DPR Minta Pemerintah Siapkan SOP dan PCR untuk Antisipasi Hantavirus

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi virus. Apakah Hantavirus adalah penyakit baru?(Freepik/wirestock)

Ilustrasi virus. Apakah Hantavirus adalah penyakit baru?(Freepik/wirestock)

Jakarta, APGtimes.com — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta pemerintah segera menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan Hantavirus di seluruh fasilitas kesehatan.

Yahya menilai pemerintah perlu memperkuat kesiapan rumah sakit dan tenaga kesehatan untuk mengantisipasi potensi penyebaran virus tersebut ke Indonesia.

“Harus ada penguatan di semua fasilitas kesehatan. Baik dari infrastruktur, maupun tenaga kesehatan yang harus sudah memahami prosedur penanganan Hantavirus,” ujar Yahya, Jumat (8/5/2026).

DPR Minta Pemerintah Siapkan PCR

Yahya juga meminta pemerintah menyiapkan fasilitas polymerase chain reaction (PCR) di rumah sakit pusat maupun daerah untuk mendeteksi potensi penyebaran Hantavirus.

Menurut dia, pemerintah perlu memperketat pemeriksaan di bandara terhadap penumpang yang datang dari negara dengan kasus Hantavirus.

Baca Juga :  Manfaat Bangun Jam 3 Pagi: Fokus Lebih Tajam, Pikiran Tenang, Rezeki Diyakini Lancar

“Siapkan juga PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Jika perlu juga di bandara untuk mengecek mereka yang baru datang dari negara-negara suspek Hantavirus atau negara berisiko,” kata Yahya.

Pemerintah Diminta Perketat Pengawasan

Selain itu, Yahya meminta pemerintah memperketat pengawasan di bandara, pelabuhan, hingga jalur tikus untuk mencegah masuknya virus ke Indonesia.

Permintaan tersebut muncul setelah kasus Hantavirus merebak di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di wilayah Argentina.

“Pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia harus dilakukan. Baik di bandara dan pelabuhan, bahkan pelabuhan di jalur-jalur tikus. Ini sebagai langkah pencegahan,” ujar Yahya.

Baca Juga :  Operasi Kelopak Mata Gagal, Wanita Ini Tak Bisa Menutup Mata Selama 6 Tahun

Yahya juga meminta pemerintah segera melakukan skrining terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang baru datang dari luar negeri.

Menurut dia, langkah antisipasi tersebut perlu dilakukan agar virus tidak menyebar ke dalam negeri.

WHO Konfirmasi Kasus Hantavirus

Wabah Hantavirus bermula di kapal pesiar MV Hondius milik operator Oceanwide Expeditions yang berlayar dari Ushuaia, Argentina, menuju Kepulauan Canary, Spanyol.

Hingga saat ini, World Health Organization atau WHO mengonfirmasi lima dari delapan kasus dugaan Hantavirus.

Kasus tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang perempuan asal Belanda berusia 69 tahun yang positif terinfeksi virus tersebut.

Sementara itu, tim investigasi masih menelusuri penyebab pasti kematian dua korban lainnya. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Siswa Perokok di Indonesia Masih Tinggi, Dokter Ungkap Bahaya Rokok bagi Paru dan Otak
Jangan Sepelekan Gigi Berlubang, Mental Anak Bisa Terdampak
Operasi Kelopak Mata Gagal, Wanita Ini Tak Bisa Menutup Mata Selama 6 Tahun
Penyakit Jantung dan Stroke Masih Jadi Pembunuh Nomor 1, Dokter Soroti Gaya Hidup
Seminar LONGEVOTALOGY Perdana di Muaro Bungo Berlangsung Sukses
Bukan Cuma Faktor Genetik, Ini Alasan Pria Lebih Mudah Punya Perut Buncit
5 Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan, Bantu Jaga Jantung hingga Pencernaan
Manfaat Bangun Jam 3 Pagi: Fokus Lebih Tajam, Pikiran Tenang, Rezeki Diyakini Lancar
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:09 WIB

Siswa Perokok di Indonesia Masih Tinggi, Dokter Ungkap Bahaya Rokok bagi Paru dan Otak

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:09 WIB

Jangan Sepelekan Gigi Berlubang, Mental Anak Bisa Terdampak

Senin, 1 Juni 2026 - 16:09 WIB

Operasi Kelopak Mata Gagal, Wanita Ini Tak Bisa Menutup Mata Selama 6 Tahun

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:09 WIB

Penyakit Jantung dan Stroke Masih Jadi Pembunuh Nomor 1, Dokter Soroti Gaya Hidup

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:40 WIB

Seminar LONGEVOTALOGY Perdana di Muaro Bungo Berlangsung Sukses

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB