145 Kg Ganja Dimusnahkan di Krematorium, BNNP Sumbar Ungkap Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas BNNP Sumbar menyusun 145 kilo paket ganja untuk melakukan pemusnahan barang bukti di krematorium kawasan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (10/6/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Petugas BNNP Sumbar menyusun 145 kilo paket ganja untuk melakukan pemusnahan barang bukti di krematorium kawasan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (10/6/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Padang, APGtimes.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat memusnahkan sekitar 145 kilogram ganja hasil pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi menggunakan fasilitas krematorium milik Yayasan Himpunan Bersatu Teguh (HBT).

BNNP Sumbar memilih metode tersebut karena krematorium memiliki kapasitas pembakaran yang lebih besar, lebih aman, dan lebih cepat dibandingkan metode pemusnahan konvensional.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, mengatakan pihaknya memanfaatkan krematorium untuk mempercepat proses pemusnahan barang bukti dalam jumlah besar.

“Karena kapasitasnya banyak, lebih aman, dan lebih cepat. Kapasitas pembakaran di sini jauh lebih besar sehingga lebih efektif,” kata Ricky, Rabu (10/6/2026).

Ganja Berasal dari Jaringan Lintas Provinsi

Petugas menyita ratusan kilogram ganja tersebut dari jaringan penyelundupan narkotika yang beroperasi dari Sumatera Utara menuju Sumatera Barat.

Baca Juga :  Listrik Padam Massal di Sumatera, PLN Ungkap Penyebab Blackout Lima Provinsi

BNNP Sumbar sebelumnya berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan para pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika antarprovinsi.

Pemusnahan barang bukti menjadi bagian dari proses hukum sekaligus upaya mencegah penyalahgunaan narkotika.

BNNP Sumbar Belum Miliki Insinerator

Ricky mengakui BNNP Sumbar belum memiliki insinerator, yaitu alat pembakar khusus yang biasa digunakan untuk memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar.

Karena itu, pihaknya mencari alternatif yang aman dan memenuhi standar lingkungan.

Saat ini, BNNP Sumbar tengah mengajukan pengadaan insinerator kepada BNN Pusat.

Menurut Ricky, kebutuhan alat tersebut semakin mendesak karena jumlah barang bukti narkotika yang ditangani terus meningkat.

“Kami sedang mengajukan pengadaan insinerator ke BNN Pusat. Fasilitas itu sangat kami butuhkan untuk mendukung pemusnahan barang bukti,” ujarnya.

Baca Juga :  DPR Resmi Tetapkan 9 Anggota KPI Pusat 2026-2029, Ini Daftar Lengkapnya

Yayasan HBT Dukung Pemberantasan Narkoba

Ricky juga mengapresiasi Yayasan HBT yang telah memberikan izin penggunaan fasilitas krematorium tanpa biaya.

Menurutnya, dukungan tersebut membantu BNNP Sumbar menjalankan tugas pemberantasan narkotika secara lebih efektif.

“Alhamdulillah, tempat ini bersedia bekerja sama dengan BNN tanpa biaya. Kami berterima kasih kepada Yayasan HBT atas dukungan yang diberikan,” katanya.

Krematorium Masih Jadi Andalan

Selama belum memiliki insinerator sendiri, BNNP Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola krematorium untuk pemusnahan barang bukti narkotika.

Ricky memastikan pihaknya akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memusnahkan berbagai jenis narkotika yang berhasil disita dari para pelaku.

Langkah itu sekaligus menunjukkan komitmen BNNP Sumbar dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Sumatera Barat. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mensos Gus Ipul Ungkap Strategi Baru Perlindungan Sosial, Warga Didampingi Sejak Lahir hingga Lansia
Tukin TNI Naik hingga Rp48 Juta, Kesejahteraan Guru dan Dosen Kembali Jadi Sorotan
Daftar Pinjol Resmi OJK Agustus 2026, Cek 94 Aplikasi Pinjaman Online Legal
BGN Tegaskan MBG Tak Habiskan Anggaran Negara, Program Pemerintah Lain Tetap Berjalan
Resmi Turun! Harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Green 95 Berlaku Mulai 1 Agustus 2026
33.785 Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Lulus, Siap Jalankan Program Nasional
DPR Desak Pemerintah Segera Pisahkan Anggaran MBG dari Dana Pendidikan
Semen Langka di Aceh, Proyek Pemerintah Serentak Bikin Harga Tembus Rp120 Ribu per Sak
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Mensos Gus Ipul Ungkap Strategi Baru Perlindungan Sosial, Warga Didampingi Sejak Lahir hingga Lansia

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Daftar Pinjol Resmi OJK Agustus 2026, Cek 94 Aplikasi Pinjaman Online Legal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:09 WIB

BGN Tegaskan MBG Tak Habiskan Anggaran Negara, Program Pemerintah Lain Tetap Berjalan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Resmi Turun! Harga Pertamax, Pertamax Turbo dan Green 95 Berlaku Mulai 1 Agustus 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:09 WIB

33.785 Manajer Kopdes Merah Putih Resmi Lulus, Siap Jalankan Program Nasional

Berita Terbaru