Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, APGtimes.com – Jumlah korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) mencapai 53 orang meninggal dunia. Selain itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 135 warga mengalami luka-luka.

Data tersebut menjadi pembaruan terbaru BNPB hingga Minggu (16/8/2026) sore dan masih dapat berubah karena petugas terus melakukan pendataan serta verifikasi di sejumlah wilayah terdampak.

Korban Tersebar di Sejumlah Wilayah

BNPB mencatat korban meninggal tersebar di enam kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat jumlah korban terbanyak dengan 25 orang, kemudian Manggarai Timur sebanyak 20 orang.

Selanjutnya, Kabupaten Sikka mencatat empat korban meninggal. Sementara itu, Ende mencatat dua korban, sedangkan Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing satu korban.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Khawatir Kertajati Dianggap Jadi Pangkalan Militer AS

Selain korban meninggal, 135 warga mengalami luka dan mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Data BNPB juga menunjukkan petugas belum melaporkan adanya korban hilang hingga pembaruan terakhir.

Lebih dari 5.000 Warga Mengungsi

Gempa tersebut juga memaksa lebih dari 5.000 warga meninggalkan rumah dan mencari tempat yang lebih aman. BNPB terus mengerahkan sumber daya untuk menangani dampak bencana di sejumlah kabupaten dan kota terdampak.

Pemerintah juga memperkuat layanan kesehatan bagi korban. Selain itu, tim gabungan terus melakukan pencarian, evakuasi, pendataan kerusakan, serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak.

Pada Senin (17/8/2026), tim penyelamat masih melanjutkan pencarian korban di sejumlah lokasi. Reuters melaporkan bahwa petugas juga menghadapi kerusakan infrastruktur dan longsor yang menghambat akses menuju beberapa wilayah terdampak.

Baca Juga :  Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya

Gempa Susulan Masih Terjadi

BMKG juga masih memantau aktivitas gempa susulan di wilayah NTT. Pada Senin dini hari, gempa magnitudo 5,0 kembali mengguncang kawasan Manggarai dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Karena itu, pemerintah mengimbau warga di wilayah terdampak tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. Masyarakat juga diminta tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum mendapat kepastian keamanan.

Hingga hari ini, proses pencarian, evakuasi, pendataan, dan penanganan korban masih berlangsung. BNPB juga terus memperbarui data seiring masuknya laporan dari daerah terdampak. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT
Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen
Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu
MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026
Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya
Sahroni Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Tapi Ada Catatannya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WIB

Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru