaran program karena mereka tidak memperoleh akses informasi yang memadai.
Mereka berharap seluruh pihak yang terlibat membuka data dan informasi terkait pengelolaan dana program MBG.
Ramos menegaskan para mitra mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis. Namun, para mitra juga ingin memastikan pengelolaan program berjalan secara terbuka dan akuntabel.
Polisi Kumpulkan Keterangan
Saat ini penyidik terus meminta keterangan dari berbagai pihak yang memiliki hubungan dengan laporan tersebut.
Penyidik juga memeriksa dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan dapur SPPG dan administrasi program MBG.
Polda Jambi belum mengambil kesimpulan karena tim penyidik masih mengumpulkan fakta dan alat pendukung lainnya. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya. (de*)








