Jakarta, APGtimes.com – Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) mengaku belum menikmati kenaikan pendapatan meski potongan aplikator turun dari 20 persen menjadi 8 persen mulai Rabu (1/7/2026).
Bahkan, beberapa pengemudi menyebut penghasilan dari perjalanan jarak dekat justru menurun pada hari pertama penerapan kebijakan tersebut.
Driver Nilai Skema Baru Belum Menguntungkan
Pengemudi ojol, Fahmi, mengatakan skema baru belum memberi manfaat bagi mitra pengemudi.
Ia mengaku menerima pendapatan yang lebih kecil dari perjalanan jarak dekat dibandingkan sebelumnya.
Menurut Fahmi, perusahaan sebelumnya menawarkan layanan GoRide Hemat melalui sistem berlangganan harian.
Kini, perusahaan mengganti layanan itu dengan GoRide Murah dan memotong 8 persen dari setiap perjalanan.
Fahmi menilai perubahan tersebut justru mengurangi pendapatan driver pada sejumlah order.
Driver Soroti Biaya Layanan
Selain mengkritik skema baru, Fahmi juga menyoroti besarnya biaya layanan yang dipungut perusahaan aplikasi.
Ia menilai biaya layanan lebih memengaruhi pendapatan pengemudi daripada besaran potongan aplikator.
Karena itu, Fahmi meminta perusahaan mengevaluasi biaya layanan agar penghasilan mitra meningkat.
Pengemudi Lain Keluhkan Hal Serupa
Pengemudi lain, Rezi, juga mengaku belum merasakan manfaat dari kebijakan baru itu.
Ia mengatakan pendapatan perjalanan jarak dekat tetap menurun meski perusahaan menurunkan potongan menjadi 8 persen.
Menurut Rezi, skema tersebut justru memberi peluang perusahaan memperoleh keuntungan lebih besar.
Sementara itu, pengemudi lain bernama Abdi berharap aturan baru bisa meningkatkan pendapatannya.
Namun, setelah perusahaan menjalankan kebijakan itu, ia justru menerima penghasilan yang lebih rendah pada beberapa perjalanan.
Karena itu, para pengemudi berharap perusahaan segera mengevaluasi kebijakan tersebut agar tujuan meningkatkan kesejahteraan mitra benar-benar tercapai. (de*)









