BGN Tegaskan Dapur MBG Ditutup Permanen Jika Dua Kali Sebabkan Keracunan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Relawan mengisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/3/2026). SPPG Polri Polresta Kendari menjadi SPPG ke-13 di bawah naungan Polri yang telah resmi beroperasi di Sulawesi Tenggara dari total 16 yang ada.

Relawan mengisi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Polresta Kendari, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/3/2026). SPPG Polri Polresta Kendari menjadi SPPG ke-13 di bawah naungan Polri yang telah resmi beroperasi di Sulawesi Tenggara dari total 16 yang ada.

Semarang, APGtimes.com — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akan menutup permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika dua kali memicu kasus keracunan pangan.

BGN menerapkan aturan tersebut untuk menjaga keamanan makanan yang dikonsumsi jutaan penerima manfaat program MBG di seluruh Indonesia.

Kasubag Tata Usaha Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Semarang, Bagus Anindito, mengatakan BGN menerapkan pengawasan ketat terhadap seluruh dapur MBG.

“Kalau kejadian menonjol keracunan pangan sampai dua kali, itu kita tutup permanen,” kata Bagus, Rabu (10/6/2026).

Belum Ada Dapur MBG Ditutup Permanen

Bagus memastikan belum ada dapur MBG di Jawa Tengah yang menerima sanksi penutupan permanen.

Menurutnya, sebagian besar kasus keracunan yang muncul masih terjadi untuk pertama kali.

Karena itu, BGN masih memberi kesempatan kepada pengelola untuk melakukan perbaikan.

“Selama ini belum ada karena mayoritas masih baru satu kali,” ujarnya.

KPPG Semarang saat ini mengawasi 20 kabupaten dan kota di wilayah utara Jawa Tengah.

Baca Juga :  Tarif Listrik PLN 23–30 Juni 2026 Resmi Berlaku, Cek Harga per kWh Semua Golongan

Jumlah penerima manfaat di wilayah tersebut mencapai lebih dari dua juta orang.

Sementara itu, KPPG Sleman mengawasi 15 kabupaten dan kota di wilayah selatan Jawa Tengah serta sejumlah daerah di DIY.

BGN Perketat Pengawasan Dapur MBG

BGN tidak hanya menindak kasus keracunan pangan.

Lembaga tersebut juga dapat menutup dapur MBG jika menemukan pelanggaran berat.

Pelanggaran itu meliputi dugaan kecurangan, penyalahgunaan anggaran, atau sarana yang tidak memenuhi standar operasional.

Untuk mengawasi pelaksanaan program, BGN menugaskan inspektorat melakukan pemeriksaan secara berkala.

“Kita ada inspektorat yang melakukan pengawasan,” ujar Bagus.

Tercatat 10 Kasus Menonjol pada 2026

Bagus mengungkapkan KPPG Semarang dan KPPG Sleman mencatat sekitar 10 kejadian menonjol sepanjang 2026.

Kasus tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Sebagian kasus berhubungan dengan keamanan pangan dan operasional dapur.

Khusus Kota Semarang, petugas mencatat dua hingga tiga kasus keracunan pangan sejak awal tahun.

Meski begitu, petugas masih mampu menangani seluruh kasus tersebut tanpa menjatuhkan sanksi penutupan permanen.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Siapkan 6 Langkah Atasi Antrean Solar Subsidi, TNI-Polri Awasi SPBU

Sejumlah Dapur Sempat Hentikan Operasional

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Satgas Percepatan MBG Jawa Tengah, Taj Yasin, mengakui adanya sejumlah kendala dalam pelaksanaan program.

Beberapa dapur MBG sempat menghentikan operasional sementara.

Sebagian pengelola menjalani evaluasi internal.

Sebagian lainnya menghadapi persoalan pencairan dana operasional.

“Ya, kita tunggu semua. Kan memang tidak hanya di Jawa Tengah, ada di berbagai daerah yang mana SPPG ini dalam pengawasan,” kata Taj Yasin.

Menurutnya, tidak semua dapur yang berhenti beroperasi menghadapi masalah dana.

Beberapa pengelola menghentikan layanan sementara untuk memperbaiki sistem operasional.

Pemerintah Terus Lakukan Evaluasi

Pemerintah bersama BGN terus mengevaluasi seluruh dapur MBG di berbagai daerah.

Melalui evaluasi tersebut, pemerintah ingin memastikan makanan yang diterima penerima manfaat memenuhi standar keamanan, kebersihan, dan gizi.

Pemerintah juga ingin menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program prioritas nasional. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong
Pemerintah Resmi Terbitkan Izin, Pembangunan 17 Yonif Teritorial TNI AD Segera Berjalan
Sudaryono Larang Dapur MBG Cari Bahan Murah, Wajib Ikuti Harga Acuan Pemerintah
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:09 WIB

Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional

Selasa, 28 Juli 2026 - 16:09 WIB

Aturan Baru Pilkades 2027 Resmi Berlaku, Calon Tunggal Kini Bisa Melawan Kotak Kosong

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB