Polda Jambi Usut Laporan Dugaan Pemalsuan Dokumen SPPG Program MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji. Dia mengatakan proses penyelidikan tengah dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji. Dia mengatakan proses penyelidikan tengah dilakukan Direktorat Reserse Kriminal Umum.

Jambi, APGtimes.com — Polda Jambi mengusut laporan dugaan pemalsuan dokumen yang menyeret salah satu yayasan pengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi. Polisi saat ini mengumpulkan informasi dan dokumen untuk mendalami laporan yang diajukan sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji mengatakan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih menjalankan tahap penyelidikan.

“Masih dalam proses penyelidikan oleh Ditreskrimum,” kata Erlan, Senin (15/6/2026).

Sebelas Mitra Laporkan Yayasan

Kuasa hukum pelapor, Ramos Hutabarat, menyebut sedikitnya 11 mitra SPPG mengajukan laporan terhadap Yayasan Nuansa Mitra Sejati.

Menurut Ramos, para pelapor menemukan sejumlah dokumen yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Dokumen tersebut berkaitan dengan administrasi dapur SPPG yang masuk dalam program MBG.

Para pelapor kemudian meminta aparat penegak hukum memeriksa seluruh dokumen yang digunakan yayasan dalam proses administrasi program.

Baca Juga :  BGN Bikin Aturan Baru, Insentif SPPG Tak Lagi Rp6 Juta per Hari

Pelapor Persoalkan Klaim Kepemilikan Dapur

Ramos menjelaskan yayasan mencantumkan keterangan yang menyatakan bangunan dapur dan fasilitas pendukung berada di bawah kepemilikan yayasan.

Para pengelola dapur membantah keterangan tersebut. Mereka menegaskan kepemilikan bangunan dan fasilitas operasional tetap berada di tangan pengelola dapur masing-masing.

Menurut Ramos, perbedaan data tersebut memicu keberatan dari para mitra karena menyangkut legalitas dan status kerja sama dalam program MBG.

Kuasa Hukum Soroti Tiga Yayasan

Ramos juga menyoroti keberadaan tiga yayasan yang memiliki hubungan keluarga dalam struktur pengelolaannya.

Ia mempertanyakan keterlibatan sejumlah pihak dalam pengelolaan yayasan yang menjalankan program MBG di Jambi.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian agar pelaksanaan program pemerintah berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.

Baca Juga :  Resmi! Lima Pimpinan BAZNAS Kota Sungai Penuh Periode 2026–2031 Telah Ditetapkan

Mitra Minta Transparansi Anggaran

Para pengelola dapur mengaku kesulitan mengawasi penggunaan anggaran program karena mereka tidak memperoleh akses informasi yang memadai.

Mereka berharap seluruh pihak yang terlibat membuka data dan informasi terkait pengelolaan dana program MBG.

Ramos menegaskan para mitra mendukung penuh Program Makan Bergizi Gratis. Namun, para mitra juga ingin memastikan pengelolaan program berjalan secara terbuka dan akuntabel.

Polisi Kumpulkan Keterangan

Saat ini penyidik terus meminta keterangan dari berbagai pihak yang memiliki hubungan dengan laporan tersebut.

Penyidik juga memeriksa dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan dapur SPPG dan administrasi program MBG.

Polda Jambi belum mengambil kesimpulan karena tim penyidik masih mengumpulkan fakta dan alat pendukung lainnya. Hasil penyelidikan akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan langkah hukum berikutnya. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Beli Pertalite dan Biosolar di Bengkulu Kini Dibatasi, Cek Jatah dan Lokasi SPBU
Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi
Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik
Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air
Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi
Viral Gajah Sumatera Susuri Hutan Bekas Kebakaran di Way Kambas, Begini Kondisinya
Tanggul Rp 1,59 Miliar Dibangun di Pasar Nagari Lasi, Ini Progres Terbarunya
Polda Bali Bongkar Penipuan Loker Luar Negeri, Korban Rugi Rp 295 Juta
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:09 WIB

Beli Pertalite dan Biosolar di Bengkulu Kini Dibatasi, Cek Jatah dan Lokasi SPBU

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tanggul Sungai Lae Soeraya Jebol, Banjir Rendam Dua Desa di Aceh Selatan dan Paksa 112 Warga Mengungsi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Suahasil Ingatkan Pramono soal Obligasi DKI Rp5,6 Triliun, Bunga Surat Utang Sedang Naik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Rawa Way Kambas Mengering, Induk Harimau Sumatera dan 3 Anaknya Terekam Cari Air

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Alfin Lepas 41 Kafilah MTQ Sungai Penuh, Target Tiga Besar Provinsi Jambi

Berita Terbaru