Prabowo Ultimatum Kepala Daerah: Jika Tak Mampu Atasi Keluhan Rakyat, Saya Turun Tangan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto memberi teguran ke aparat TNI, Polri, dan Kejagung saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Presiden RI Prabowo Subianto memberi teguran ke aparat TNI, Polri, dan Kejagung saat meresmikan Bendungan Meninting di Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7/2026). (Dok. YouTube Setpres)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dirinya siap turun tangan jika pemerintah daerah tidak mampu menyelesaikan keluhan masyarakat. Ia meminta para kepala daerah bergerak cepat saat rakyat menyampaikan persoalan di wilayahnya.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat menghadiri peluncuran buku “10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia” di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026).

Menurut Prabowo, pemerintah tidak boleh membiarkan keluhan masyarakat berlarut-larut. Ia meminta gubernur, bupati, camat, hingga kepala desa segera mencari solusi atas persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Prabowo Minta Kepala Daerah Bertindak

Prabowo menegaskan pemerintah pusat akan mengambil langkah jika pemerintah daerah tidak mampu menyelesaikan persoalan masyarakat. Ia menilai kebutuhan rakyat harus mendapat respons cepat dari seluruh jajaran pemerintahan.

Presiden juga mengingatkan pemerintah agar tidak sibuk mencari kesalahan atau menyalahkan masa lalu. Menurutnya, pemerintah harus fokus menyelesaikan persoalan yang masyarakat hadapi saat ini.

Baca Juga :  Praktik Curang di Program MBG, KDMP, Dudung: Akan Ditindak

“Prestasi-prestasi kita riil,” ujar Prabowo saat menjelaskan sejumlah program pembangunan pemerintah.

Puluhan Ribu Sekolah Jadi Sasaran Perbaikan

Dalam kesempatan itu, Prabowo memaparkan sejumlah program pembangunan yang telah pemerintah jalankan. Salah satunya menyangkut perbaikan sarana pendidikan di berbagai daerah.

Ia menyebut pemerintah telah memperbaiki puluhan ribu sekolah. Pemerintah juga menargetkan perbaikan 100.000 sekolah pada 2027.

Prabowo mengatakan pemerintah akan melanjutkan perbaikan seluruh sekolah dalam tiga tahun mendatang. Ia juga menyoroti kondisi puskesmas yang selama puluhan tahun belum mendapat perbaikan.

Menurutnya, pemerintah akan memperbaiki fasilitas kesehatan tersebut agar masyarakat mendapat layanan yang lebih baik.

Hampir 2.500 Jembatan Desa Dibangun

Selain sekolah dan puskesmas, Prabowo menyoroti pembangunan jembatan di berbagai desa. Pemerintah, kata dia, telah membangun hampir 2.500 jembatan di sejumlah wilayah Indonesia.

Prabowo menilai pembangunan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung. Pemerintah juga memanfaatkan teknologi untuk menangkap laporan dan keluhan warga dengan lebih cepat.

Baca Juga :  KPAI Ungkap Kasus Penelantaran Anak Tertinggi Terjadi di Jawa Barat

Ia menyebut pemerintah pusat telah menyalurkan dana desa sekitar Rp1 miliar setiap tahun. Dana tersebut dapat pemerintah desa manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.

Prabowo Dorong Pemerintah Fokus pada Solusi

Prabowo mengingatkan kepala daerah agar tidak mudah mengeluh ketika menghadapi persoalan pembangunan. Ia meminta seluruh jajaran pemerintahan fokus mencari solusi dan menyelesaikan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, biaya pembangunan jembatan desa bervariasi. Sebagian jembatan membutuhkan sekitar Rp400 juta hingga Rp800 juta. Sementara itu, jembatan berukuran besar dapat membutuhkan anggaran Rp2 miliar hingga Rp3 miliar.

Prabowo meminta pemerintah menggunakan sumber daya yang tersedia secara optimal. Ia juga mengajak seluruh kepala daerah bekerja tanpa mencari kambing hitam.

“Tidak mengeluh, tidak cari kambing hitam, tidak mempersoalkan masa lalu. Selesaikan hari ini,” tegas Prabowo. (mr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB