Padang, APGtimes.com — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat memusnahkan sekitar 145 kilogram ganja hasil pengungkapan jaringan narkotika lintas provinsi menggunakan fasilitas krematorium milik Yayasan Himpunan Bersatu Teguh (HBT).
BNNP Sumbar memilih metode tersebut karena krematorium memiliki kapasitas pembakaran yang lebih besar, lebih aman, dan lebih cepat dibandingkan metode pemusnahan konvensional.
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol Ricky Yanuarfi, mengatakan pihaknya memanfaatkan krematorium untuk mempercepat proses pemusnahan barang bukti dalam jumlah besar.
“Karena kapasitasnya banyak, lebih aman, dan lebih cepat. Kapasitas pembakaran di sini jauh lebih besar sehingga lebih efektif,” kata Ricky, Rabu (10/6/2026).
Ganja Berasal dari Jaringan Lintas Provinsi
Petugas menyita ratusan kilogram ganja tersebut dari jaringan penyelundupan narkotika yang beroperasi dari Sumatera Utara menuju Sumatera Barat.
BNNP Sumbar sebelumnya berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan para pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika antarprovinsi.
Pemusnahan barang bukti menjadi bagian dari proses hukum sekaligus upaya mencegah penyalahgunaan narkotika.
BNNP Sumbar Belum Miliki Insinerator
Ricky mengakui BNNP Sumbar belum memiliki insinerator, yaitu alat pembakar khusus yang biasa digunakan untuk memusnahkan barang bukti narkotika dalam jumlah besar.
Karena itu, pihaknya mencari alternatif yang aman dan memenuhi standar lingkungan.
Saat ini, BNNP Sumbar tengah mengajukan pengadaan insinerator kepada BNN Pusat.
Menurut Ricky, kebutuhan alat tersebut semakin mendesak karena jumlah barang bukti narkotika yang ditangani terus meningkat.
“Kami sedang mengajukan pengadaan insinerator ke BNN Pusat. Fasilitas itu sangat kami butuhkan untuk mendukung pemusnahan barang bukti,” ujarnya.
Yayasan HBT Dukung Pemberantasan Narkoba
Ricky juga mengapresiasi Yayasan HBT yang telah memberikan izin penggunaan fasilitas krematorium tanpa biaya.
Menurutnya, dukungan tersebut membantu BNNP Sumbar menjalankan tugas pemberantasan narkotika secara lebih efektif.
“Alhamdulillah, tempat ini bersedia bekerja sama dengan BNN tanpa biaya. Kami berterima kasih kepada Yayasan HBT atas dukungan yang diberikan,” katanya.
Krematorium Masih Jadi Andalan
Selama belum memiliki insinerator sendiri, BNNP Sumbar akan terus berkoordinasi dengan pihak pengelola krematorium untuk pemusnahan barang bukti narkotika.
Ricky memastikan pihaknya akan memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memusnahkan berbagai jenis narkotika yang berhasil disita dari para pelaku.
Langkah itu sekaligus menunjukkan komitmen BNNP Sumbar dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Sumatera Barat. (de*)








