Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal tanker VLCC Pertamina Pride(Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS))

Kapal tanker VLCC Pertamina Pride(Dok. PT Pertamina International Shipping (PIS))

Jakarta, APGtimes.com – PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride berhasil melintasi Selat Hormuz dengan selamat di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Perusahaan menyatakan seluruh awak kapal berada dalam kondisi aman. Kapal juga melanjutkan pelayaran menuju Indonesia untuk mengangkut pasokan minyak mentah.

Pertamina Pride Lolos dari Selat Hormuz

Pelaksana Tugas Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan Pertamina Pride berhasil meninggalkan kawasan Teluk Arab setelah sebelumnya sempat tertahan.

Keberhasilan itu menyusul kapal tanker Gamsunoro yang lebih dulu melintasi Selat Hormuz.

“Dua kapal PIS yang sempat tertahan sejak Maret kini dapat melanjutkan pelayaran dan beroperasi seperti biasa,” ujar Vega.

Pertamina Pride mulai berlayar pada Selasa (7/7/2026) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB.

Baca Juga :  JPMorgan: Permintaan Minyak Dunia Turun 9 Persen, Konsumen Mulai Beralih ke Energi Alternatif

Selanjutnya, kapal berhasil melewati Selat Hormuz pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 00.15 WIB.

Jalani Penilaian Risiko Ketat

PIS melakukan pembahasan intensif dan penilaian risiko sebelum mengizinkan kapal berlayar.

Tim mengevaluasi aspek keamanan, kesiapan teknis, operasional, asuransi, hingga kondisi awak kapal.

Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, perusahaan memberikan izin kepada Pertamina Pride untuk meninggalkan kawasan Teluk Arab.

Selama pelayaran, tim operasional memantau kapal selama 24 jam penuh.

Awak kapal juga terus berkoordinasi dengan pusat krisis PIS untuk memastikan perjalanan berlangsung aman.

Bawa Dua Juta Barel Minyak Mentah

Pertamina Pride membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah menuju Kilang Cilacap, Jawa Tengah.

PIS memperkirakan kapal akan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026 setelah menempuh pelayaran sekitar 15 hari.

Baca Juga :  IMF Sebut Gencatan Senjata Timur Tengah Jadi Angin Segar, Tapi Risiko Global Belum Hilang

Perusahaan menegaskan akan terus memantau perkembangan keamanan di jalur pelayaran internasional demi menjaga keselamatan awak kapal dan kelancaran distribusi energi nasional.

Ketegangan AS-Iran Kembali Memanas

Di sisi lain, konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat.

Militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Iran pada Kamis (9/7/2026).

Sebagai balasan, Iran menargetkan sejumlah negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukannya menyerang sekitar 90 target di Iran.

Washington menyebut operasi tersebut bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Sementara itu, Iran menegaskan akan memberikan respons terhadap setiap serangan yang dilakukan Amerika Serikat. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Singapura Bentuk Panel Investigasi, 10 Perusahaan Terkait Karhutla Masuk Pemeriksaan
Radja Nainggolan Terancam 2 Tahun Penjara, Jaksa Tuntut Denda Rp2,12 Miliar
Hakim AS Selidiki Pengacara Pemerintahan Trump soal Rencana Penutupan Lapangan Golf
Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur
Ketegangan Politik Israel Memanas, Ben Gvir Bidik Pemimpin Partai Arab Usai Pemilu
Francesca Albanese Minta Indonesia Evaluasi Keanggotaan Board of Peace Bentukan Trump
Arab Saudi Pilih Singapura untuk Simpan Minyak, Kapasitas Fasilitas Capai 9 Juta Barrel
Trump Kembali Bidik James Comey, Kasus Dugaan Bocor Rahasia Negara Dibuka Lagi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 22:09 WIB

Singapura Bentuk Panel Investigasi, 10 Perusahaan Terkait Karhutla Masuk Pemeriksaan

Senin, 2 November 2026 - 14:09 WIB

Radja Nainggolan Terancam 2 Tahun Penjara, Jaksa Tuntut Denda Rp2,12 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:59 WIB

Hakim AS Selidiki Pengacara Pemerintahan Trump soal Rencana Penutupan Lapangan Golf

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Terungkap Modus Penyelundupan 30 Server Chip AI Rp220 Miliar Lewat Bandara Kuala Lumpur

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Ketegangan Politik Israel Memanas, Ben Gvir Bidik Pemimpin Partai Arab Usai Pemilu

Berita Terbaru