Ribuan Motor Listrik MBG Akan Dihibahkan ke Guru Honorer, DPR Beri Dukungan

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 19 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas perakitan dan penyimpanan milik Emmo Electric Mobility di kawasan Bogorindo, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(Foto: KOMPAS.com/Ruly)

Fasilitas perakitan dan penyimpanan milik Emmo Electric Mobility di kawasan Bogorindo, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.(Foto: KOMPAS.com/Ruly)

Jakarta, APGtimes.com – DPR RI mendukung rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menghibahkan ribuan motor listrik pengadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada guru honorer di berbagai daerah.

Usulan tersebut muncul setelah pengadaan kendaraan listrik untuk operasional program MBG menjadi sorotan dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan BGN.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini menilai BGN perlu memanfaatkan aset yang sudah tersedia agar masyarakat tetap merasakan manfaatnya.

“Saat rapat dengan Komisi IX, Ibu Agustina Arumsari menyampaikan bahwa sepeda motor listrik tersebut akan dihibahkan kepada guru-guru honorer di daerah. Saya mendukung rencana itu,” kata Yahya Zaini, Jumat (19/6/2026).

DPR Soroti Pengadaan Motor Listrik

Meski mendukung rencana hibah, Yahya tetap mengkritik pengadaan motor listrik pada program MBG.

Ia menilai pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak membutuhkan kendaraan dalam jumlah besar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menurut Yahya, petugas dapur MBG lebih banyak bekerja di lokasi sehingga kebutuhan mobilitas mereka relatif rendah.

Baca Juga :  MK Pisahkan Anggaran MBG dari Pendidikan, DPR Minta Dana Sekolah Kembali Jadi Prioritas

“Mereka tidak memerlukan mobilitas dalam bekerja,” ujarnya.

BGN Maksimalkan Pemanfaatan Aset

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan BGN melakukan pengadaan motor listrik tersebut pada tahun 2025.

Saat ini, BGN berupaya memaksimalkan seluruh aset yang tersedia agar tidak menjadi barang yang menganggur.

Namun, sebelum menjalankan program hibah, BGN terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung yang tengah mengusut dugaan korupsi pengadaan MBG.

“Kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan. Prinsipnya bukan hanya motor, tetapi seluruh barang yang sudah dibelanjakan pada 2025 ingin kami maksimalkan pemanfaatannya,” kata Agustina.

Laptop hingga CCTV Masuk Evaluasi

Selain motor listrik, BGN juga mengevaluasi berbagai aset lain yang berasal dari pengadaan tahun 2025.

Aset tersebut meliputi laptop, perangkat teknologi informasi, Internet of Things (IoT), hingga kamera pengawas atau CCTV.

Menurut Agustina, langkah itu menjadi bagian dari evaluasi anggaran tahun 2026.

Baca Juga :  Dudung Siap Temui Penolak MBG, Pemerintah Buka Ruang Dialog dengan Masyarakat

Karena itu, BGN tidak akan mengajukan pengadaan baru untuk barang yang memiliki fungsi serupa.

“Semua yang sudah telanjur dibeli akan kami maksimalkan. Untuk pengadaan yang output-nya sama pada 2026, kami pastikan tidak akan diadakan lagi,” tegasnya.

Kejagung Segel Gudang Motor Listrik

Kejaksaan Agung menyegel gudang penyimpanan motor listrik milik BGN di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, pada Rabu (17/6/2026).

Penyidik mengambil langkah tersebut sebagai bagian dari penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Meski penyidik memasang segel, pegawai tetap menjalankan aktivitas di kawasan tersebut dengan pengawasan ketat.

Dari luar area gudang, ratusan motor listrik tipe trail dan skuter matik masih terlihat tersusun rapi. Sebagian kendaraan juga tampak tertutup jaring hitam.

Kejaksaan Agung terus mengusut dugaan penyimpangan pengadaan perlengkapan operasional MBG, termasuk kendaraan listrik yang nilainya mencapai triliunan rupiah. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB