Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Arab Saudi, salah satu negara terkuat di dunia.(iStockphoto/Aoraee)

Ilustrasi bendera Arab Saudi, salah satu negara terkuat di dunia.(iStockphoto/Aoraee)

Riyadh, APGtimes.com – Arab Saudi mengeluarkan peringatan singkat terkait kemungkinan serangan di Mekkah, Jeddah, dan Taif pada Selasa (15/9/2026).

Pihak pertahanan sipil Saudi kemudian mencabut peringatan tersebut setelah situasi dinilai aman. AFP melaporkan, peringatan itu menjadi alarm pertama di Mekkah sejak konflik Timur Tengah kembali memanas.

Alarm Muncul Setelah Serangan Houthi

Peringatan tersebut muncul setelah kelompok Houthi melancarkan serangkaian serangan dari Yaman dalam beberapa hari terakhir.

Sehari sebelumnya, serangan menggunakan rudal balistik dan pesawat tanpa awak menyasar sejumlah wilayah di selatan Arab Saudi. Serangan itu melukai 13 warga sipil, menurut keterangan koalisi yang dipimpin Saudi.

Pihak berwenang menyebut serangan pada Senin (14/9/2026) menyasar wilayah Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Serangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah dan kendaraan.

Baca Juga :  Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Damai, Ketegangan Timur Tengah Memanas Lagi

Peringatan di Mekkah Segera Dicabut

Pertahanan sipil Saudi mengeluarkan peringatan untuk sejumlah wilayah pada Selasa. Selain Mekkah dan Jeddah, Taif juga masuk dalam wilayah yang menerima peringatan.

Namun, otoritas Saudi kemudian menyatakan ancaman telah berlalu dan mencabut alarm tersebut. Reuters juga melaporkan bahwa otoritas pertahanan sipil mengumumkan berakhirnya ancaman di sejumlah kota yang sebelumnya menerima peringatan.

Houthi sebelumnya mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan puluhan rudal dan drone terhadap fasilitas militer Saudi. Kelompok tersebut menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan udara Saudi di Yaman.

Arab Saudi Hadapi Ancaman Regional

Serangkaian serangan tersebut menambah tekanan keamanan bagi Arab Saudi. Selain menghadapi serangan Houthi, kerajaan itu juga menghadapi gangguan terhadap jalur energi dan pelayaran di kawasan.

Baca Juga :  Israel Perluas Serangan Darat ke Lebanon, Dunia Internasional Ramai-Ramai Mengecam

Reuters melaporkan, serangan terhadap infrastruktur energi Saudi serta gangguan pada jalur pelayaran meningkatkan kekhawatiran terhadap distribusi minyak dari negara tersebut.

Situasi itu juga memengaruhi upaya diplomasi di kawasan Teluk. Pada 15 September, Putra Mahkota Mohammed bin Salman berdiskusi dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi mengenai keamanan pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.

Dengan dicabutnya alarm, otoritas Saudi menyatakan ancaman langsung di wilayah yang sebelumnya menerima peringatan telah berakhir. Namun, serangan Houthi dalam beberapa hari terakhir menunjukkan situasi keamanan di kawasan tersebut masih berkembang. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia
Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri
Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS
Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia
Banjir Bandang Nepal Tewaskan Ratusan Orang, Pemerintah Sebut Perubahan Iklim Jadi Pemicu
Timor Leste Jadi Pusat Scam Baru? Kemenlu RI Temukan Jejak Eks Pekerja Kamboja
Profesor Malaysia Dipecat Usai Klaim Orang Melayu Kuno Bisa Terbang
Staf Trump Mulai Mundur Satu per Satu Jelang Pemilu Sela, Apa yang Terjadi?
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 16:09 WIB

Mekkah, Jeddah, dan Taif Dapat Alarm Serangan, Arab Saudi Langsung Cabut Peringatan

Rabu, 9 September 2026 - 21:09 WIB

12 Negara Paling Aman untuk Traveling Pertama Kali 2026, Malaysia Jauh di Atas Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 21:09 WIB

Museum Renoir di Perancis Dibobol, 4 Karya Seni Senilai Rp 176 Miliar Dicuri

Selasa, 8 September 2026 - 18:09 WIB

Hassan Rouhani Minta Rakyat Iran Tentukan Kelanjutan Perang dengan AS

Senin, 7 September 2026 - 11:09 WIB

Kabut Asap Karhutla Indonesia Lumpuhkan Aktivitas Warga Serian Malaysia

Berita Terbaru