150.000 Peserta MagangHub Mulai Bekerja Hari Ini, Simak Besaran Uang Saku dan Durasi Magang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 September 2026 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta magang Pertamina mengikuti Onboarding Internship 2026 di Gedung Pertamina Wanita Patra, Simprug, Jakarta, Senin (10/8/2026).(Dok. Pertamina)

Peserta magang Pertamina mengikuti Onboarding Internship 2026 di Gedung Pertamina Wanita Patra, Simprug, Jakarta, Senin (10/8/2026).(Dok. Pertamina)

Jakarta, APGtimes.com – Sekitar 150.000 peserta Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 2 Angkatan II mulai menjalani aktivitas magang di perusahaan penempatan masing-masing pada Senin (21/9/2026).

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Darmawansyah, meminta peserta mempersiapkan diri sebelum memulai kegiatan magang.

Peserta perlu memastikan detail lokasi penempatan dan memastikan nomor kontak tetap aktif. Selain itu, peserta dapat menghubungi penyelenggara atau mentor untuk memastikan informasi terkait pelaksanaan magang.

“Hal yang perlu dipersiapkan oleh peserta magang yakni, cek detail penempatan, pastikan kontak aktif, hubungi penyelenggara atau mentor, menyiapkan perlengkapan kebutuhan magang, serta membaca kembali posisi tugas magang,” ujar Darmawansyah dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Baca Juga :  Program Magang Nasional 2026 Dibuka Lagi, Kemnaker Targetkan 150 Ribu Peserta

Peserta Diminta Pahami Tugas Magang

Kemnaker juga meminta peserta kembali mempelajari posisi yang mereka pilih ketika mendaftar. Pemahaman tersebut penting agar peserta mengetahui tanggung jawab dan pekerjaan yang akan mereka jalankan selama program berlangsung.

Selanjutnya, peserta dapat berkoordinasi dengan mentor atau penyelenggara apabila menemukan kendala terkait penempatan maupun tugas.

Kemnaker berharap program MagangHub memberikan pengalaman kerja yang sesuai dengan kompetensi setiap peserta. Dengan pengalaman tersebut, peserta dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mengenal lingkungan kerja secara langsung.

“Kami berharap program pemagangan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi yang dimiliki,” kata Darmawansyah.

Menurut dia, proses magang yang tepat dapat membantu peserta mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri memasuki dunia kerja.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch 4 Resmi Dibuka, Lulusan D3 dan S1 Berpeluang Dapat Uang Saku Setara UMP

Magang Berlangsung Selama Enam Bulan

MagangHub merupakan program pemagangan nasional yang pemerintah masukkan dalam paket stimulus ekonomi. Program tersebut menyediakan sekitar 150.000 kuota peserta.

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp4,14 triliun untuk pelaksanaan program tersebut.

Melalui MagangHub, lulusan perguruan tinggi dapat mengikuti program magang selama enam bulan. Penempatan peserta berlangsung di kantor kementerian maupun perusahaan BUMN.

Selama mengikuti program, peserta memperoleh uang saku yang nilainya setara dengan Upah Minimum Provinsi (UMP). Pemerintah membayarkan uang saku tersebut selama masa pemagangan berlangsung.

Dengan program ini, pemerintah mendorong lulusan perguruan tinggi memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan kompetensi sebelum memasuki pasar kerja. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JS Kunisaki Bergerak ke Ketapang, Bawa Helikopter Chinook untuk Tangani Karhutla
Bantuan Rp435,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera Siap Disalurkan, Aceh Utara Terbesar
Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Ungkap Capaian yang Membuatnya Percaya Diri
Militer Yordania Lirik Produk Taktikal Indonesia, Molay Siapkan Peluang Ekspor ke Timur Tengah
Febrie Adriansyah Bantah Miliki Emas 74 Kg, Singgung Informasi yang Diterima Presiden
DPR Minta KBRI dan KJRI Perkuat Perlindungan WNI di Arab Saudi
Menhut Raja Juli Minta Satwa Diselamatkan Saat Karhutla, BKSDA Siapkan Penanganan
Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:09 WIB

JS Kunisaki Bergerak ke Ketapang, Bawa Helikopter Chinook untuk Tangani Karhutla

Senin, 21 September 2026 - 17:09 WIB

Bantuan Rp435,3 Miliar untuk Korban Bencana Sumatera Siap Disalurkan, Aceh Utara Terbesar

Senin, 21 September 2026 - 16:09 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan, Prabowo Ungkap Capaian yang Membuatnya Percaya Diri

Senin, 21 September 2026 - 11:09 WIB

150.000 Peserta MagangHub Mulai Bekerja Hari Ini, Simak Besaran Uang Saku dan Durasi Magang

Sabtu, 19 September 2026 - 19:09 WIB

Militer Yordania Lirik Produk Taktikal Indonesia, Molay Siapkan Peluang Ekspor ke Timur Tengah

Berita Terbaru

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ekonomi & Bisnis

Rupiah Melemah ke Rp17.786 per Dollar AS, Pasar Menanti Keputusan BI

Senin, 21 Sep 2026 - 15:09 WIB

Perenang China, Yu Zidi, saat tampil di semifinal gaya kupu-kupu putri 200 meter Kejuaraan Akuatik Dunia di Singapura, 30 Juli 2025.(AFP/OLI SCARFF)

Internasional

Yu Zidi, 13 Tahun, Cetak Rekor Asian Games 2026 dan Raih Emas Renang

Senin, 21 Sep 2026 - 14:09 WIB