Bogor, APGtimes.com — Ribuan motor listrik yang menjadi bagian dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menumpuk di sebuah gudang kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor. Seorang karyawan mengungkapkan pengelola baru menggunakan gudang tersebut sekitar dua bulan terakhir.
Karyawan berinisial T menyampaikan informasi itu saat ditemui di Jalan Olympic Raya Kavling B6, Desa Sentul, Kecamatan Babakan Madang, Kamis (11/6/2026).
Menurut T, pengelola mulai menyewa gudang tersebut untuk menampung ribuan motor listrik MBG sekitar dua bulan lalu.
“Kami baru menyewa tempat ini sekitar dua bulan,” katanya.
Informasi itu mematahkan anggapan bahwa pengelola telah lama menggunakan lokasi tersebut sebagai tempat penyimpanan kendaraan.
Ribuan Motor Belum Bergerak
T mengaku belum menerima arahan dari manajemen terkait penggunaan maupun distribusi motor listrik yang tersimpan di gudang tersebut.
Hingga kini, seluruh kendaraan masih berada di lokasi penyimpanan.
“Motor masih ada di sini semua. Sampai sekarang belum ada instruksi,” ujarnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas di sekitar gudang sangat minim. Hanya beberapa karyawan yang terlihat keluar masuk kawasan penyimpanan.
Sejumlah petugas juga tampak berjaga di sekitar area gudang sepanjang hari.
Media Lebih Sering Datang ke Lokasi
T mengaku tidak mengetahui adanya kunjungan pejabat Badan Gizi Nasional (BGN) maupun pihak terkait lainnya ke lokasi tersebut.
Sebaliknya, ia justru sering melihat kedatangan awak media sejak kasus dugaan korupsi pengadaan MBG menjadi perhatian publik.
“Yang sering datang justru teman-teman media,” katanya.
Jumlah Motor Diperkirakan Ribuan Unit
T tidak mengetahui jumlah pasti kendaraan yang tersimpan di dalam gudang. Namun, ia memperkirakan jumlahnya mencapai ribuan unit.
Motor listrik terlihat memenuhi hampir seluruh area penyimpanan.
Deretan kendaraan berwarna biru-hitam itu berjajar dari bagian depan hingga belakang kawasan gudang.
Sebagian besar unit masih dalam kondisi baru dan masih terbungkus plastik pelindung.
“Jumlahnya sangat banyak. Dari depan sampai belakang penuh motor,” ujarnya.
Proyek Rp1 Triliun Jadi Sorotan
Motor listrik tersebut merupakan bagian dari pengadaan 21.801 unit kendaraan untuk mendukung distribusi Program Makan Bergizi Gratis.
Nilai proyek pengadaan itu mencapai sekitar Rp1 triliun.
Saat ini, aparat penegak hukum tengah mengusut dugaan korupsi dalam proyek tersebut.
Motor yang seharusnya membantu distribusi makanan bergizi ke berbagai daerah itu kini belum memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kondisi tersebut memicu sorotan publik karena ribuan kendaraan masih tersimpan di gudang tanpa kejelasan waktu distribusi. (de*)








