Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo badan intelijen Israel, Mossad.(WIKIPEDIA)

Logo badan intelijen Israel, Mossad.(WIKIPEDIA)

Yerusalem, APGtimes.com – Kepala Mossad Roman Gofman dilaporkan sempat menelepon Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani pada Jumat (14/8/2026), empat hari sebelum Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Duhur di Suriah.

Tiga sumber yang mengetahui percakapan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa Gofman dan Shaibani membahas peningkatan kehadiran militer Turkiye di Suriah.

Percakapan itu menjadi salah satu komunikasi tingkat tinggi antara Israel dan Suriah. Hubungan kedua negara masih menghadapi ketegangan, terutama terkait keamanan dan aktivitas militer di wilayah Suriah.

Kantor Perdana Menteri Israel yang menangani urusan Mossad belum memberikan tanggapan. Juru bicara Shaibani juga belum merespons permintaan komentar.

Mossad Soroti Kehadiran Militer Turkiye

Menurut sumber pertama, kehadiran militer Turkiye menjadi topik utama dalam percakapan Gofman dan Shaibani.

Israel mempertanyakan peningkatan aktivitas militer Turkiye, termasuk penjualan senjata dan penyediaan drone kepada tentara Suriah.

Baca Juga :  Warga Iran Kecewa, Janji Bantuan Trump di Tengah Perang Tak Kunjung Datang

Sumber kedua yang merupakan pejabat senior mengatakan Gofman secara khusus menanyakan bantuan persenjataan Turkiye kepada militer Suriah.

Sementara itu, sumber ketiga mengonfirmasi percakapan tersebut sekaligus membenarkan pembahasan mengenai kehadiran militer Turkiye di Suriah.

Kementerian Pertahanan Turkiye menolak memberikan komentar. Kementerian Luar Negeri Turkiye juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah

Empat hari setelah percakapan tersebut, Israel menyerang pangkalan udara Abu al-Duhur pada Selasa (18/8/2026).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kemudian mengatakan Damaskus hampir mengizinkan pasukan Turkiye menempati pangkalan tersebut.

Menurut Netanyahu, langkah itu bertentangan dengan peringatan Israel yang berulang kali menolak kehadiran militer Turkiye di Suriah karena menganggapnya sebagai ancaman keamanan.

Netanyahu kembali menegaskan sikap tersebut melalui video yang ia unggah di X pada Rabu (19/8/2026).

Baca Juga :  Kim Yo Jong Kritik ASEAN, Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Usulan Dwi Kewarganegaraan Indonesia Jadi Sorotan

Israel, kata Netanyahu, tidak akan menerima keberadaan militer Turkiye di Suriah jika aktivitas tersebut mengancam keamanan Israel.

Turkiye Dekat dengan Pemerintahan Suriah

Turkiye semakin dekat dengan pemerintahan Suriah setelah Bashar al-Assad kehilangan kekuasaan pada 2024.

Kedekatan tersebut memicu kekhawatiran Israel karena Turkiye meningkatkan pengaruhnya di wilayah yang berbatasan dengan Israel.

Pemimpin Suriah Ahmed al-Sharaa sebelumnya mengatakan pada Juli bahwa pemerintahnya berupaya mencapai kesepakatan keamanan dengan Israel.

Sharaa juga berusaha melibatkan sejumlah negara untuk mendorong Israel mengambil kebijakan yang lebih seimbang terhadap Suriah.

Namun, perkembangan hubungan Suriah dan Turkiye tetap menjadi perhatian Israel. Terlebih lagi, Tel Aviv melihat peningkatan dukungan militer Ankara sebagai faktor yang dapat mengubah situasi keamanan di kawasan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Gudang WHO di Ukraina Hancur Dihantam Serangan, Pasokan Medis Rp 8,9 Miliar Musnah
Kapal Bawa 3 WNI Diserang Drone di Yaman, 1 Dikabarkan Meninggal
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:09 WIB

China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB