DPR Minta KPK Ajukan Rp 5 Triliun, Setyo Budiyanto Langsung Menolak

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto di kantor LAN, Jakarta, Rabu (17/6/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI )

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto di kantor LAN, Jakarta, Rabu (17/6/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI )

Jakarta, APGtimes.com – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan lembaganya tidak akan mengajukan tambahan anggaran hingga Rp 5 triliun untuk tahun 2027.

Setyo memilih mengusulkan tambahan anggaran sesuai kebutuhan program pencegahan dan pemberantasan korupsi yang dijalankan KPK.

Ia menyampaikan sikap tersebut saat mengikuti rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

“Kami tidak muluk-muluk, kami sesuaikan dengan kebutuhan saja,” kata Setyo.

Sahroni Dorong KPK Ajukan Dana Lebih Besar

Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni sempat menyoroti usulan tambahan anggaran KPK sebesar Rp 762,30 miliar.

Sahroni menilai KPK bisa mengajukan anggaran yang jauh lebih besar karena Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan komitmen memperkuat lembaga penegak hukum.

Baca Juga :  Terungkap! Polri Resmi Tetapkan Febrie Adriansyah Tersangka Korupsi dan TPPU, Ini Fakta-faktanya

Bahkan, Sahroni secara langsung mendorong KPK mengajukan tambahan anggaran hingga Rp 5 triliun.

Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan dukungan maksimal kepada lembaga antirasuah.

KPK Pertahankan Usulan Rp 762 Miliar

Meski mendapat dorongan dari DPR, Setyo tetap mempertahankan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 762,30 miliar.

Ia menjelaskan tim KPK telah menghitung kebutuhan anggaran secara rinci sebelum menyusun usulan tersebut.

Selain itu, KPK juga mempertimbangkan pengalaman pengelolaan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya.

Karena itu, lembaganya memilih mengajukan angka yang realistis dan sesuai kebutuhan operasional.

Pagu Anggaran KPK Turun pada 2027

Dalam pemaparannya, Setyo mengungkapkan pagu indikatif KPK tahun 2027 hanya mencapai Rp 1,23 triliun.

Angka itu turun sekitar Rp 349 miliar atau 22 persen dibandingkan anggaran tahun 2026.

Baca Juga :  Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Untuk mengatasi penurunan tersebut, KPK mengusulkan tambahan dana guna mendukung program penindakan, pencegahan, koordinasi, supervisi, dan pendidikan antikorupsi.

Menurut Setyo, tambahan anggaran tersebut sangat penting untuk menjaga efektivitas kerja lembaga.

KPK Ingin Kinerja Tetap Optimal

Setyo mengingatkan bahwa keterbatasan anggaran dapat menghambat berbagai program yang telah disusun KPK.

Jika kebutuhan anggaran tidak terpenuhi, sejumlah kegiatan lapangan berisiko mengalami penundaan.

Selain itu, program prioritas nasional yang melibatkan KPK juga dapat menghadapi kendala pelaksanaan.

Karena itu, KPK berharap pemerintah dan DPR memberikan dukungan agar seluruh agenda pemberantasan korupsi tetap berjalan optimal.

Meski demikian, Setyo kembali menegaskan bahwa KPK tidak akan mengajukan anggaran secara berlebihan dan tetap berpegang pada kebutuhan nyata lembaga. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027
DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,
Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan
Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:09 WIB

DPR RI, UU Ketenagakerjaan, Puan Maharani, Putusan MK, MK, pekerja, buruh, ketenagakerjaan, UU Cipta Kerja,

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Ungkap Rp52 Triliun Uang Negara Berhasil Diselamatkan dari Penertiban Hutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Berita Terbaru