Riyadh, APGtimes.com – Arab Saudi mengeluarkan peringatan singkat terkait kemungkinan serangan di Mekkah, Jeddah, dan Taif pada Selasa (15/9/2026).
Pihak pertahanan sipil Saudi kemudian mencabut peringatan tersebut setelah situasi dinilai aman. AFP melaporkan, peringatan itu menjadi alarm pertama di Mekkah sejak konflik Timur Tengah kembali memanas.
Alarm Muncul Setelah Serangan Houthi
Peringatan tersebut muncul setelah kelompok Houthi melancarkan serangkaian serangan dari Yaman dalam beberapa hari terakhir.
Sehari sebelumnya, serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak menyasar sejumlah wilayah di selatan Arab Saudi. Serangan itu melukai 13 warga sipil, menurut keterangan koalisi yang dipimpin Saudi.
Pihak berwenang menyebut serangan pada Senin (14/9/2026) menyasar wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Serangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan kendaraan.
Peringatan di Mekkah Segera Dicabut
Pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan untuk sejumlah wilayah pada Selasa. Selain Mekkah dan Jeddah, Taif juga masuk dalam wilayah yang menerima peringatan.
Namun, otoritas Saudi kemudian menyatakan ancaman telah berlalu dan mencabut alarm tersebut. Reuters juga melaporkan bahwa otoritas pertahanan sipil mengumumkan berakhirnya ancaman di sejumlah kota yang sebelumnya menerima peringatan.
Houthi sebelumnya mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan puluhan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Saudi. Kelompok tersebut menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman.
Arab Saudi Hadapi Ancaman Regional
Serangkaian serangan tersebut menambah tekanan keamanan bagi Arab Saudi. Selain menghadapi serangan Houthi, kerajaan itu juga menghadapi gangguan terhadap jalur energi dan pelayaran di kawasan.
Reuters melaporkan, serangan terhadap infrastruktur energi Saudi serta gangguan pada jalur pelayaran meningkatkan kekhawatiran terhadap distribusi minyak dari negara tersebut.
Situasi itu juga memengaruhi upaya diplomasi di kawasan Teluk. Pada 15 September, Putra Mahkota Mohammed bin Salman berdiskusi dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengenai keamanan pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Dengan dicabutnya alarm, otoritas Saudi menyatakan ancaman langsung di wilayah yang sebelumnya menerima peringatan telah berakhir. Namun, serangan Houthi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan situasi keamanan di kawasan tersebut masih berkembang. (yp*)









